Rote Ndao Terkini
Warga Jangan Panik, Ini Alasan Pemadaman Bergilir di Rote Ndao NTT
Soal cuaca ekstrem, PLN Rote siapkan tim gerak cepat dengan masa siaga saat ini, pelayanan PLN Rote dimaksimalkan 24 jam.
Penulis: Mario Giovani Teti | Editor: Rosalina Woso
Dengan kondisi saat ini, Dwi memohon dukungan dari masyarakat Rote Ndao untuk bijak menggunakan listrik sementara ini. Semisal bijak dalam hal perangkat yang tidak sedang digunakan bisa dimatikan sehingga membantu PLN supaya bensin tidak dibakar lebih banyak lagi.
"Kemudian contoh yang paling sering dipakai seperti AC, kulkas, cas HP, biasa habis pakai tinggal colok-colok saja ditinggal. Mungkin perangkat-perangkat itu dimatikan dulu sampai bahan bakar kita kembali ready," ucap Dwi.
"Ketika sudah ada informasi bahwa kapal bisa berlayar, kita perlu mengucap syukur, sembayang. Kita semua di sini cuma bisa bawa dalam doa saja. Jadi untuk kapal, kita juga berharap sama-sama bisa segera bersandar kembali. Kami menyampaikan permintaan maaf atas kondisi ini. Jadi bukan memang kita punya niat atau mau. Ya kalau kita mau, kalau dapat izin saja, kapten kemarin sudah bilang, pak, kalau kami dapat izin saja, kami bersandar, berlayar. Itu dia statement begitu di kami. Kami juga tidak bisa berkata-kata, kapten sudah bilang begitu, hanya perizinan kan kaitannya dengan legalitas. Kalau kapten tetap paksa, berarti kan ilegal," sambung dia.
Jika kapal dipaksa berlayar tanpa surat izin, Dwi katakan, berpotensi yang lebih tidak baik lagi. Seperti, celaka tidak dipertanggungjawabkan, kemudian disorot, bagaimana perizinannya. Malah semua yang akan disalahkan.
"Kalau kapal sudah disita dan segala macam, kita ambil kapal dari tempat lain, makan waktu lagi. Makanya kami tidak mau ambil sikap seperti itu. Terus mekanisme kebijakan yang dilakukan dengan pemadaman ini, awalnya kita sempat mensimulasikan padam total. Tetapi setelah kita koordinasi dengan Forkominda, teman-teman pimpinan di daerah, termasuk Polres, TNI, dan sebagainya. Kemudian teman-teman pemerintah daerah katakan bahwa ternyata ada hal-hal yang memang kita harus pertimbangkan," ungkap Dwi.
"Nah kita oke, listriknya mungkin bisa mati hidup, tetapi komunikasi jangan sampai hilang. Nah kita tahu, tower ini bukan cuma di satu lokasi saja. Di setiap jalur ada tower. Ini yang kami harus pertimbangkan, kali bagi, kenapa pemadaman ini bergilir, bukan yang satu wilayah saja yang mati terus. Ya selain untuk keadilan, supaya sama rata pemakaian listriknya, tapi untuk itu juga, tetap adanya suplai komunikasi. Tower-tower ini kita butuh energi listrik agar bisa kita berikan laporan ke Kupang. Mereka (PLN Kupang) tahu posisi kita seperti apa," lanjutnya.
Dwi mengungkapkan, syukur-syukur ada masyarakat yang punya starlink serta genset di rumah, makan suplai komunikasinya tidak terputus. Tapi Dwi juga memonitor, ternyata SPBU sudah mulai direm untuk pembelian bahan bakarnya jika beli dengan kapasitas yang cukup banyak.
"Jadi untuk status kita saat ini sudah ada sedikit harapan. Saya bilang sedikit harapan karena dari BMKG Kupang sudah merilis ketinggian ombak untuk ke arah Rote yaitu di 0,5 sampai dengan 2,5 meter. Dengan ketinggian seperti itu, harusnya ini menjadi salah satu syarat untuk kapal boleh berlayar. Saat ini tim kami di Kupang juga lagi pendekatan dengan teman-teman KSOP di Kupang untuk meminta surat izin berlayar.
Semoga kita dapat," cetus Dwi.
Sembari menunggu kepastian sampai kapal benar-benar datang, diterangkan Dwi, secara Unit Layanan, pihaknya akan melaksanakan hal yang seoptimal mungkin yaitu dengan pemadaman bergilir.
Dwi juga mengatakan, pihaknya meminta maaf apabila terjadi pemadaman yang mengganggu aktivitas kenyamanan dan mungkin meresahkan.
"Tanpa keterbukaan informasi ini, nanti masyarakat mengandai-andai. Karena saya juga pernah dapat informasi bahwa kami dicurigai adanya transaksi ilegal terkait BBM. Nah ini sebenarnya lucu saja sih mendengar berita itu. Namanya orang-orang yah kita tidak ketahui. Kita kan tidak tahu pemikirannya seperti apa. Yang jelas kami selaku petugas jasa pelayanan kami minta maaf setinggi tingginya atas pemadaman ini," tutur Dwi.
"Atas ketidaknyamanan yang dialami, kami juga meminta dukungan karena kami ini insan manusia biasa. Kita juga berjuang dalam hal menjaga kelistrikan, minimal dengan kami diberikan cukup semangat atau doa saja itu membuat kami energinya lebih bertambah. Udah capek, ketika ada energi yang masuk itu kita kayak superman begitu. Bahkan saya tidak pulang ke rumah, saya tidur di kantor agar selalu siaga," sambungnya.
Cara Menyampaikan Aduan kepada PLN
Pada dasarnya, kata Dwi, semua lembaga ataupun institusi manapun memiliki box atau tempat penampungan informasi.
"Khusus PLN, kita memiliki media resmi yang pertama untuk informasi, baik itu keluar dan masuk melalui aplikasi PLN Mobile," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Manager-ULP-PLN-Rote-Ndao-Dwi-Prasetya-Utomo.jpg)