Manggarai Timur Terkini

Pasangan Lansia Asal Benteng Rampas Manggarai Timur NTT Puluhan Tahun Rawat Anak Disabilitas

Dindingnya terlihat berlubang-lubang dimakan rayab disebabkan faktor usia. MCK juga jauh dari kata layak.

Penulis: Robert Ropo | Editor: Rosalina Woso
zoom-inlihat foto Pasangan Lansia Asal Benteng Rampas Manggarai Timur NTT Puluhan Tahun Rawat Anak Disabilitas
POS-KUPANG.COM/HO-EJHI
PASANGAN LANSIA - Longginus Jarut (72) ayah dan Sebina Enggi (67) ibu, sepasang Lansia asal Kampung Bobo, Desa Benteng Rampas, Kecamatan Lamba Leda Timur sedang merawat anak mereka Rensiana Nir yang disabilitas, Selasa (11/2/2025)

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, BORONG - Kisah pilu sepasang Lansia berstatus suami istri puluhan tahun merawat anak gadis mereka yang disabilitas di Kampung Bobo, Desa Benteng Rampas, Kecamatan Lamba Leda Timur. 

Keduanya adalah Longginus Jarut (72) ayah dan Sebina Enggi (67) ibu. Hidup dengan  keterbatasan ekonomi, keduanya tetap tabah untuk menjaga dan merawat anak mereka Rensiana Nir mengalami lumpuh sejak kecil yang kini sudah memasuki usia ke 29 tahun.

Selain lumpuh, Rensiana juga mengalami gizi buruk sehingga pertumbuhannya tidak wajar seperti orang biasanya. Dia hanya bisa mengerang. Untuk berkomunikasi pun tidak bisa. 

Kondisi ekonomi yang pas-pasan, membuat keluarga ini hanya merawat anak mereka dengan seadanya. Kesulitan biaya untuk hidup sehingga tak pernah sekalipun mereka membawa anak ini untuk berobat ke rumah sakit.

Baca juga: Sudah Dua Minggu, Lalu Lintas Lewurla-Lempang Paji Elar Selatan, Manggarai Timur Lumpuh Total 

Rumah yang mereka tinggal pun kini sudah reyot. Dindingnya terlihat berlubang-lubang dimakan rayab disebabkan faktor usia. MCK juga jauh dari kata layak. 

Sebina, ibu Rensiana bekerja sebagai ibu rumah tangga juga buruh serabutan. Sedangkan ayahnya Longginus hanya mengurus lahan dan buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak pasti. Adapun tanaman komoditi di kebun mereka itu pun hasilnya tak seberapa hanya untuk menyambung hidup. 

Longginus kepada POS-KUPANG.COM, Selasa 11 Februari 2025, mengaku, dulu ada petugas kesehatan datang melihat kondisi Rensiana. Mereka juga menginginkan untuk membawa anak mereka ke rumah sakit dengan dokter yang layak untuk mendapatkan pengobatan yang baik. Namun karna keterbatasan biaya terpaksa anaknya dirawat dirumah saja. 

"Dulu pernah ada petugas kesehatan datang melihat kondisinya dan memberi obat. Dan kami juga punya niat yang besar demi kesembuhan anak kami tetapi karena tidak ada biaya, akhirnya anak ini dirawat di rumah saja dengan obat seadanya termasuk obat kampung. Kami hanya pasrah pada Yang Maha Kuasa Saja,"ujarnya.

Sebina ibu Rensiana juga menambahkan, mereka tidak membawa Rensiana berobat di rumah sakit, sebab tak punya biaya. Untuk memperoleh makan sehari-hari saja agak sulit.

Mana lagi untuk makan anaknya hanya makan nasi saja bercampur air. Rensiana kadang tidak bisa mengunyah sehingga nasinya harus dihaluskan. Untuk kami orang tuanya kadang harus makan jagung untuk menyambung hidup. 

"Kami ikhlas merawat anak kami. Untuk makan sehari-hari anak kami hanya bisa makan nasi yang sudah di haluskan, kalau yang kasar dia kadang sangat susah mengunyahnya. Saya kadang merasa lelah, namun karna sayang anak terpaksa apapun itu harus kami lakukan,"ujar Sebina dengan berlinang air mata. 

Karena itu Longginus dan Sebina berharap agar ada uluran tangan kasih kepada pemerintah maupun orang-orang baik yang mau melihat kondisi serta mau menolong mereka termasuk anak Rensiana. (rob) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved