TTU Terkini

Lima Desa Terancam Terisolir Akibat 2 Jembatan Penghubung di Biboki Feotleu TTU Putus Total

Pembangunan jembatan darurat ini bertujuan agar titik yang putus dilanda banjir ini bisa dilalui kendaraan roda empat dan roda dua.

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
PERBAIKI JEMBATAN - Pemerintah desa, pemerintah Kecamatan Biboki Feotleu dan warga saat memperbaiki jembatan putus di wilayah Desa Manumean.Jembatan ini dibuat secara darurat. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Jembatan penghubung ruas jalan utama yang menghubungkan Desa Makun dan desa lain di Kecamatan Biboki Feotleu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi NTT putus.

Hal ini menyebabkan beberapa desa yang berada di kecamatan tersebut terancam terisolir.

Pasalnya, jalan tersebut merupakan satu-satunya ruas jalan penghubung Desa Makun dan Kecamatan Kota Kefamenanu maupun menuju ke kecamatan lain di Kabupaten TTU.

Selain di titik tersebut, terdapat satu titik jembatan penghubung yang putus di Desa Naku. Dua titik jembatan tersebut putus dilanda banjir pada Bulan Februari 2025 lalu.

Hal ini menyebabkan mobilitas kendaraan dan dari dan keluar ke Desa Manumean terhambat. Kendaraan roda empat maupun roda enam tidak dapat melintas di titik tersebut.

Baca juga: Barang Bukti Kasus Dugaan Ilegal Logging Sonokeling di AMP PT Naviri TTU Raib dari TKP

Saat diwawancarai, Sabtu, 12 April 2025, Camat Biboki Feotleu, Irenius Abi, S.STP, M.Si mengatakan, pasca menerima laporan dari warga, pemerintah Kecamatan Feotleu bersama perintah desa dan masyarakat setempat bergotong royong membangun jembatan darurat di lokasi jembatan putus itu.

Pembangunan jembatan darurat ini bertujuan agar titik yang putus dilanda banjir ini bisa dilalui kendaraan roda empat dan roda dua.

Dikatakan Irenius, jembatan ini merupakan titik sentral yang menghubungkan Desa Makun menuju Kecamatan Biboki Utara, Kota Kefamenanu dan bahkan Kota Atambua, Kabupaten Belu.
 
Jika titik tersebut tidak diperbaiki, kata Irenius maka, warga dari lima desa di Kecamatan Biboki Feotleu terancam terisolir. 

"Ruas jalan ini dan khususnya titik ini merupakan sumbu utama menuju ke Kota Kefamenanu dan Kota Atambua," ujarnya.

Selama sepekan pasca dilanda banjir dan putus total, warga sangat kesulitan keluar dari wilayah Kecamatan Biboki Feotleu.

Baca juga: Yayasan Sahabat Anak Dawan, Surga Kecil Bagi Anak Yatim Piatu di Kefamenanu

Pembangunan jembatan darurat tersebut merupakan inisiatif dari pemerintah dan masyarakat setempat. Mereka membangun jembatan darurat secara swadaya.

Ia menuturkan, jembatan yang putus di Desa Naku telah diperbaiki 2 pekan pasca dilanda longsor. Sementara jembatan di Desa Makun, baru diperbaiki beberapa hari yang lalu.

Masyarakat dan pemerintah setempat, lanjutnya, membangun jembatan darurat dengan panjang sekitar 3 meter. Sebelumnya, jembatan yang putus tersebut hanya bisa dilintasi kendaraan sepeda motor dan pejalan kaki.

Namun, pasca dibangun jembatan darurat itu, kendaraan roda empat seperti pikap dan dump truk bisa melintas dengan aman.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved