Opini

Opini: Fallacy of Composition di Negeri Konoha

Kesalahan bertindak menyebabkan hasil yang diperoleh tidak sesuai harapan; hasilnya adalah kerugian dan atau penderitaan. 

Editor: Dion DB Putra
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Dr. Thomas Ola Langoday. 

Kebijakan efisiensi anggaran di negeri Konoha mungkin menguntungkan secara mikro (penghematan pada berbagai aspek) tetapi merugikan secara makro. 

Gara-gara efisiensi anggaran, banyak hotel, restauran dan biro perjalanan terancam bankrut dan memberhentikan para pekerjanya. 

Terjadilah pengangguran di mana-mana, daya beli menurun, terjadi deflasi, produksi barang dan jasa terhenti. 

Pada situasi seperti ini, tiga penyakit makro jangka pendek tampil sekaligus yaitu deflasi, pengangguran dan ketidakseimbangan neraca perdagangan. 

LPEM FEB UI melaporkan bahwa inflasi bulan Februari 2025 menurun sebesar 0,76 persen dari bulan Januari 2025 atau terjadi deflasi. 

PHK pada beberapa perusahaan industri ( sritex dan beberapa lainnya) memberi efek PHK juga pada matarantai sebelummya dan juga sesudahnya baik sebagai supply bahan baku dan setengah jadi maupun supply barang jadi dan konsumsi akhir. 

Jika sektor produksi primer, sekunder dan tersier terhenti maka akan mempengaruhi posisi neraca perdagangan. 

Gara-gara efisiensi anggaran untuk sebuah badan pengelola investasi, yang manajemennya dihuni oleh oknum-oknum dengan integritas masa lalu yang gelap sehingga tidak mendapatkan kepercayaan pasar, akhirnya memberi gambaran gelap kepada melemahnya nilai tukar rupiah dan indeks harga saham gabungan (IHSG). Kuat lemahnya IHSG adalah soal kepercayaan investor. 

Walaupun masalah  penurunan IHSG ini dijadikan lelucon oleh presiden negara Konoha (tidak ada pengaruh penurunan IHSG bagi negara Konoha, yang penting rakyat kenyang, diberi BLT, PKH, THR), hal ini akan menjadi bahan pertimbangan para investor dalam bursa efek. 

Jika mereka percaya maka IHSG akan menguat, jika mereka tidak percaya maka IHSG akan melemah. 

Dengan demikian siapapun pemimpin di negeri Konoha, jangan main-main dengan pikiran, perkataan dan perbuatan, terutama dalam mengambil kebijakan. 

Apapun yang dikatakan pemimpin  negeri Konoha  ini, sudah masuk kategori fallacy of composition jangka pendek yang mempunyai dampak buruk dalam jangka panjang. 

Anak-anak diinabobokan dengan makan kenyang supaya kurang berpikir kreatif dan inofatif, dan suatu waktu negara ini akan kalah bersaing dan dijajah oleh negara lain dalam banyak aspek seperti ekonomi, pendidikan dan kesehatan. 

Informasi terbaru, seorang menteri yang mengurus perencanaan pembangunan di negara Konoha  mengatakan bahwa MBG itu jauh lebih penting dari pada memberi lapangan kerja kepada masyarakat. 

Kalau cara berpikir seperti ini secara makro jangka Panjang mungkin benar (kalau hari ini tidak terjadi pengangguran, inflasi/deflasi dan posisi keseimbangan neraca perdagangan), tetapi secara mikro jangka pendek, menurut penulis masuk dalam kategori fallacy of composition

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved