Berita Viral NTT

Berita Viral NTT, Keluarga Korban Penganiayaan Keluhkan Biaya RS yang Terus Membengkak

Berita Viral keluarga korban penganiayaan mengaku kebingungan dengan biaya Rumah Sakit, pasalnya korban tidak termasuuk dalam pasien BPJS Kesehatan

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Yeni Rahmawati
TRIBUNJOGJA.COM
Ilustrasi - seorang wanita di Kelurahan Kolhua dianiaya hingga dibakar pacar sendiri. 

POS-KUPANG.COM - Berikut ini Berita Viral NTT yang dikutip dari media sosial.

Isi video berita ViralLokal ini dikutip langsung POS-KUPANG.COM dari akun instagram @ntt.update Sabtu (30/11).

Tribunners Berita Viral NTT hari ini tentang seorang wanita yang dianiaya hingga dibakar oleh kekasihnya di kelurahan Kolhua.

Sudah jatuh tertimpa tangga pula, itulah yang dirasakan korban dan keluarga korban kini.

Pasalnya saat mendapatkan penanganan di Rumah Sakit, korban tidak termasuk dalam pasien BPJS melainkan pasien umum berdasarkan aturan BPJS.

Pasalnya korban mendapatkan tindakan kriminal atau KDRT sehingga tidak bisa ditanggung perawatan kesehatanya di Rumah Sakit olegh BPJS Kesehatan.

Hal itu pun membuat keluarga korban kewalahan dengan tagihan Rumah Sakit yang semakin hari semakin tinggi.

Baca juga: Berita Viral NTT, Penumpang Keluhkan Larangan Mobil Online Masuk Keluar di Pelabuhan Kupang

Apalagi saat ini korban sedang dirawat di ruang ICU.

Keluarga korban meminta pertanggungjawaban tersangka, namun tersangka sudah diamankan pihak kepolisian.

Sementara keluarga tersangka sampai saat ini belum berkunjung melihat kondisi korban di Rumah Sakit.

Untuk itu keluarga korban mengaku kebingungan.

Baca juga: Berita Viral NTT, SMP Katolik Santissima Trinitas Hokeng Ditutup Permanen, Netizen Patah Hati

Postingan tersebut pun ramai dengan komentar netizen :
 
@gerald**** : Solusinya sesuai Aturan yg ada. Pesan beta, stop su KDRT dong bab* kalo hidup pas"an na jang stel buat kasus ujung" hanya harap BPJS makan sa ada stengah mati, na pi bacari kasus ko KDRT kalo son mau lay CERAI buang biar masing" jalan jadi janda atau duda deng kebahagiaan mereka masing" pertahankan hubungan yg son jalas ujung" jadi korban mau kasih susah sapa?? Untuk katong" lihat ame diri minimal mau KDRT na setidaknya Biaya kematian, Biaya hidup anak, biaya RS semua su ada.

@ignatius_adrianus_ngefak_**** : Coba ke kantor Dinas Sosial siapa tau mendptkan jln keluar

@pina_**** : Tersangka dan pihak kekuarga harus bertanggung jawab penuh.

@juins17**** : Ia kaka, memang tidak seluruhnyandi tanggung oleh bpjs, tapi ini sebenarnya tanggung jawab pemerintah. Jadi yg bisa di sarankan surat laporan ke polisi bawa dan lapor LPSK krn dia punya prigram perlindungan, atau ke perlindungan Perempuan dan anak, dan bisa ke LSM di kupang, dan bisa juga ke pemimpin daerah (kalo ini pendekatan pribadi). Sambil itu di buat, bisa buat konten utk kita bantu sebar di medsos ke orang2 beroengaruh atau influencer lainnya. Semoga membantu dan cepat pulih utk kaka Nona ????????
 
@ainefa**** : Lapor ke Perlindungan Perempuan dan Anak, kak. Akan didampingi dan dibantu mengambil langkah2 untuk bisa dapat pertanggungjawaban dari pelaku. Semoga lancar dan kaka nona lekas pulih

@kurakura_bulanj**** : Ikut prihatin kepada korban dan keluarga. Semoga korban diberikan kesembuhan dan ketabahan dalam melewati perjuangan yang saat ini harus dijalani serta untuk keluarga korban juga semakin diberikan keluasan hati dan jalan keluar terbaik ee..???????? Hal2 bgni seharusnya bisa jadi perhatian untuk BPJS ee, korban lakalantas, korban tindak kriminal juga seharusnya bisa d cover. Krna snd ada lah satu orang d dunia nih mau ko kena celaka atau musibah. Ko lagian qtg sakit atau snd sakit juga iuran jalan terus, wajib bayar, telat kena denda, belum le wacana bolabale ko kasi naik harga iuran. Su sakit badan tambah le sakit otak ko harus pikir krmna bisa bayar biaya pengobatan ini itu le..

@melven.p**** : Tapi maaf, serius bertanyak kasus Agus didiram Air keras yng lagi firal kok bisa pakai BPJS?

@le**** : Baru BPJS snd bisa klaim klw KDRT

@marvest_uly_**** : btl kk..setau b kl KDRT tdk di tanggung BPJS KESEHATAN sesuai yg ada dlm perpres no 82 thn 2018 tentang jaminan kesehatan pasal 52 huruf R????

@indah_perma**** : Hubungi lembaga bantuan hukum (LBH) atau organisasi yang menangani kasus kekerasan, seperti Komnas Perempuan.dan usahakan kejar trus tanggung jawab dari pelaku dan keluarga korban
Dan ajukan restitusi mnta bntuan pada pengacara

@tokanensy**** : Waahh agak rumit yah...karna setau b SKTM sekarang snd berlaku lagi, atau coba konsultasikan dng pihak rumah sakit solusinya apa? Sapa tau bisa gunakan surat keterangan polisi tapi semoga bisa ew..karna ini kasus kriminal,kalo kasus KLL yg mungkin bisa,tapi sebaiknya keluraga mencoba dulu... (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved