Kabupaten Kupang Terkini
Jembatan Termanu Amfoang Barat Daya Putus Total, Empat Kecamatan Terisolir
Sementara dalam surat terbuka yang dilayangkan masyarakat Amfoang meminta agar pemerintah segera melihat kondisi mereka.
Penulis: Yohanes Alryanto Tapehen | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS KUPANG.COM- Ryan Tapehen
POS KUPANG.COM, OELAMASI - Jembatan Termanu di Kecamatan Amfoang Barat Daya yang menghubungkan empat kecamatan di pesisir Utara Kabupaten Kupang putus total pada Jumat 31 Januari 2025 sore.
Putusnya jembatan ini karena tak kuat lagi menahan gempuran derasnya arus sungai akibat banjir dimana sebelumnya sudah mulai miring pada Maret 2024 lalu.
Salah satu warga Amfoang, Jecky Taneo, Sabtu 1 Februari 2025 mengatakan jembatan ini putus total pada Jumat 31 Januari 2025 sekitar pukul 17.30 Wita dimana saat itu sedang banjir.
"Putus Total kemarin sore, kami juga kesulitan karena jembatan putus, listrik padam dan jaringan komunikasi hilang total, kami terisolasi sekarang," ungkap Taneo.
Baca juga: Cuaca Buruk, Puluhan Rumah Warga Desa Oebelo Kabupaten Kupang NTT Terendam Banjir
Akibatnya mereka saat ini terisolir karena dua jembatan penghubung Termanu dan Kapsali tak bisa digunakan lagi.
Sementara dalam surat terbuka yang dilayangkan masyarakat Amfoang meminta agar pemerintah segera melihat kondisi mereka.
Pasalnya jembatan infrastruktur jembatan yang selama ini mereka gunakan sudah putus total.
Selain itu tumbangnya tiang listrik di tepi sungai Kapsali menambah derita mereka akan kebutuhan penerangan dan listrik.
Hilangnya jaringan telekomunikasi juga memperparah keadaan mereka dimana hubungan dengan dunia luar terputus dan mereka akan kesulitan melaporkan bila ada kejadian darurat disana.
Mereka berharap Pemerintah melihat semua persoalan mereka dan memberikan solusi terbaik jangka pendek agar situasi yang mereka hadapi saat ini segera teratasi.
Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Kupang, Tome Da Costa mengakui wilayah Amfoang sangat membutuhkan infrastruktur yang memadai.
DPRD Kabupaten Kupang juga terus mendorong pemerintah agar menyelesaikan hal ini terutama dibawah kepemimpinan Bupati Yos Lede dan Gubernur Melki Laka Lena.(ary)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.