Kabupaten Kupang Terkini

Ini Kata DPRD Kabupaten Kupang Soal Jembatan Penyebab Banjir Oebelo 

sudah seharusnya diperbesar agar jalur air pembuangan menjadi lancar dan tidak menimbulkan banjir lagi. 

Penulis: Yohanes Alryanto Tapehen | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RYAN TAPEHEN
LUAPAN BANJIR- Luapan banjir di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang aJumat (31/1/2025). Banjir terjadi akibat jembatan yang tersumbat material 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM- Ryan Tapehen 

POS KUPANG.COM, OELAMASI-Tersumbatnya jembatan Oebelo yang menjadi batas Desa Oebelo dan Desa Tanah Merah kecamatan kupang tengah menjadi penyebab banjir yang sering terjadi di wilayah tersebut. 

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kupang, Tome Da Costa, Sabtu 1 Februari 2025 mengatakan sejak tahun 2014 lalu dirinya sudah berjuang agar jembatan tersebut direhabilitasi dengan diperbesar agar tidak terjadi penyumbatan. 

Kala itu mereka berdialog bersama dengan masyarakat di Desa Tanah Merah dan Oebelo agar mereka sedikit tanah mereka agar normalisasi sungai bisa dilakukan. 

Sebab pemerintah juga sudah berkoordinasi dengan BPJN Untuk rehabilitasi jembatan itu, namun masyarakat disana enggan merelakan tanah mereka. 

Baca juga: Cuaca Buruk, Puluhan Rumah Warga Desa Oebelo Kabupaten Kupang NTT Terendam Banjir

Upaya persuasif kembali dilakukan tahun 2019 lalu namun ditolak oleh masyarakat dengan alasan nanti mereka akan menjadi korban kalau lahan pertanian mereka akan rusak. 

"Kita minta mereka relakan tanah sedikit nanti kita perlebar alur airnya dan kita pasang Bronjong tapi mereka tidak mau, laku tarik ulur terus sampai kemarin banjir dan kejanggalannya seperti yang kita lihat," ungkap Tome. 

Kata dia jembatan itu sudah seharusnya diperbesar agar jalur air pembuangan menjadi lancar dan tidak menimbulkan banjir lagi. 

"Sebenarnya jembatan sudah lama jadi tapi keinginan masyarakat mau menikmati air ya sudahlah. Sekali lagi saya minta masyarakat Oebelo supaya relakan tanah sedikit supaya jembatan kita kasi besar dan kalau sudah baik saya yakin tidak ada banjir lagu," kata Tome. 

Meskipun demikian dia juga tetap menyampaikan rasa prihatin dengan Masyarakat terdampak dan meminta mereka menjaga diri dan waspada hujan lebat dan banjir. 

Sehingga bila ada tanda-tanda banjir bisa segera mengungsi ke rumah terdekat hingga situasi membaik baru kembali ke rumah. 

Terhadap sejumlah brbcatdi kabupaten Kupang yang dilaporkan oleh pemerintah dirinya meminta agar segera ada tindak lanjut tanggap darurat sehingga kondisi masyarakat bisa diperhatikan. 

"Sebagai wakil ketua 1 saya sangat prihatin akan itu dan separuh jembatan sudah terbongkar tapi pemerintah akan selesaikan dengan baik karena sudah diperhatikan pemerintah tapi butuh waktu jadi saya minta kita semua jaga diri, untuk adik-adik lebih baik tidak usah sekolah dulu tidak apa-apa nanti sudah tidak banjir baru sekolah lagi," tutup Tome. 

Sementara dari laporan BPBD Kabupaten Kupang per tanggal 31 Januari 2025 malam ada 6 kecamatan yang terdampak banjir yakni, Kupang Tengah, Kupang Timur, Sulamu, Fatuleu Barat, Amfoang Barat Barat Laut, dan Amfoang Utara dengan dampak pada Pemukiman warga dan fasilitas umum. 

Akibat banjir ini juga dilaporkan satu warga desa Naitae Kecamatan Fatuleu Barat ditemukan meninggal usai terseret banjir sungai Siumate.(ary)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved