Rabu, 6 Mei 2026

Flores Timur Terkini

Akses Jalan di Enam Desa Sudah Terbuka Pasca Banjir Lahar Gunung Lewotobi 

Akses jalan enam desa di Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur yang putus total pasca banjir lahar dari Gunung Lewotobi Laki-laki sudah terbuka

Tayang: | Diperbarui:
POS KUPANG/PAUL KABELEN
Anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kecamatan Ile Bura, memantau jalan putus akibat tertimbun material banjir lahar dingin dari Gunung Lewotobi Laki-laki. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Akses jalan dari dan ke enam desa di wilayah selatan Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi NTT, yang putus total pasca banjir lahar dingin dari arah Gunung Lewotobi Laki-laki, Sabtu (22/3), sudah bisa diakses, Senin (24/3).

Untuk diketahui, pada Sabtu lalu,  jalan putus di tengah ancaman erupsi Gunung dengan status Level IV (Awas) itu menimbulkan masalah beruntun bagi Desa Nurabelen, Riangrita, Lewotobi, Lewouran, Lewoawan, dan Riangbaring.  

Warga enam desa ini sulit dievakuasi, apalagi terhadap pasien gawat darurat seperti ibu hamil, anak-anak, difabel, dan lansia. Sebab setelah terputus itu, tak ada akses jalan alternative kecuali melalui transportasi laut.

Pada Minggu (23/3), kadar lumpur tebal mencapai betis kaki orang dewasa. Disana, aroma belerang pun terasa menyengat.

Baca juga: Warga Terdampak Bersihkan Rumah Pasca Dilanda Hujan Material Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

Beberapa pengendara motor nekad menerobos meski nyaris terjatuh. Bhabinkamtibmas Ile Bura, Bripka Paulus Bura Hadjon, dan Babinsa Ile Bura, Lambertus Ruron, turun mengecek ke lokasi.

Informasi ini langsung diteruskan ke Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Asisten I Setda Flotim, Jack Arakian. 

Pembersihan material harus dilakukan secepat mungkin menggunakan alat berat sehingga memudahkan akses warga di enam desa tersebut.

"Kalau tidak dibersihkan, maka akses transportasi khususnya merujuk pasien warga enam desa tidak bisa sama sekali," kata Bripka Paulus.

Akses vital warga di Desa Nawokote, Kecamatan Wulanggitang juga putus total akibat banjir lahar. Dua jalur tersebut menjadi penghubung dari Ile Bura ke Wulanggitang. Warga terus berjibaku membersihkan dahan pohon yang tumbang. 

Anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kecamatan Ile Bura, memantau jalan putus akibat tertimbun material banjir lahar dingin dari Gunung Lewotobi Laki-laki.
Anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kecamatan Ile Bura, memantau jalan putus akibat tertimbun material banjir lahar dingin dari Gunung Lewotobi Laki-laki. (POS KUPANG/PAUL KABELEN)

Selain itu, rumah warga di Desa Nurabelen, Kecamatan Ile Bura, juga terendam banjir lahar dingin dari Gunung Lewotobi Laki-laki sejak Sabtu tengah malam. Ribuan jiwa termasuk para difabel dan ibu hamil juga terus diteror erupsi dari Gunung berstatus Level IV (Awas).

Kepala Desa (Kades) Nurabelen, Lambertus Bura Puka, meminta Pemda Flotim segera mengevakuasi warganya ke tempat aman.

Sebab, ancaman banjir serta erupsi susulan yang lebih parah bisa terjadi kapan saja. "Dengan melihat status gunung di Level Awas, kami mengharapkan agar masyarakat segera dievakuasi," katanya, Minggu.

Baca juga: Banjir dari Gunung Lewotobi Sasar Nurabelen, Kades Minta Warga Dievakuasi

Menurutnya, Desa Nurabelen termasuk lima desa lain di Kecamatan Ile Bura menjadi terisolasi lantaran jalannya tertutup material.

Pembersihkan sulit dilakukan secara manual karena adanya tumpukkan material berupa pasir hingga batu yang sangat padat. "Akses jalan ini harus dibersihkan dulu. Banyak warga Nurabelen masih di sini," sambungnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved