Selasa, 14 April 2026

Flores Timur Terkini

Kunjungan Sarat Makna Pegiat Literasi NTT, Thomas Sogen ke SMPN 1 Solor Barat

Menurut Thomas, konsistensi dalam menulis tidak hanya akan mengasah kemampuan, tetapi juga membuka jalan bagi seseorang dikenal luas. 

|
Editor: Dion DB Putra
FOTO KIRIMAN CYPRIANUS MORON
SMPN 1 SOLOR BARAT - Penulis dan pegiat literasi, Thomas Akaraya Sogen bersama para guru dan tenaga kependidikan di SMP Negeri 1 Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, Sabtu 11 April 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Pegiat literasi Thomas Akaraya Sogen berkunjung ke almamaternya SMP Negeri 1 Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, Sabtu 11 April 2026.
  • Thomas kembali ke almamaternya untuk berbagi inspirasi dan praktik baiknya dalam pergulatannya sebagai seorang penggerak literasi.
  • Dalam suasana yang hangat dan penuh antusiasme, pensiunan guru tersebut membagikan praktik baik sekaligus menumbuhkan semangat menulis.

 

POS-KUPANG.COM, SOLOR - Sebuah kunjungan singkat sarat makna terjadi di SMP Negeri 1 Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, Sabtu 11 April 2026.

Seorang alumni yang kini dikenal sebagai penulis dan pegiat literasi di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Thomas Akaraya Sogen, kembali ke almamaternya untuk berbagi inspirasi dan praktik baiknya dalam pergulatannya sebagai seorang penggerak literasi.

Sekolah yang dahulu bernama SMPK Sidhi Bakti sebelum beralih status menjadi negeri ini menjadi saksi awal perjalanan literasi Thomas A. Sogen.

Baca juga: Festival Bale Nagi Pentas Erupsi dan Teater Rosalia Sogen Hadirkan 42 Telent

Dalam suasana yang hangat dan penuh antusiasme, pensiunan guru, mantan kepala sekolah, dan pengawas SMP Kabupaten Kupang ini hadir di hadapan para guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik untuk membagikan praktik baik sekaligus menumbuhkan semangat menulis.

Dalam kisahnya, ia mengungkapkan bahwa kecintaannya pada dunia tulis-menulis telah tumbuh sejak masih duduk di bangku kelas II SMP (kini sebutannya kelas VIII). 

Inspirasi awalnya sederhana, namun bermakna. Thomas Sogen merasa wilayah Solor jarang sekali muncul dalam pemberitaan, khususnya di majalah Dian yang terbit di Kota Ende. Dari kegelisahan itulah, ia mulai menulis.

Tulisan pertamanya mengangkat peristiwa kunjungan para biarawan dan biarawati asal Solor ke stasi-stasi di pulau yang pernah populer sebagai penghasil kayu cendana ini. 

Naskah tersebut ia dikirimnya ke Ende melalui kantor pos, dan beberapa waktu kemudian, tulisannya berhasil dimuat dalam satu-satunya majalah di NTT kala itu. Momen itu menjadi titik awal perjalanan panjangnya sebagai seorang penulis.

Dalam pertemuan yang berlangsung kurang lebih satu jam itu, penulis buku Anak Kampung ke UGM tersebut menyampaikan pesan yang sederhana namun kuat: dan sarat makna. 

"Untuk menjadi penulis, seseorang harus mulai menulis tidak cuma berniat atau bermimpi saja,"  tukas putra Desa Karawatung, Kecamatan Solor Barat ini. Ia menekankan bahwa menulis tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. 

Dikatakannya, media sosial pun bisa menjadi langkah awal untuk berlatih menulis apa saja. Kunci utamanya adalah membangun kebiasaan: menulis, menulis, dan terus menulis.

Menurut Thomas, konsistensi dalam menulis tidak hanya akan mengasah kemampuan, tetapi juga membuka jalan bagi seseorang untuk dikenal lebih luas. 

"Menulis bukan sekadar keterampilan, melainkan juga sarana untuk menyuarakan identitas dan mengangkat cerita dari daerah sendiri," demikian pensiunan PNS yang sekarang bergiat sebagai editor sejumlah buku karya para guru di NTT ini.

Kehadiran Bapak Thomas Akaraya Sogen menjadi suntikan motivasi bagi seluruh warga sekolah. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved