NTT Terkini
Jelang HBKN Idulfitri dan Paskah 2025, BI NTT Beberkan Risiko Inflasi di Kabupaten Sikka
Agus menegaskan, Bank Indonesia NTT berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam pengendalian inflasi.
Penulis: Elisabeth Eklesia Mei | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri dan Paskah tahun 2025, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT menyampaikan adanya risiko inflasi untuk sejumlah komoditas di Kabupaten Sikka.
“Terdapat risiko inflasi untuk sejumlah komoditas menjelang HBKN khusus di Kabupaten Sikka seperti komoditas perikanan, telur ayam ras, bawang merah, dan minyak goreng,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Agus Sistyo Widjajati di Kupang, Selasa (18/3/2025).
Agus menjelaskan, menyikapi risiko tersebut, beberapa rekomendasi jangka pendek seperti peningkatan frekuensi pergelaran pasar murah, optimalisasi Kerjasama Antar Daerah (KAD) intra Provinsi, dukungan subsidi ongkos angkut, dan komunikasi efektif.
“Dalam giat pengendalian inflasi dalam menengah-panjang, penguatan produktivitas petani, peternak, dan nelayan perlu dilakukan, baik dengan bantuan dan bimbingan teknis, serta pembinaan pengelolaan keuangan Lebih lanjut, disampaikan bahwa Bank Indonesia NTT mendorong pembentukan Toko Pangan (Topan) yang memasok komoditas dengan harga sesuai HET/НАР,” ungkapnya.
Agus menegaskan, Bank Indonesia NTT berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam pengendalian inflasi.
Baca juga: Jelang Ramadan 2025, BI NTT Siapkan Strategi Pengendalian Inflasi
Yang mana, seluruh sinergi dan kolaborasi ini dilakukan agar inflasi tetap terjaga pada rentang target 2,5±1 persen.
“Data Badan Pusat Statistik menunjukkan komoditas perikanan tangkap menjadi penyumbang utama inflasi di Sikka, faktor iklim menjadi tantangan utama yang mengganggu aktivitas nelayan,” bebernya.
Menurut Agus, upaya yang bisa dilakukan adalah utilisasi cold storage dan perluasan budidaya perikanan guna meningkatkan ketersediaan pasokan, sekaligus diversifikasi pangan.
“Kami tengah mengembangkan demplot perikanan budidaya dan berupaya menjaga ketahanan pasokannya dengan cold storage di Kabupaten Kupang, ini akan sangat tepat jika bisa kita dapat bersinergi mereplikasi proses bisnis ini di Kabupaten Sikka,” ungkapnya.
Menurut dia, sinergi dan inovasi menjadi kunci pengendalian inflasi di Kabupaten Sikka, melalui percepatan pelaksanaan strategi jangka pendek dan jangka menengah panjang.
Sementara, lanjutnya, guna memperkuat peran belanja APBD dalam pengendalian inflasi, TP2DD Kabupaten Sikka percepat akselerasi digitalisasi transaksi pemerintah untuk meningkatkan PAD.
Baca juga: BI NTT Siapkan Rp 1,01 Triliun Uang Layak Edar Selama Ramadan dan Idulfitri 2025
“Pendapatan pajak dan retribusi Kabupaten Sikka pada tahun 2024 masing-masing sebesar Rp 27,38 miliar dan Rp 7,6 miliar, peringkat 4 dan 9 dari 38 kabupaten/kota di NTT,” bebernya.
Dia menambahkan, dengan bermitra dengan Bank NTT, Pemerintah Kabupaten Sikka akan berfokus pada percepatan implementasi Kartu Kredit Pemerintah.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sikka akan menindaklanjuti perjanjian kerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia terkait dengan digitalisasi kanal pembayaran pajak dan retribusi di Kabupaten Sikka.
“Kita harapkan pelaksanaan hal ini dapat mengakselerasi pendapatan PBB dan pajak resoran yang tengah tumbuh kuat di atas 35 persen (yoy), serta mendukung optimalisasi serapan retribusi seiring dengan peningkatan transparansi dan akuntabilitas dari proses digitalisasi,” pungkasnya. (mey)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.