Opini

Opini: Menyemai Bibit Penulis Gen Z

Generasi Z atau populer dengan sebutan gen Z adalah frasa yang merujuk pada generasi yang lahir pada rentang tahun 1997-2012. 

|
Editor: Dion DB Putra
DOK PRIBADI
MN Aba Nuen 

Oleh: MN Aba Nuen
Seorang guru

POS-KUPANG.COM - Mengawali seratus hari pertama bekerja sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Lakalena dan Johni Asadoma melibatkan generasi Z NTT sebagai pelaku pembangunan. 

Generasi Z atau populer dengan sebutan gen Z adalah frasa yang merujuk pada generasi yang lahir pada rentang tahun 1997-2012. 

Upaya pelibatan dilakukan dengan cara mengakomodir gagasan anak muda, melalui Sayembara Menulis Surat (SMS) untuk gubernur dan wakil gubernur NTT. 

Deadline pengumpulan naskah pada Jumat, 28 Maret 2025, memunculkan data yang menarik untuk ditelaah dari kacamata pengembangan literasi di ekosistem sekolah.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT yang bermitra dengan Yayasan Pendidikan Nduwawo, mengorganisir giat menulis dengan tema besar Ayo Bangun NTT dari Sekolah. 

Naskah tulisan dibuat berdasarkan lima subtema, yakni pendidikan dan kebudayaan, pariwisata, pertanian, infrastruktur, serta lapangan kerja dan kewirausahaan. 

Panitia sayembara menerima sekitar 1.121 naskah yang ditulis para pelajar SMA/SMK se-NTT. Saya menarasikan angka ini dalam satu kata, yakni antusiasme. 

Ribuan naskah tersebut merupakan manifestasi dari semangat yang bergelora dalam diri para manusia muda, calon-calon penulis.

Lebih lanjut, saya ingin menginterpretasikan makna di balik ribuan naskah siswa-siswi dalam ajang ini. 

Pertama, bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaaan (Dikbud) NTT, antusiasme yang ditunjukkan para pelajar patut dimaknai sebagai indikator positif, dalam kaitan dengan Gerakan NTT Membaca dan Menulis (Genta Belis), sebuah seruan moral yang diprakarsai otoritas dinas.

It’s a good vibe. Atmosfir yang luar biasa ini dapat menjadi masukan, untuk merumuskan langkah-langkah konkret yang lain, agar dampak Genta Belis menjadi lebih terukur, terutama pada anak-anak sekolah. 

Pada konteks ini, praktik baik datang dari Bupati Manggarai Timur Andreas Agas, saat menghadiri launching Buku Antologi Puisi Aku dan Senja karya tiga siswa SMA Negeri 8 Poco Ranaka, pada Jumat, 28 Maret 2025. 

Seperti diulas Kanis Lina Bana dalam opininya di Pos Kupang berjudul, Literasi Berbuah di Tebing Waktu, Bupati Andreas memborong buku dengan nilai 10 juta rupiah, dan dibagikan kepada para undangan yang hadir.

Hasil penjualan buku menjadi modal bagi sekolah untuk menerbitkan buku berikutnya. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved