Berita Belu

LPP RRI Atambua Gandeng SMKS Katolik Atambua Gelar Pagelaran Budaya Pasca Pilkada 2024

pentingnya peran pemilih muda dan Gen Z dalam menentukan arah pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK
Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Atambua, bekerja sama dengan SMKS Katolik Atambua, menggelar pagelaran budaya bertema Pengaruh dan Rekonsiliasi Pemilih Milenial dan Gen Z Pilkada 2024, berlangsung di Aula edHOTEL Kusuma, Raibasin, Desa Manleten, Kabupaten Belu, Jumat, 6 Desember 2024. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Atambua, bekerja sama dengan SMKS Katolik Atambua, menggelar pagelaran budaya bertema Pengaruh dan Rekonsiliasi Pemilih Milenial dan Gen Z Pilkada 2024

Kegiatan ini berlangsung di Aula edHOTEL Kusuma, Raibasin, Desa Manleten, Kabupaten Belu, Jumat 6 Desember 2024.

Pagelaran budaya ini dihadiri oleh Suster Kepala SMKS Katolik Atambua beserta para pelajar, Ketua Bawaslu Belu Agustinus Bau, Anggota KPU Belu Yoni Neolaka, serta pengamat politik Yohanes Berkmans Ngga’a Rua.

PLT Kepala LPP RRI Atambua, Zulfikar, menyampaikan kegiatan pagelaran budaya ini merupakan kegiatan kedua yang digelar oleh RRI setelah Pemilu 2024. 

Baca juga: Paket Sahabat Sejati Unggul Sementara di Pilkada Belu, Paket Serius Akamsi Ucapkan Selamat

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk merefleksikan pentingnya peran pemilih muda dan Gen Z dalam menentukan arah pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah.

"Dari data KPU RI yang dirilis pada 2 Juli 2023, Komisioner Betty Epsilon Idroos menyebut bahwa dari total DPT nasional sebanyak 204.807.222 jiwa, 52 persen di antaranya adalah pemilih muda berusia 17-40 tahun. Hal ini mencerminkan bahwa pemilih muda dan Gen Z sangat dominan dan berperan penting dalam setiap perhelatan demokrasi," ungkap Zulfikar.

Ia berharap pemimpin-pemimpin yang terpilih dari proses demokrasi ini dapat mengemban amanah dan membawa daerah ke arah yang lebih maju dalam berbagai aspek kehidupan sosial masyarakat.

Zulfikar menekankan pentingnya peran RRI sebagai media yang mempublikasikan budaya lokal dan mengawal demokrasi melalui penyebaran informasi dan dialog bersama masyarakat.

Selain itu, acara ini juga menghadirkan dialog interaktif dengan KPU dan Bawaslu Belu, membahas pengaruh dan rekonsiliasi pemilih milenial dan Gen Z dalam Pilkada 2024.

"Dalam dialog ini, kita mendapatkan informasi tentang sejauh mana pengaruh pemilih muda terhadap proses demokrasi serta bagaimana rekonsiliasi dilakukan oleh pihak penyelenggara," tambahnya.

Zulfikar menyampaikan terima kasih kepada SMKS Katolik Atambua, KPU Belu, Bawaslu Belu, dan semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara ini. 

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut untuk mempererat harmoni sosial dan mempromosikan budaya lokal.

"Kegiatan ini merupakan langkah penting untuk membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, dalam memaknai demokrasi dan kebudayaan," pungkasnya.

Pagelaran budaya diawali dengan penampilan tarian khas lokal yang mencerminkan keberagaman budaya yang terus dirawat di Kabupaten Belu.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved