El Tari Memorial Cup 2024

Pertandingan PS Malaka vs Persap Alor Dilanjutkan Tanpa Penonton. Skore Tetap 1-1

"Ada tiga keputusan yang kami ambil setelah berdiskusi dengan pihak tim Alor, tim Malaka, dan juga melibatkan Polresta Kupang Kota,"

Editor: Sipri Seko
POS-KUPANG.COM/YUAN LULAN
RAPAT ASPROV - Foto Bersama Persap Alor dan PS Malaka dengan Aasprocv PSSI NTT dan panitia Liga 4 ETMC NTT XXXIII 2024/2025 di Hotel Harper Kupang, Minggu 16 Maret 2025. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG –Asprov PSSI NTT melalui panitia penyelenggara Liga 4 NTT ETMC XXXIII 2024/2025 mengundang perwakilan dari Askab PSSI Alor, Askab PSSI Malaka, manajer serta pelatih tim Persap Alor dan PS Malaka untuk menghadiri rapat di Hotel Harper Kupang, Minggu 16 Maret 2025.

Undangan ini berkaitan dengan pertandingan antara PS Malaka melawan Persap Alor yang sebelumnya terhenti akibat kericuhan. Insiden tersebut dipicu ketidakpuasan pihak Persap Alor terhadap keputusan wasit, sehingga pertandingan tak kunjung terselesaikan. 

Rapat digelar  dengan tujuan mencari solusi terbaik agar kompetisi dapat berjalan lancar.

Sekretaris Jenderal Asprov PSSI NTT, Abdul Muis, yang ditemui usai rapat, mengungkapkan tiga poin penting yang disepakati dalam pertemuan tersebut. "Ada tiga keputusan yang kami ambil setelah berdiskusi dengan pihak tim Alor, tim Malaka, dan juga melibatkan Polresta Kupang Kota," ujarnya.

Pertama, pertandingan akan dilanjutkan pada Senin pagi, 17 Maret 2025, pukul 06.30 WITA, dengan menyisakan waktu 14 menit. 

Kedua, laga akan berlangsung dengan skor sementara 1-1 dan digelar tanpa penonton untuk menghindari potensi kericuhan lebih lanjut. 

Ketiga, kedua tim wajib melaksanakan pertandingan ini, dan jika tidak mematuhinya, sanksi akan diberikan sesuai Statuta PSSI. 

"Keputusan ini sudah disetujui kedua belah pihak," tegas Abdul Muis. 

Namun, keputusan tersebut ternyata tidak sepenuhnya memuaskan pihak Persap Alor. Asisten Manajer Persap Alor, Zadrak Y. Beda menyatakan kekecewaannya terhadap jalannya pertandingan sebelumnya.

"Keputusan tadi tidak memuaskan kami karena wasit terlihat curang. Di lapangan tidak ada pelanggaran, tapi wasit memutuskan memberikan penalti," ungkap Zadrak.

Ia menilai keputusan wasit tersebut merugikan timnya. Meski demikian, Zadrak menegaskan bahwa Persap Alor tetap menjunjung tinggi sportivitas. 

"Kami tetap support dan menerima keputusan Asprov. Kami siap melanjutkan 14 menit tersisa dengan skor 1-1, walaupun kami merasa kecewa," tambahnya.

Ia juga menyampaikan pesan keras terkait integritas perwasitan di NTT. "Kalau mau sepakbola NTT jadi baik, wasit-wasit seperti ini harus ditiadakan. Ini sudah seperti ada keterlibatan mafia sepakbola," tegas Zadrak. 

Pertandingan yang akan digelar Senin pagi menjadi sorotan penting bagi kelanjutan Liga 4 ETMC 2025. Asprov PSSI NTT berharap keputusan ini dapat menjadi jalan keluar yang adil demi menjaga marwah kompetisi, sementara pihak Persap Alor tetap berharap ada perbaikan kualitas perwasitan ke depannya. (uan)

 

Baca berita POS KUPANG lainnya di GOOGLE.NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved