Berita Kota Kupang Terkini

Tas Rajut Temani Waktu Benyamin di Panti Sosial 

Benyamin Slamet juga mengatakan ia bisa menghabiskan waktunya untuk membuat tas rajut dan menghasilkan lima buah tas rajut.

Editor: Sipri Seko
POS-KUPANG.COM/ TARI RAHMANIAR ISMAIL
PANTI SOSIAL - Benyamin Slamet dan hasil keterampilan tas rajut di Panti Sosial Budi Agung Kupang. 

Laporan reporter POS-KUPANG.Com, Tari Rahmaniar Ismail

POS- KUPANG.COM, KUPANG -  Benyamin Slamet (77) merupakan pria lanjut usia yang tinggal di Unit Pelayanan Terpadu (UPTD) Panti Sosial Budi Agung di Jalan Rambutan Oepura, Kota Kupang.  Ia berasal dari Surabaya dan sudah menjadi anggota Panti selama 15 tahun dari tahun  2010. Sebelumnya ia menetap di Panti Sosial Kefa. 

"Kalau waktunya kosong saya membuat tas rajut dari benang wol, " ungkapnya saat diwawancarai POS- KUPANG.Com, Kamis 13 Maret 2025.

Benyamin Slamet juga mengatakan ia bisa menghabiskan waktunya untuk membuat tas rajut dan menghasilkan lima buah tas rajut. "Uangnya buat jajan bakso, atau beli jajan yang lain, " ungkapnya dengan dialek Jawa yang masih melekat. 

Meskipun usianya sudah tidak lagi muda tidak menjadi halangan bagi laki-laki yang berusia lanjut ini. Benyamin Slamet yang menempati Ruang Cempaka ini, sedang menunjukkan hasil kreativitasnya.

Adapun harga tas rajut yang dijual Benyamin dari Rp 25.000 sampai dengan Rp 100.000. Berbagai macam warna menarik dan fungsi yang dibuat Benyamin seperti tas untuk menyimpan HP, tas belanja, atau tas jalan. 

"Kadang laku, tapi selalu saya buat. Kalau gelang gratis, " ungkapnya singkat. 

Berdasarkan pantauan POS-KUPANG.COM, Unit Pelayanan Terpadu Daerah ( UPTD) Panti Lansia Budi Agung, memberdayakan para lansia dengan kegiatan keterampilan. 

Saat diwawancarai langsung seorang Pekerja Sosial , Filipus Nomleni (57) mengatakan hal ini biasa mereka lakukan diwaktu -waktu luang mereka. Terutama pada hari jumat, Sabtu dan Minggu.

"Kami disini untuk para lansia biasa mereka sering melakukan dan menunjukkan keterampilan mereka seperti merajut contohnya" kata Filipus.

Filipus Nomleni mengatakan hal ini biasa mereka lakukan diwaktu -waktu luang mereka. Terutama pada hari jumat, sabtu, dan Minggu.

"Para lansia mereka sering melakukan dan menunjukkan keterampilan mereka seperti merajut contohnya sehingga kami siapkan bahannya" kata Filipus. 

Filipus mengatakan harga tas rajut yang dibuat Benyamin laris dibeli oleh para pengunjung. " Kalau ada acara kumpul di Aula dia bisa dapat satu juta lebih dari hasil tasnya itu, nanti ada uang dia pakai beli makan, " ujarnya. 

Filipus berharap Benyamin beserta lansia lainnya tetap berkreatifitas membuat kerajinan agar terisi waktu mereka dengan produktif. (iar) 

 

Baca Berita POS KUPANG DI GOOGLE.NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved