Kota Kupang Terkini

PKK Kecamatan Kota Lama Fokus pada Kesehatan dan Pemberian Madu untuk Turunkan Angka Stunting

Dari visi tersebut, Sitti Marwiah menginisiasi program pemberian makanan tambahan berupa madu untuk anak-anak

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/YUAN LULAN
SOSIALISASI STUNTING- Pengurus dan anggota TP PKK Kelurahan LLBK Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang melakukan sosialisasi dan penyerahan Madu kepada masyarakat dalam upaya menekan angka stunting. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Kota Lama terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesehatan masyarakat, khususnya melalui Program Kerja 4 yang berfokus pada bidang kesehatan.

 Hal ini disampaikan Sitti Marwiah Jusuf, Ketua TP PKK Kecamatan Kota Lama sekaligus Ketua Pembina Posyandu kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (27/3/2025).

Menurut Sitti Marwiah, meskipun TP PKK Kecamatan Kota Lama melaksanakan 10 program umum PKK, penekanan khusus diberikan pada upaya meningkatkan kesehatan masyarakat.

“Dasar kehidupan dimulai dari kesehatan dan pemahaman akan pengolahan makanan yang baik, sehingga menghasilkan anak yang sehat, kuat, dan otomatis memiliki otak yang cerdas karena didukung oleh kesehatan tersebut,” ungkapnya.

Dari visi tersebut, Sitti Marwiah menginisiasi program pemberian makanan tambahan berupa madu untuk anak-anak. 

Program ini telah dikonsultasikan dan didukung oleh tenaga kesehatan setempat. 

Baca juga: Melki - Johni Bakal Pantau Keterlibatan Pejabat Tangani Stunting di NTT

“Saya pribadi berinisiatif memberikan madu sebagai pemberian makanan tambahan, karena madu mengandung protein tinggi dan berfungsi sebagai antibiotik alami yang baik bagi anak-anak,” jelasnya.

Saat ini, program pemberian madu telah berjalan di wilayah Puskesmas Kupang Kota. Rencananya, pada bulan depan, program ini akan diperluas ke wilayah Pasir Panjang.

 Dalam upaya menurunkan angka stunting, TP PKK Kecamatan Kota Lama juga berencana melakukan sosialisasi kepada orang tua agar terus memberikan madu sebagai pendamping makanan anak. 

“Masalah stunting atau kesehatan itu awalnya dari apa yang masuk ke dalam perut. Jika orang tua serius memberikan madu kepada anak-anak penerima, ini akan sangat membantu,” tambah Sitti.

Keberhasilan program ini, menurut Sitti, tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak. 

Ia menyampaikan apresiasi kepada istri lurah yang telah menjadi perpanjangan tangan dalam membantu pendistribusian madu, khususnya dari Kelurahan Bonipoi dan LLBK.

Baca juga: Atasi Stunting di Kecamatan Alak Kota Kupang, Camat Yulianus Beberkan Jurus Kuncinya

 “Saya yang punya inisiatif, tapi yang membantu membagikan dan memberikan penjelasan kepada penerima adalah istri-istri lurah, tenaga kesehatan, dan para kader PKK. Tanpa kerja sama kita semua, program ini tidak akan berhasil,” ujarnya.

Sitti Marwiah berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mendukung kesehatan anak dan menekan angka stunting melalui pendekatan sederhana namun efektif seperti pemberian madu. 

Program ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dapat membawa dampak positif bagi generasi mendatang. (Uan)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved