Manggarai Timur Terkini
Jual Prodak Jamu Herbal, UMKM Liwut Sari Manggarai Timur Raih Omset Hingga Rp 8 Juta Sebulan
kekhasiatan dari bahan herbal ini, menjadi motivasi dasar bagi kelompok Liwut Sari untuk menciptakan prodak olahan berbahan herbal tersebut.
Penulis: Robert Ropo | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo
POS-KUPANG.COM, BORONG - Kelompok Pelaku Usaha Mirko Kecil dan Menengah atau UMKM Liwut Sari, Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur meraih omset hingga Rp 8 juta/bulan dari jualan jamu herbal prodak sendiri.
Ketua Kelompok UMKM Liwut Sari, Rosalia Nganus, S.Pd, menyampaikan itu kepada TRIBUNFLORES. COM, Rabu 12 Februari 2025.
Rosalia menerangkan, kelompok UMKM Liwut Sari saat ini sudah berusia hampir mencapai 9 tahun atau berdiri pada tanggal 16 Maret 2017 lalu dengan beranggotakan 6 orang. UMKM Liwut Sari mempunyai prodak jamu herbal yaitu Sari temulawak, sari jahe merah, sari kunyit, beras kencur, masker kecantikan, dan kunyit asam.
Prodak-prodak ini dibuat dengan menggunakan bahan baku dari tanaman herbal berupa temulawak, kunyit, jahe, kencur, daun pandan, dan kayu manis. Bahan-bahan ini, tidak dibeli, melainkan diambil dari hasil budidaya sendiri yakni di kebun milik ketua kelompok dan juga kebun kelompok.
Baca juga: Bibit Siklon di Australia, Prakiraan BMKG di Manggarai dan Manggarai Timur Hujan dan Petir Hari Ini
Rosalia juga menerangkan, khasiat dari sari temulawak yakni meningkatkan nafsu makan, lambung, hepatitis, darah tinggi, menurunkan kadar kolesterol, mengatasi gangguan pencernaan, pernafasan, batu empedu serta meringankan ambeyen.
Sedangkan kasiat sari jahe untuk meningkatkan daya tahan tubuh, batuk, pilek,menghangatkan badan, melancarkan peredaran darah, gangguan fungsi ginjal, asam urat, dan paru-paru. Khasiat sari kunyit untuk penghilang gatal, radang gusi, obat radang selaput mata, obat sesak nafas, sakit perut serta analgetia.
Rosalia mengaku, kekhasiatan dari bahan herbal ini, menjadi motivasi dasar bagi kelompok Liwut Sari untuk menciptakan prodak olahan berbahan herbal tersebut.
"yang memotifasi kami, yang paling pertama begitu banyak masyarakat yang belum tahu manfaat dari tanaman herbal untuk kesehatan yaitu temulawak, jahe, kunyit, kencur, kayu manis. Dari situlah kami mulai merintis usaha di bidang jamu herbal ini," ujarnya.
Selain itu, memotivasi Liwut Sari untuk menciptakan prodak jamu herbal ini juga sebagai mata pencaharian mereka untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup rumah tangga termasuk membiayai pendidikan anak-anak mereka.
"Selain itu usaha jamu herbal sebagai mata pencaharian kami untuk bisa menghasilkan uang untuk bisa menutupi kebutuhan rumah tangga sampai membiayai pendidikan anak-anak hingga anak-anak kami bisa melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Gaja Mada (UGM),"ujar Rosalia.
Rosalia juga mengaku kini permintaan konsumen atas prodak-prodak mereka itu semakin meningkat. Satu bulan bisa menghasilkan omset Rp 7 sampai Rp 8 Juta.
"Kami pasarkan dengan menjual ke kantor-kantor, memanfaatkan moment pameran atau acara-acara besar pemerintahan, jual di kios, dan lain sebagainya. Pokoknya lihat dengan momen. Permintaan pembeli atas prodak-prodak kami kini semakin meningkat,"Ujar Rosalia.
Meski demikian, aku Rosalia, dalam menjalankan usaha, Liwut Sari juga mengalami banyak kendala yang dihadapi seperti keterbatasan modal usaha, kemasan prodak, laptop, etalase untuk pemasaran dan sejumlah persoalan lain.
Kepala Bidang Industri, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Manggarai Timur, Adi Ompor, menyampaikan apresiasi kepada kelompok Liwut Sari yang merintis usaha dengan prodak-prodak jamu herbal yang kini semakin berkembang. Tugas Bidang Industri Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM hanya mendukungnya dengan harapan UMKM-UMKM bisa berkembang dengan tujuan untuk mensejahterakan ekonomi anggota kelompok itu sendiri.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.