Sabu Raijua Terkini
Bandara Bangngu Loni Jadi Pembangunan Prioritas Mendesak di Sabu Raijua
Masuknya kapal-kapal pemasok barang kebutuhan pokok ke Sabu harus didorong terutama rute Surabaya-Sabu yang menyinggahi Waingapu atau Ende.
Penulis: Agustina Yulian Tasino Dhema | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Asti Dhema
POS-KUPANG.COM, SEBA - Kabupaten Sabu Raijua memiliki SDA dan potensi pariwisata yang sangat bagus. Baik transportasi laut, udara dan darat harus disiapkan dengan baik.
Pembangunan Bandara menjadi prioritas yang mendesak bagi Sabu Raijua sambil menata transportasi laut.
Masuknya kapal-kapal pemasok barang kebutuhan pokok ke Sabu harus didorong terutama rute Surabaya-Sabu yang menyinggahi Waingapu atau Ende.
Hal ini demikian, karena hasil bumi banyak yang disuplai dari Ende. Sehingga masyarakat menengah ke bawah bisa memanfaatkan transportasi laut yang murah karena biaya transportasi udara sangat mahal ke Kupang.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Sabu Raijua, Titus Bernadus Duri mengatakan, terkait pembangunan Bandara Bangngu Loni ini, pada Desember 2024, Bupati Sabu Raijua, Drs Nikodemus N Rihi Heke bersama Ketua DPRD Sabu Raijua dan Kepala Bappeda Sabu Raijua berkunjung ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mengecek administrasi terkait penetapan lokasi bandara.
Baca juga: Dua Paslon Persoalkan Surat Keterangan Tidak Pailit Krisman di Pilkada Sabu Raijua
Titus mengungkapkan, syarat administrasi sudah lengkap tetapi masih dibutuhkan penyesuaian nama bandara. Nama bandara harus termuat dalam Peraturan Daerah Provinsi NTT.
"Jadi harus disebutkan nama Bangngu Loni dalam Perda. Itu dalam tata ruang di Provinsi. Kalau di Perda Sabu Raijua sudah dicantumkan namun disebutkan Bandara Eilode. Sementara penetapan nama Bangngu Loni ditetapkan pada 2022," jelas Titus pada Selasa, (14/1/2025).
Kelengkapan adminstrasi tersebut sudah diproses di Biro Hukum Kemenhub dan kemungkinan nanti akan dibangun pada 2026 karena sudah dimuat dalam RPJMN Sabu Raijua 2025. Dengan demikian, diharapkan pembangunan bandara ini bisa terealisasi pada 2026.
Untuk Penetapan Lokasi (Penlok) akan keluar menggunakan SK Menteri dan dokumen AMDAL rampung yang anggarannya disiapkan daerah untuk dilelang, kemudian dimasukan dalam pelaksanan pembangunan bandara.
Titus juga menambahkan, pembangunan Bandara ini juga dilakukan sambil membenahi transportasi darat di Sabu Raijua. Ke depannya akan dibangun terminal dan trayek angkutan umum.
Kemudian mendorong pengusaha kendaraan rental sehingga bisa menunjang pariwisata sebagai penggerak ekonomi. (dhe)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.