NTT Terkini

Melki - Johni Bakal Pantau Keterlibatan Pejabat Tangani Stunting di NTT

Melki mengatakan untuk pencegahan masalah stunting sebagaimana arahan Presiden RI, setiap program harus konkrit, jelas, terukur

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO-DOK.HUMAS NTT
Gubernur NTT Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma memimpin rapat 100 hari kerja dan 3 program pendukung, bersama pimpinan OPD. Selasa (25/3/2025) di Ruang Rapat Gubernur NTT. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG  - Gubernur NTT Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma bakal memantau langsung keterlibatan pejabat tinggi, khususnya jajaran eselon II Pemprov NTT dalam penanganan stunting

Melki mengatakan untuk pencegahan masalah stunting sebagaimana arahan Presiden RI, setiap program harus konkrit, jelas, terukur dan terdampak sehingga mudah untuk dipantau. 

“Saya dan Wagub akan melihat keterlibatan Eselon II pada program orang tua asuh (2 Anak/ASN Eselon II)," kata dia ketika memimpin Rapat Pembahasan Progres Program Quick Wins 100 hari kerja, Selasa (25/3/2025). 

Selain agenda tersebut, rapat itu juga membahas tiga program penunjang yaitu pembentukan Koperasi Merah Putih, Pembentukan Sekretariat Bersama ’Ayo Bangun NTT’ dan Platform Digital Meja Rakyat (Melki-Johni Melayani Rakyat). 

Memulai rapat, Melki memaparkan kunjungan maraton ke 25 kementerian/lembaga dan 1 pemerintah provinsi di Jakarta selama sepekan bersama Bupati, Wakil Bupati, dan Wali Kota se-NTT. 

Sementara Johni Asadoma juga memaparkan hasil kunjungan kerjanya ke Labuan bajo, Kabupaten Manggarai barat guna meninjau aset-aset Pemprov NTT di kabupaten tersebut.

Para pimpinan OPD, kemudian melaporkan progres dari Program Ouick Wins yang meliputi Optimalisasi Posyandu untuk Pencegahan Stunting, Gerakan Beli NTT, Satu Desa Satu Produk Unggulan/One Village One Product (OVOP), Pendampingan Siswa Menuju Perguruan Tinggi dan Sekolah Kedinasan, Peningkatan PAD melalui optimalisasi pengelolaan dan pemanfaatan aset daerah serta penguatan tata kelola birokrasi pemerintahan.

Selain pemaparan kunjungan kerjanya ke Labuan Bajo, Johni Asadoma juga menyampaikan beberapa hal  yang perlu diperhatikan dalam program Quick Win yang sedang dikerjakan yaitu terkait Posyandu, agar kader kesehatan diberi bimbingan masalah kebersihan bukan sekedar gizi. 

Terkait OVOP, agar SDM disiapkan dengan baik dengan mental dan semangat kerja yang baik. Untuk pembelian barang dan penjualan agar membentuk skema pemasaran dari lokal hingga global. 

"Dibuat secara digital melalui platform-platform digital agar produk UMKM, dipromosikan bukan hanya di tingkat Pemprov NTT namun juga di tingkat global, namun tetap harus dipasarkan juga secara konvensional," katanya. 

Baca juga: Gubernur NTT Melki Laka Lena Serahkan LKPD Provinsi NTT Tahun Anggaran 2024 ke BPK 

Gubernur Melki menekankan, Gerakan Beli NTT. Hal itu dimulai dengan penggunaan produk-produk NTT dari kemasan minuman, makanan ringan, tenun NTT dan lainnya, serta membuat platform digital “Gerakan Beli NTT” sejenis Tokopedia. 

Sehingga seluruh produk di NTT dapat terhubung. Platform ini dibuat agar pembelian disamping menguntungkan Investor juga memberi kontribusi bagi PAD.

“Survei kami ketika kampanye bahwa baliho menempati urutan atas promosi sehingga ini menjadi perhatian dan tetap penting sehingga mohon tetap jalankan dengan desain menarik disamping kampanye digital. Program akan berhasil jika promosi kita gencar," ujarnya.

Untuk sekolah kedinasan, ia meminta agar masif melakukan sosialisasi dan segera dieksekusi dan untuk aset Pemprov NTT sebagaimana disampaikan wagub agar di follow up.

“Diharapkan dalam pertemuan ini, setiap OPD bisa saling bersinergi, bekerja Bersama-sama, speed tetap kita jaga dan bergandeng tangan menjadikan NTT lebih baik," katanya. (fan)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved