NTT Terkini

Pemprov NTT Minta Warga Waspada Cuaca Ekstrem, Pemda Lakukan Mitigasi

Andriko diketahui meninjau langsung kondisi ruas jalan Trans Timor yang mengalami longsor. Dia berharap jalur itu segera diatasi dan diperbaiki. 

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
LONGSOR - Kondisi longsor di lokasi pembangunan proyek peningkatan jalan desa strategis Noelasim-Batas Desa Nilulat, Kabupaten TTU, Selasa (28/1/2025). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta warga untuk waspada terhadap cuaca ekstrem. Sementara Pemerintah Daerah (Pemda) di NTT diminta agar melakukan langkah mitigasi. 

Penjabat Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto mendorong pemerintah membangun koordinasi lintas sektor mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam. 

“Kepada seluruh daerah se-NTT saya juga mengimbau agar selalu siaga dan waspada," kata Andriko, Kamis (30/1/2025). 

Menurut dia, puncak musim hujan diperkirakan hingga Februari 2025. Pemerintah bisa melakukan koordinasi dengan para pihak untuk menyiapkan langkah meminimalisir terjadinya bencana alam. 

Andrikomengatakan, beberapa kemungkinan yang terjadi pada saat musim hujan tinggi seperti sekarang adalah longsor, banjir, banjir bandang, angin kencang dan juga petir. 

Baca juga: Prakiraan BMKG, Cuaca Ekstrem di NTT Berlangsung Hingga Februari 2025 

Andriko juga memberi imbauan khusus kepada warga yang bertempat tinggal di daerah-daerah atau lokasi rawan bencana untuk selalu siaga dan waspada terhadap potensi bencana.

“Masyarakat agar tetap waspada khususnya yang tinggal di lereng-lereng gunung maupun bukit, jika curah hujannya tinggi dan terjadi terus-menerus. Kemudian yang tinggal di pantaran sungai juga selalu waspada terkait dengan banjir,” ujar Andriko.

Ia meminta kepolisian dan TNI terus melakukan pemantauan terhadap jalur-jalur yang dianggap rawan. Terkhusus, kata dia, di daerah longsor di daerah Batu Putih, Kabupaten TTS yang mengalami longsor sejak dua hari lalu. 

Andriko diketahui meninjau langsung kondisi ruas jalan Trans Timor yang mengalami longsor. Dia berharap jalur itu segera diatasi dan diperbaiki. 

"Mudah-mudahan kerusakan ini nanti terus cepat kita tangani dan dikerjakan, diperbaiki agar jalur dua arahnya jalan normal dan kembali lancar. Karena ini dari TTS ke Kupang lintasnya selalu relatif padat,” katanya. 

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional NTT, Agustinus Junianto mengatakan butuh waktu sekitar dua pekan untuk pihaknya membangun bronjong di lokasi tersebut sebagai langkah awal untuk mengantisipasi terjadinya longsor.

“Kami tentunya akan segera tangani dan perbaiki kerusakan ini. Sekitar 14 hari atau 2 Minggu waktu yang kami butuhkan untuk membangun Bronjong, terlebih karena jalan ini leter S, jadi memang cukup panjang. Namun akan kami kerjakan segera,” katanya. 

Musim Hujan


Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) El Tari Kupang, Sti Nenotek menyebut bahwa wilayah NTT saat ini memasuki puncak musim hujan dengan intensitas tinggi. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved