Sikka Terkini
Uskup Maumere Sebut Teladan Hidup Almarhum Mama Belgi Sangat Mengagumkan
Uskup Ewald demikian biasa disapa mengungkapkan bahwa Mama Belgi telah menyelesaikan pertandingan hidupnya di dunia ini dengan baik.
Penulis: Aris Ninu | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Uskup Keuskupan Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu Pr, menyebut teladan hidup Alm. Maria Jeanne Colson Emma Anton atau biasa disapa Mama Belgi sangat mengagumkan.
Memimpin misa pemakaman Mama Belgi di Gereja Katedral Keuskupan Maumere pada (29/1/2025), Uskup Maumere mengucapkan terimakasih kepada Mama Belgi atas teladan hidupnya yang mengagumkan itu.
Uskup Ewald demikian biasa disapa mengungkapkan bahwa Mama Belgi telah menyelesaikan pertandingan hidupnya di dunia ini dengan baik.
"Dan kematiannya disempurnakan dalam belas kasih dan pengampunan dari cinta Allah," ungkapnya.
Uskup Ewald bersaksi, kehidupan Mama Belgi diabadikan untuk kepentingan orang banyak.
Baca juga: Ribuan Umat Lintas Agama Hadiri Misa Pemakaman Mama Belgi, Misa Pemakaman Dipimpin Uskup Maumere
"Ia mengabdikan apa yang ia miliki untuk diberikan secara ikhlas kepada orang lain," tuturnya.
Kasih sayang yang Mama Belgi berikan, menurut Uskup Ewald, mulai dari perhatian, cinta dan dukungan finansial.
"Sosok hidup Almarhumah menjadikan dirinya dan kebajikannya bukan untuk popularitas semu semata melainkan menjadikannya sebagai sarana untuk melayani dan mengabdi sesama yang menderita dan berkekurangan," tandasnya.
Ada dua pesan yang disampaikan oleh Uskup Ewald untuk direnungkan.
Pertama, Hidup dan Mati kita (manusia) senuhnya berada dalam rencana kasih Allah.
"Detik-detik hidup kita pun sering diwarnai oleh perasaan takut dan cemas akan kematian yang kita rasakan seperti malaikat maut yang memisahkan kita dari ikatan yang kita rekat bertahun-tahun lamanya. Namun, mencontohi Paulus sosok rasul yang sungguh mengimani misteri kebangkitan Kristus yang mengalahkan segala rasa takut dan cemas karena di dalam kematian menjadi tanda rahmat untuk meraih kebangkitan yang abadi," terangnya.
Kedua, menjadi setia di dalam panggilan hidup sebagai seorang pengikut Kristus.
"Menjadi perjuangan penuh kebahagiaan dari Rasul Paulus, sungguh mengagumkan kesetiaan untuk mencintai Yesus hingga akhir hidupnya merupakan pilihan Rasul Paulus menjadi komitmen hidup dalam segala kelebihan dan kekurangan dalam keberhasilan dan kegagalan sebagai Rasul Kristus. Paulus sungguh sangat mencintai Yesus tidak saja ucapan atau khotbah soal beragama melainkan kesaksian hidup yang berharga tentang karya rahmat dan belas kasih Allah," pungkasnya.
Dua pesan ini berkaca dari pengalaman cinta Yesus maupun persahabatan Paulus dan Timotius.
Sosok Mama Belgi yang menampilkan teladan hidup yang mengaggumkan juga dialami salah seorang warga Hewokloang-Watublapi, Oby Krist.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Umat-mengikuti-Misa-Pemakaman-Mama-Belgi.jpg)