Opini

Opini: Sekarang Lebih Sehat, Nanti Lebih Hebat

Artinya, kita dari Nusa Tenggara Timur ( NTT) dan Indonesia secara umum termasuk dalam bagian persoalan tersebut.

|
Editor: Dion DB Putra
DOK PRIBADI
Saverinus Suhardin. 

Refleksi Hari Kesehatan Sedunia 2025

Oleh: Saverinus Suhardin
Dosen Keperawatan di STIKes Maranatha Kupang - Nusa Tenggara Timur

POS-KUPANG.COM - Setiap tujuh detik, ada seorang wanita atau bayi baru lahir meninggal di seluruh dunia, padahal sebagian besar penyebab kematian tersebut sebenarnya dapat dicegah. 

Fakta tersebut diungkapkan organisasi kesehatan dunia (WHO) dan menurut mereka masalah seperti itu 95 persen terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah. 

Artinya, kita dari Nusa Tenggara Timur ( NTT) dan Indonesia secara umum termasuk dalam bagian persoalan tersebut.

Barangkali karena tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) dan besarnya dampak bagi aspek kehidupan yang lain, maka pada perayaan Hari Kesehatan Sedunia pada 7 April 2025 ini, WHO secara khusus memanfaatkan momen ini untuk mengampanyekan tentang kesehatan ibu dan bayi baru lahir dengan tema: Healthy beginnings, hopeful futures.

Secara harfiah, tema itu bisa bermakna: Awal yang sehat, masa depan yang penuh harapan. 

Setiap orang bisa menginterpretasi tema tersebut secara berbeda. Tapi bila kita analisis penjelasan yang termuat pada situs web WHO, “awal yang sehat” itu berkaitan dengan kondisi kesehatan ibu dan bayi baru lahir.

Artinya, kalau ibu dan bayi baru lahir sebagai “awal” dalam kondisi yang sehat, maka kemungkinan masa depan penuh dengan harapan-harapan yang baik. 

Pendek kata seperti yang tertera pada judul tulisan ini: Sekarang Lebih Sehat, Nanti Lebih Hebat.

Tapi apakah kita telah siap membuat titik awal kehidupan itu lebih sehat?

Masalah Kematian Ibu dan Anak Memang data WHO yang disinggung pada awal tulisan ini tidak terbantahkan, AKI dan AKB di Indonesia terbilang sangat tinggi. 

Berdasarkan hasil telaah yang dilakukan penulis, angka pastinya bervariatif dari berbagai sumber seperti Kemenkes RI dan BPS. Meski demikian, secara umum menunjukkan tren yang masih tinggi.

Kita di NTT pun sama, bahkan jumlahnya lebih tinggi dari rata-rata nasional. 

Sebagai gambaran, berdasarkan data Long Form SP2020 tahun 2020, AKI di NTT sebesar 316 per 100.000 kelahiran hidup. Angka itu lebih tinggi dari rata-rata nasional yang hanya sebesar 189.13 per 100.000 kelahiran hidup.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved