Flores Timur Terkini

Korban Banjir di Adonara Tempati Rumah Meski dalam Keadaan Lumpur

Dia mengapresiasi gerak cepat Pemkab Flores Timur. Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran turun langsung ke Desa Duwanur.

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/PAUL KABELEN
BANJIR - Pondok Pesanter saat terdampak banjir di Desa Duwanur, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur, Jumat (14/3/2025 )malam. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Warga Desa Duwanur di Kecamatan Adonara Barat, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, sudah kembali ke rumahnya setelah dilanda banjir pada Jumat, 14 Maret 2025 kemarin.

Pada Senin (17/3/2025), sejak pagi hingga petang, warga bersama relawan masih membersihkan material. Alat berat dikerahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Flores Timur untuk normalisasi kali. 

Menurut warga setempat, Ibnu Hamzah (42), kondisi sekarang sudah kondusif. Material batu hingga lumpur masih tebal. Mereka kini sudah menginap di rumah masing-masing sekalipun masih dipenuhi lumpur.

"Besok masih lanjut pembersihan. Masyarakat sudah kembali ke rumah, masih ada rumah yang kondisinya berlumpur," kata Ibnu Hamzah.

Menurutnya, banjir setinggi 1 meter merendam empat rumah dan Pondok Pesantren Albara'ah Crowerian yang berada persis di bantaran kali. Siswa dan siswi pesantren masih diliburkan.

Baca juga: Akses ke Kecamatan Putus, Warga di Adonara Kumpul Uang Bangun Jembatan Darurat

Peristiwa banjir, katanya, sering terjadi hampir setiap tahun namun tak separah Jumat petang kemarin. Keadaan bertambah parah setelah bencana seroja.

"Sering banjir, meluap dari kali. Sekarang lebih parah, mulai alami tambah parah itu setelah bencana seroja pada tahun 2021 lalu," katanya.

Dia mengapresiasi gerak cepat Pemkab Flores Timur. Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran turun langsung ke Desa Duwanur.

"Pak Wakil Bupati datang, ada di sini dari pagi sampai malam," ungkapnya.

Ibnu Hamzah menambahkan, air meluar dari kali lantaran plat deker tersumbat dahan pohon hingga material batu. Warga bergotong-royong dibantu alat berat saat pembersihan material di kali.

"Besok masih lanjut, dekernya tersumbat jadi air meluap ke permukiman," jelas Ibnu Hamzah.

Sebelumnya, Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran, mengatakan pemerintah responsif dengan kondisi masyarakat yang terdampak. Alat berat terus dikerahkan untuk menormalisasi kondisi supaya masyarakat dapat beraktivitas.

"Paling kurang menormalisasi kondisi ini supaya bisa memberikan kenyamanan kepada masyarakat untuk beberapa hari ke depan," ujar Ignas, sapaannya.

Sementara, untuk pekerjaan konstruktif jangka panjang, kata Ignas, akan dihitung secara teknis oleh Dinas PUPR Flores Timur dan BPBD Flores Timur. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved