Kepausan
Mengapa Paus Fransiskus Tak Pulang ke Argentina Sejak 2013?
Mengingat kondisi kesehatannya yang memburuk belakangan ini akibat pneumonia ganda, peluangnya mengunjungi Argentina menipis.
POS-KUPANG.COM, BUENOS AIRES - Mengapa Paus Fransiskus tak pernah mengunjungi Argentina sampai sekarang?
Pertanyaan ini terasa menggelitik bukan? Adalah fakta sejak terpilih sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma pada konklaf 2013, Paus Fransiskus belum pernah kembali ke Argentina, kampung halamannya.
Mengingat kondisi kesehatannya yang memburuk belakangan ini akibat pneumonia ganda, peluangnya mengunjungi Argentina menipis.
Paus Fransiskus, 88 tahun, berada dalam kondisi kritis akibat infeksi paru-paru.
Dua minggu perawatannya di Rumah Sakit Gemelli, Roma, menjadi masa rawat inap terpanjang dirinya selama menjadi paus dan menegaskan bahwa kondisi fisiknya semakin lemah.
Fransiskus telah melakukan lebih dari 45 perjalanan internasional selama masa tugasnya sebagai paus.
Dia merupakan paus pertama yang berkunjung ke Irak, Uni Emirat Arab, Myanmar, Makedonia Utara, Bahrain, dan Mongolia.
Sri Paus juga melakukan perjalanan terlama pada September 2024 yaitu ke Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste dan Singapura.
Namun, mantan uskup agung Buenos Aires itu tidak pernah kembali ke Argentina setelah terpilih sebagai paus 12 tahun lalu.
"Salah satu hal yang mengundang rasa ingin tahu dalam masa kepausannya adalah fakta bahwa, berbeda dengan para pendahulunya, Fransiskus tidak pernah mengunjungi tanah kelahirannya," kata Jimmy Burns, penulis biografi "Francis, Pope of Good Promise" (2015).
Menurut analisis Burns, Fransiskus tidak ingin terlihat berpihak pada kaum peronis yang condong ke kiri atau kaum konservatif dalam lingkungan politik Argentina yang terpolarisasi.
Peronis adalah para pengikut gerakan politik peronisme, yang berakar pada kebijakan dan kepemimpinan Juan Domingo Peren, presiden Argentina yang menjabat tiga kali (1946–1955, 1973–1974).
"Setiap kunjungan pasti akan dieksploitasi oleh satu pihak, dan tanpa disadari dia akan memperuncing perpecahan tersebut," kata Burns sebagaian dikutip Reuters.
Banyak orang di Argentina mengharapkan Fransiskus berkunjung ke negaranya tak lama setelah dia menjadi paus dan mengunjungi Brasil. Wacana perjalanan itu kembali mencuat tahun lalu.
Namun, dalam kedua kesempatan itu, kunjungan tersebut tidak pernah terwujud. Guillermo Marco, mantan juru bicara Paus Fransikus saat dia masih menjadi Kardinal Jorge Bergoglio di Buenos Aires, mengatakan kepada Reuters bahwa hal itu merupakan "kesempatan yang terbuang" bagi Argentina. Menurut dia, Fransiskus memiliki "jiwa tango" - merujuk pada musik dan tarian khas yang lahir dari sudut-sudut kota kota Buenos Aires.
| Paus Leo XIV Dapat Kejutan dari Umat Katolik Indonesia |
|
|---|
| Pesan Paus Leo XIV untuk Umat Katolik pada Masa Prapaskah: Mendengarkan dan Berpuasa |
|
|---|
| Paus Leo XIV: Semoga Suara Senjata Berhenti |
|
|---|
| Paus Leo XIV Serukan Tiga Hal Penting Mengenai Situasi Terkini di Gaza |
|
|---|
| Penghargaan dari GP Ansor Untuk Mendiang Paus Fransiskus Sudah Sampai di Vatikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/PAUS-FRANSISKUS-SERUKAN-PERDAMAIAN-SAAT-NATAL-87.jpg)