Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Jumat 31 Januari 2025, Allah Bekerja dalam Kesunyian
meski pelan tapi pasti dan pertumbuhan itu membawa pada kehadiran pribadi yang menenteramkan bagi yang lain.
Oleh : Pastor Jhon Lewar SVD
POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Jumat 31 Januari 2025, Allah Bekerja dalam Kesunyian
Biara Soverdi St. Yosef Freinademetz, STM Nenuk Atambua Timor
Peringatan Wajib Santo Yohanes Bosco
Lectio: Ibrani 10:32-39; Mazmur37:3-4,5-6,23-24,39-40;
Injil : Markus 4:26-34
Meditatio:
Menjadi populer, tenar dan disanjung adalah godaan zaman now. Secara rohani, disebut narcisme spiritual. Kemajuan pesat teknologi informasi dan komunikasi memudahkan dan memanjakan orang untuk mengunggah atau upload apa saja yang kita inginkan.
Positifnya adalah berita atas peristiwa apa saja yang perlu direspon cepat dapat disiarkan secara langsung.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 30 Januari 2025, Pelita Bagi Kakiku dan Terang Bagi Jalanku
Negatifnya adalah orang bisa disibukkan pada diri sendiri tanpa mengutamakan sekitar yang perlu mendapat
perhatian pertama. Di samping itu, kemudahan tersebut bisa menyemarakkan hoax.
Di balik itu semua adalah hasrat untuk tenar, populer dan mendapat sanjungan. Parahnya adalah hasrat tersebut merambah masuk ke ruang-ruang spiritual, menjadi narcisme spiritual. Orang merasa puas diri dengan kebaikankebaikan yang telah dibuat, tanpa disadari motivasi dangkal yang menggerakkannya.
Orang menjadi latah tebar pesona kebaikan diri. Apakah ini salah? Oohh..NO! Tidak! Hanya saja tidak cukup bagi orang beriman. Orang beriman orientasinya adalah Allah, bukan dirinya sendiri!
Allah bekerja dalam kesunyian. Inilah pesan yang diwartakan dalam bacaan Injil hari ini, Markus 4:26-34, perumpaan tentang Kerajaan Allah.
Dikatakan, “Beginilah halnya Kerajaan Allah: Kerajaan Allah itu seumpama orang yang menaburkan benih di tanah. Malam hari ia tidur, siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas, dan tunas itu makin tinggi! Bagaimana terjadinya, orang itu tidak tahu!” Allah tidak pamer pesona kebaikan-Nya sendiri.
Allah bahkan tidak populer dan tenar. Alih-alih dilirik, Allah tidak menjadi rujukan, bisa dikatakan tergeser dengan kemajuan teknologi. Allah bekerja dalam kesunyian.
Injil melanjutkan, “Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkai, lalu bulir, kemudian butir-butir yang penuh isi pada bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.” Allah bekerja dalam diam untuk kesejahteraan orang lain.
Bukan untuk kepuasan diri-Nya sendiri, tetapi untuk kebahagiaan dan kehidupan orang lain.
Kehadiran yang menenteramkan. Tanda kedua Kerajaan Allah adalah pertumbuhan dan kehadiran yang menenteramkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/John-Lewar-SVD.jpg)