Kepausan

Tim Medis yang Merawat Paus Fransiskus Hampir Menyerah pada 28 Februari 2025

Situasi kritis itu terjadi pada 28 Februari 2025, ketika Paus tercekik oleh muntahannya sendiri, yang menyebabkan gangguan pernapasan akut. 

Editor: Dion DB Putra
DOK POS KUPANG.COM
SEMAKIN MEMBAIK - Paus Fransiskus mengadakan konferensi pers di atas pesawat kepausan dalam penerbangannya kembali setelah perjalanan 12 hari melintasi Asia Tenggara dan Oseania, Jumat 13 September 2024. Kondisi kesehatan Bapa Suci saat ini semakin membaik. 

 POS-KUPANG.COM, VATIKAN - Kesehatan Paus Fransiskus semakin membaik dan telah keluar dari Rumah Sakit Gemelli, Roma.

Tim medis Paus Fransiskus mensyukuri perkembangan kesehatan Bapa Suci tersebut.

Sebab mereka sempat hampir menyerah ketika Pemimpin Gereja Katolik Sedunia ini mengalami masalah pernapasan serius di rumah sakit bulan lalu.   

Situasi kritis itu terjadi pada 28 Februari 2025, ketika Paus tercekik oleh muntahannya sendiri, yang menyebabkan gangguan pernapasan akut. 

"Itu adalah momen yang mengerikan. Kami benar-benar berpikir tidak akan bisa menyelamatkannya," kenang Sergio Alfieri, dokter yang menangani Paus Fransiskus, dikutip dari AFP, Selasa (25/3/2025). 

Menurut dokter Alfieri, tim medis yang dipimpinnya dihadapkan dengan dua pilihan sulit yaitu membiarkan kondisi Sri Paus memburuk secara alami atau menggunakan segala metode pengobatan dan terapi yang tersedia, meskipun ada risiko besar merusak organ lain selain paru-parunya.   

"Kami harus memilih apakah akan berhenti dan membiarkannya pergi, atau memaksakannya dan mencoba semua obat dan terapi yang mungkin, dengan risiko yang sangat tinggi merusak organ lain" kata Alfieri. 

Namun, perawat pribadi Paus Fransiskus, Massimiliano Strappetti, memerintahkan para dokter untuk mencoba segalanya dan tidak menyerah. 

Dorongan itulah yang membuat tim medis yakin bisa menyelamatkan Paus Fransiskus dan berhasil melakukan yang terbaik. Kendati demikian, Paus berusia 88 tahun itu masih membutuhkan banyak waktu pemulihan setelah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit pada Minggu (23/3/2025). 

Paus Fransiskus harus menjalani dua bulan masa pemulihan, mengingat ini adalah masa rawat inap terlama dan paling serius selama 12 tahun masa kepausannya.   

Selama masa pemulihan, Paus akan melaksanakan misa secara terbatas, menjalani terapi pernapasan, dan memakai kanula oksigen saat diperlukan.   

Sebagai langkah pencegahan, Kepala Negara Vatikan ini tidak akan memimpin audiensi umum mingguan pada Rabu. 

Doa Angelus hari Minggu pun kemungkinan akan dipublikasikan, bukan dibacakan langsung oleh Paus. 

Paus asal Argentina ini juga hanya menerima kunjungan dari orang-orang terdekatnya, tanpa ada pertemuan publik yang dijadwalkan.   

Kini kondisi Paus Fransiskus masih memerlukan pemantauan ketat. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com berjudul Paus Fransiskus Sempat Kritis, Dokter Hampir Menyerah 

Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved