Gempa di Flotim dan Lembata
Data Sementara Rumah Rusak Berat Akibat Gempa di Desa Labelen Kecamatan Solor Timur
Sementara itu, rumah warga yang mengalami keretakan dan berpotensi roboh di Desa Labelen mencapai puluhan bahkan ratusan unit.
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Kepala Desa Labelen, Salem Nurdin Lamahala membeberkan data sementara jumlah rumah rusak berat akibat gempa di Desa Labelen, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur (Flotim), NTT pada Kamis, 9 April 2026 pukul 00.17 WITA.
Ia menegaskan, sebanyak 5 rumah yang sebagian dinding roboh karena gempa semalam. Dinding rumah tersebut mengalami retak kemudian roboh setelah diguncang gempa susulan yang cukup besar.
"Saya sudah instruksikan rumah-rumah yang rusak berat itu untuk sementara jangan ditempati dulu," ujarnya.
Lima kepala keluarga tersebut, diminta untuk melakukan evakuasi sementara ke rumah keluarga. Tiga rumah di dusun I, satu rumah di dusun II dan satu rumah lainnya di dusun III mengalami rusak berat.
Baca juga: Gubernur NTT Perintahkan BPBD dan PU Beri Dukungan ke Flotim Imbas Gempa Bumi
Sampai detik ini tidak ada korban luka ringan, luka berat maupun meninggal dunia akibat gempa tersebut. Masyarakat sudah mengantisipasi hal ini lantaran sebelum terjadi gempa magnitudo 4,7 terjadi gempa-gempa dengan kekuatan kecil beberapa kali. Sebanyak 186 kepala keluarga yang berdomisili di Desa Labelen.
Lima rumah tersebut milik, Ado M. Songge, Syukur Ratip, Sulaiman Ratip, Fatma Sengaman dan Hasmi Abdullah.
Informasi terakhir, masih ada banyak rumah yang mengalami rusak berat, namun belum dilakukan pendataan menyeluruh akibat gempa susulan yang terjadi tanpa henti.
Sementara itu, rumah warga yang mengalami keretakan dan berpotensi roboh di Desa Labelen mencapai puluhan bahkan ratusan unit.
Warga setempat masih merasakan gempa susulan hingga Kamis, 9 April 2026 pukul 18.52 WITA. Gempa susulan terjadi sepanjang hari sejak gempa magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Kabupaten Flotim semalam.
"Yang saya catat itu jam 13.38 WITA, 14.00 WITA, 15.28 WITA, 15.58 WITA, 16.23 WITA,18.42 WITA dan terakhir 18.52 WITA itu gempa susulan. Ada yang cukup besar ada yang sudah mulai melemah guncangannya," ungkapnya.
Hingga saat ini, Pemdes Labelen menginstruksikan semua masyarakat untuk berada di luar rumah. Kendati semua kondisi bangunan belum dilakukan survei langsung untuk melihat kondisi yang dialami warga namun, informasi terkini hampir semua rumah mengalami retak.
Gempa susulan yang terjadi berkali-kali menjadi hambatan dilaksanakan pendataan. Pasalnya, semua masyarakat dihantui kepanikan.
Baca juga: Kades Labelen Kecamatan Solor Timur Ungkap Gempa Susulan Terjadi Hingga Saat ini
Sementara itu, Korban Gempa di Desa Labelen, Kecamatan Solor Timur (Soltim), Kabupaten Flores Timur (Flotim), NTT bernama Ado M. Songge mengatakan, semua masyarakat di Desa Labelen trauma beraktivitas di dalam rumah sejak gempa mengguncang wilayah tersebut pada Kamis, 9 April 2026 sekira pukul 00.13 WITA. Semua masyarakat hanya beraktivitas di luar rumah.
"Bahkan hampir semua masyarakat ambil nasi dan makan di luar rumah," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Rumah-Ado-roboh-akibat-gempa.jpg)