Makan Bergizi Gratis

Ibas Tinjau Dapur MBG di Magetan

Peninjauan itu berlangsung dalam acara ‘Silaturahmi Kebangsaan: Tinjau MBG dan Silaturahmi Babinsa’ di Kabupaten Magetan, Selasa (25/3/25).

Editor: Ryan Nong
TRIBUNNEWS.COM
PROGRAM MBG - Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam acara ‘Silaturahmi Kebangsaan: Tinjau MBG dan Silaturahmi Babinsa’ di Kabupaten Magetan, Selasa (25/03/25). 

POS-KUPANG.COM, MAGETAN - Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dapur Umum SPPG Badan Gizi Nasional Magetan.

Peninjauan itu berlangsung dalam acara ‘Silaturahmi Kebangsaan: Tinjau MBG dan Silaturahmi Babinsa’ di Kabupaten Magetan, Selasa (25/3/25).

Anggota DPR RI dapil Jatim VII itu menyampaikan harapannya agar besarnya anggaran Progam Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Pemerintah dapat dirasakan secara merata oleh penerima manfaat di seluruh Indonesia, secara berkelanjutan dan berkualitas.

Ibas akan terus mendorong dan mengawal Pemerintah, sehingga tujuan meningkatkan gizi anak yang seimbang, anak Indonesia yang lebih sehat, terdidik, dan sejahtera dapat terwujud dengan tepat dan baik. 

"Kalau biasanya tentara itu pasti ada membuat tenda dapur umum ketika bencana, dapur umum untuk relokasi, kita hari ini punya program melalui Badan Gizi Nasional yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo,” sebut Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI di depan hadirin yang terdiri dari jajaran TNI dan Babinsa.

“Pemerintah pusat telah mencanakan makan bergizi gratis dengan menerima manfaat sebanyak 82 juta se-Indonesia untuk anak-anak usia di tingkat PAUD, TK, SD, dan SMP diberikan makan gratis setiap harinya berkerjasama dengan ahli gizi, dengan masyarakat, dengan badan gizi nasional, SPPG,” lanjut Ibas

Ibas menjelaskan tujuan jangka panjang dan berkelanjutan dari program MBG.

"Agar anak-anak kita mendapatkan makan secara gratis, secara berkelanjutan dari tingkat TK, SD, SMP dan setaranya. Agar kebutuhan gizi mereka seimbang dan pada saatnya mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kecerdasan, kemampuan dan pendidikan yang lebih,” paparnya.

Angka-angka yang disebutkan Ibas sungguh mencengangkan. “82 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia itu sangat besar, 171 triliun anggaran itu sangat tinggi sekali. Tapi, kalau kita ukur secara kebutuhan masyarakat, sangat berarti. Betul ya?” yang langsung dijawab “Betul…” oleh seluruh hadirin.  

Ia kemudian menghitung dampak nyata program MBG bagi keluarga-keluarga sederhana.

“Saya tahu betul dampaknya untuk keluarga. Tidak hanya sekedar mendapat 10.000-15.000 per porsi MBG, tetapi setiap bulan jika punya 2 anak misalkan, bisa dapat sekitar 400.000 - 600.000 rupiah. Dengan cukup makan yang baik dan gizi yang baik, Insya Allah itu juga mengurangkan beban rumah tangga." ungkapnya dengan detail.

Tak lupa Edhie Baskoro dari Partai Demokrat menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan.

“Tadi saya tanya kepada kepala SPPG, apa saja harapannya, apa saja keluhannya, apa saja yang perlu disempurnakan. Apa saja yang perlu dipercepat, apa saja yang perlu dilengkapi, dan seterusnya." Dengan penuh tekad, Ibas melanjutkan, "Supaya kita terus memperbaiki dari pelayanan-pelayanan kesehatan, pelayan-pelayanan gizi untuk anak-anak dan masyarakat kita."

Untuk masyarakat yang belum menerima program MBG, Ibas meminta  masyarakat untuk bersabar, menunggu sejenak dan ia akan untuk terus mendorong Pemerintah agar program ini dirasakan penerima manfaat merata di seluruh negeri.  

"Bersabar, berkelanjutan, Program ini juga nanti membantu anak-anak di keluarga-keluarga yang kami perjuangkan agar mereka yang ada di Kabupaten Magetan lebih sehat, lebih terdidik, dan lebih sejahtera," tutupnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved