Sabtu, 13 Juni 2026

Kredit Usaha Rakyat

Bank NTT Sediakan Rp 50 Miliar untuk KUR Pekerja Migran 

Alokasi itu berasal dari total alokasi KUR sebesar Rp 350 miliar yang disalurkan melalui Bank NTT pada tahun 2026. 

Tayang:
Editor: Ryan Nong
DOK.POS-KUPANG.COM
DIRUT BANK NTT - Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus saat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BANK NTT tahun 2025. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus mengungkapkan bahwa bank daerah tersebut menyiapkan alokasi dana sebesar Rp 50 miliar untuk disalurkan melalui program Kredit Usaha Rakyat bagi pekerja migran atau KUR Pekerja Migran.  

Alokasi itu berasal dari total alokasi KUR sebesar Rp 350 miliar yang disalurkan melalui Bank NTT pada tahun 2026. 

Charlie mengingatkan bahwa KUR bukan dana hibah, melainkan kredit usaha produktif yang wajib dikembalikan.

“Namanya Kredit Usaha Rakyat, jadi harus untuk usaha. Bukan untuk kebutuhan konsumtif. Ini bukan bantuan gratis,” ucap Charlie.

Baca juga: Bos Danantara Soal Pengambilalihan PNM untuk KUR: Secara Prinsip Kita Sama

Ia mengibaratkan KUR sebagai “doping” bagi pelaku usaha kecil agar mampu bertumbuh dan naik kelas, serta mengingatkan agar pelaku usaha tidak bergantung terus-menerus pada fasilitas tersebut.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur berkomitmen untuk mendorong optimalisasi penyaluran Kredit Usaha rakyat atau KUR di wilayah itu. 

Gubernur NTT Melki Laka Lena menyebut pemerintah pusat masih membuka peluang penambahan plafon KUR apabila daerah mampu menyerap alokasi yang tersedia.

“Kalau KUR yang sudah diberikan melalui perbankan itu habis dan memang dibutuhkan tambahan, pemerintah pusat siap menambah lagi. Kuncinya ada pada penyerapan di daerah,” kata Melki Laka Lena, Kamis (6/3/2026) dikutip dari KBRN.

Menurut Gubernur Melki, pemerintah daerah dapat membantu mengusulkan calon penerima KUR yang mengalami kendala akses, namun seluruh proses tetap harus melalui analisis perbankan.

Ia menilai potensi penyaluran KUR di NTT tahun ini dapat menembus lebih dari Rp3 triliun apabila seluruh lembaga perbankan bergerak optimal.

Gubernur juga memetakan empat persoalan utama UMKM di NTT, yakni akses modal, pendampingan usaha, literasi keuangan, dan akses pasar. Untuk memperkuat akses pasar, Pemprov NTT mendorong pemanfaatan NTT Mart sebagai etalase produk lokal yang gerainya sudah tersebar 22 kabupaten/kota se-NTT. (*)

 

Ikuti berita terbaru POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
Live
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved