Breaking News
Rabu, 27 Mei 2026

Belu Bersinar

Ikut Mapenta Pemuda Katolik Belu, Tujuh Calon Anggota Tidak Lulus dan Batal Dilantik

Pemuda Katolik Komisariat Cabang Belu telah menutup rangkaian kegiatan Masa Penerimaan Anggota atau Mapenta

Tayang:
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Apolonia Matilde
POS-KUPANG.COM/AGUSTINUS TANGGUR
MAPENTA- Pemuda Katolik Komisariat Cabang Belu telah menutup rangkaian kegiatan Masa Penerimaan Anggota (Mapenta ) di Kapela Seminari TOR Lo'o Damian Atambua, Minggu (2/3/2025). 

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Pemuda Katolik Komisariat Cabang Belu telah menutup rangkaian kegiatan Masa Penerimaan Anggota (Mapenta).

Ini ditandai dengan prosesi pelantikan anggota baru Pemuda Katolik di Kapela Seminari TOR Lo'o Damian Atambua pada Minggu (2/3/2025).

Prosesi pelantikan dirangkai dalam perayaan ekaristi yang dipimpin Ketua Kerawam Keuskupan Atambua, RD. Gregorius Dudi, Pr, yang sekaligus Pastor Moderator Pemuda Katolik Kabupaten Belu.

RD. Gregorius Pr, didampingi dua rekan pastor konselebran, RD. Julius Fransiskus Xaverius Bonlay, Pr, selaku Pastor Moderator Komda Pemuda Katolik NTT dan RD. Kristo Oki, Pr, selaku Co-moderator Pemuda Katolik TTU.

Prosesi pelantikan dihadiri oleh Ketua Pemuda Katolik Komda NTT, Yuvensius Tukung dan sekretaris, Alexander Tamonob dan para senior alumni Pemuda Katolik tingkat wilayah se-Keuskupan Atambua.

Dalam prosesi ini, tujuh orang peserta dinyatakan tidak lulus dan batal dilantik sebagai Kader Pemuda Katolik.

Hal ini disampaikan dalam pengumuman saat pelantikan oleh Petrus Bria Seran selaku Ketua Dewan Penasehat.

"Setelah mencermati, membahas dan menilai semua aspek kelayakan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan sebagai standar proses pendidikan kader maka telah diputuskan tujuh orang calon anggota baru dinyatakan tidak lulus dalam proses pendidikan dan tidak layak untuk dilantik sebagai Kader Pemuda Katolik," tegasnya ketika membacakan surat keputusan sebelum pengambilan sumpah janji sebagai calon anggota Pemuda Katolik.

RD. Gregorius Dudi, Pr, dalam khotbahnya, mengutip Injil Lukas 6: 39 - 45, mengatakan, yang diucapkan mulut harus meluap dari hati. Itu menegaskan pentingnya kaum muda membangun kesadaran hidup merasul awam.  

Sebagai pengikut Kristus, kata RD. Gregorius, Pemuda Katolik telah dipersiapkan untuk membawakan perutusan.

"Sebagai pengikut Kristus, kamu harus tetap hidup dengan bersumber dari hidup Kristus sendiri yaitu Firman Allah sebagai sumber kekuatan. Buah yang baik adalah gambaran pohon yang baik. Artinya, buah yang baik adalah indikator dari pohon yang baik,” sebut dia.
 
Setidaknya ada tiga tugas sebagai standar kualitas jika merujuk pada firman Allah yang baru saja didengarkan dalam perayaan misa.

Tugas pertama, adalah bahwa kader Pemuda Katolik harus berperan sebagai penuntun jalan bagi banyak orang.

“Untuk itu, kita jangan jadi orang buta. Bagaimana bisa orang buta menuntun orang buta?" tegas RD. Gregorius, dalam khotbahnya.      

Yang kedua, sebagai murid Yesus, seorang kader Pemuda Katolik harus memiliki sikap tahu diri, mengenal apa yang menjadi kekurangan di dalam dirinya.

“Pribadi kita harus berani dikoreksi. Bukan kita sibuk mengoreksi diri orang lain,” kata dia.

Ketiga, sebagai pengikut Kristus, kader Pemuda Katolik harus bersekutu dengan Allah. Allah adalah sumber kekuatan.

“Kita harus terus membangun kedekatan hubungan dengan Allah. Yakinlah kalau kita hidup bersama Allah maka tidak ada perjuangan dan upaya yang sia - sia. Di dalam diri kader Pemuda Katolik tidak ada kata ragu-ragu untuk maju dan terus berjuang,” sebut dia.

Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah NTT, Yuvens Tukung, ketika diminta tanggapannya terhadap tujuh calon anggota yang tidak lulus di dalam proses pendidikan kaderisasi Pemuda Katolik, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas ketegasan yang diambil oleh panitia, SC dan pengurus, bersama dengan dewan pembina dan dewan penasehat.

“Kita harus memulai disiplin dari hal yang kecil dan harus dari dalam Pemuda Katolik sendiri. Ketegasan ini menunjukkan bahwa menjadi kader Pemuda Katolik tidaklah mudah, semudah kita memilih untuk bergabung atau tidak,” ungkap Yuvens.

Pemuda Katolik, lanjut dia, menggembleng kadernya karena memang sadar akan tanggung jawabnya yang amat besar dalam membangun gereja dan negara (tanah air).

“Terlalu besar tugas dan tanggung jawab yang kita emban. Sadar akan hal itu, penting bagi setiap kader yang dibentuk untuk terlatih dalam segala aspek kemampuan,” tegas dia.
       
Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Kabupaten Belu, Yohanes Don Bosco Bere Loe menyampaikan, khusus di Belu Pemuda Katolik terus berusaha menjaga tradisi yang telah diwariskan oleh para pendahulunya seperti para senior dan alumni.

“Kita tidak bicara kuantitas tetapi fokus pada pembinaan kualitas kader. Makanya kenapa kami setiap kali melakukan perekrutan kader selalu dibatasi,” tegas Yohanes Don Bosco.

Dia mengatakan, peserta Mapenta sedikit lebih banyak dari standar biasanya, karena melibatkan utusan dari Kabupaten TTU, Kabupaten TTS dan kabupaten Malaka.

“Tetapi tetap kita batasi supaya prosesnya berjalan seefektif mungkin serta hasilnya diperuntukkan bagi gereja dan bangsa di masa depan, termasuk untuk kemajuan pembangunan kabupaten Belu sendiri,” pungkas Yohanes. (gus)  

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

 


 
 
 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved