Manggarai Timur Terkini

Sudah Dua Minggu, Lalu Lintas Lewurla-Lempang Paji Elar Selatan, Manggarai Timur Lumpuh Total 

melakukan evakuasi material longsor di titik lomgsor Liur, setelah selesai evakuasi material longsor di tanjakan Wolo Belang. 

Penulis: Robert Ropo | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-HERMAN AGAS
TANAH LONGSOR -Tanah longsor yang menutupi badan jalan Lewurla-Lempang Paji, Kecamatan Elar Selata, Rabu (5/2/2025) belum dievakuasi saat ini. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, BORONG - Itensitas curah hujan yang tinggi di wilayah Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, mengakibatkan terjadi tanah longsor di sejumlah titik di sepanjang jalan Lewurla-Lempang Paji. Dampaknya arus lalu lintas di ruas jalan kabupaten itu lumpuh total. 

Lumpuhnya lalu lintas di ruas jalan itu dudah berlangsung dua minggu atau 13 hari sejak terjadi longsor besar di titik tanjakan Wolo Belang, Desa Wae Rasan, dan Liur, Kelurahan Lempang Paji, Selasa 28 Februari 2025.

Kini untuk titik longsor di Wolo Belang sudah dievakuasi dan saat ini sedang dalam proses evakuasi di titik longsor Liur oleh PT Indoraya Jaya Perkasa. 

Kemudian, pada tanggal 5 Februari 2025 kemarin, kembali terjadi tanah longsor pada dua titik yang berbeda tepatnya di dekat SDI Kigit, Kampung Kigit, Kelurahan Lempang Paji Elar Selatan, pada Rabu 5 Februari 2025 kemarin.

Baca juga: Jalan Kisol-Nanga Rawa Manggarai Timur NTT Rusak, Titik Terberat Wae Rua

Longsor di dua titik ini memperpanjang kelumpuhan arus lalu lintas di ruas jalan strategis Kabupaten yang menghubungkan wilayah Elar dan Elar Selatan itu.

Camat Elar Selatan Herman Agas,  ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Minggu 9 Februari 2025 mengatakan, untuk dua titik longsor di Kigit sama sekali belum digusur materialnya yang menutupi badan jalan.

Saat ini PT Indoraya Jaya Perkasa masih melakukan evakuasi material longsor di titik lomgsor Liur, setelah selesai evakuasi material longsor di tanjakan Wolo Belang. 

Ia mengatakan, dirinya juga berkoordinasi dengan PT tersebut untuk meminta bantuan mengevakuasi material longsor pada dua titik di Kigit itu, namun perusahaan menghadapi kendala tidak ada BBM jenis solar.

"Jadi belum mulai digusur, kita lihat perkembangan besok, karena BBM berupa Solar habis," Ujar Herman. (rob) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved