Liputan Khusus
Lipsus - Jokowi Telpon Melki Laka Lena
Sedangkan pasangan Imanuel Melkiades Laka Lena dan Johni Asadoma meraih 32,42 persen.
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah menjatuhkan pilihannya dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) NTT tahun 2024 – 2029. Hal sama juga dilakukan di tingkat kabupaten/kota di NTT.
Berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) yang diselenggarakan Charta Politika yang dipancarluaskan oleh Kompas.TV, Rabu (27/11) pukul 21.34 Wita bahwa pasangan calon yang unggul adalah Melki Laka Lena-Johni Asadoma dengan prosentasi 37.82 persen.
Posisi kedua ditempat pasangan pasangan calon Ansy Lema-Jane Natalia Suryanto dengan 31,58 persen dan posisi ketiga ditempati pasangan calon Simon Petrus Kamlasi-Andre Garu dengan meraih 30, 60 persen suara. Angka-angka hasil hitung cepat tersebut dengan suara masuk mencapai 98 persen.
Sementara hasil hitung cepat yang dilakukan Voxpol Center Research & Consulting juga menempatkan Melki-Johni unggul 37,58 persen, diikuti Yohanis Fransiskus Lema - Jane Natalia Suryanto 33.69 persen. Sementara Simon Petrus Kamlasi - Adrianus Garu meraup 28.74 persen suara.
Prosentase tersebut didapat dari data suara masuk yang mencapai 79.33 persen.
Calon Gubernur NTT nomor urut 2, Melky Lakalena dan Johny Asadoma mengklaim kemenangan utuh usai memperoleh raihan 38,29 persen mengacu pada quick count charta politika. Melki juga menyampaikan bahwa secara metodologis mereka sudah berkonsultasi dengan rekan-rekan mereka di lembaga survey di Jakarta.
“Mereka katakan bahwa Melky-Johny sudah bisa dikatakan memenangkan Pilgub NTT. Ini kami konsultasikan dengan teman-teman di lembaga survey di Jakarta, mereka sampaikan kalau sudah selisih di atas 2-3 persen dari 80-an persen sudah dipastikan stabil. Saat ini selisihnya sudah 5 persen. Dipastikan sudah stabil sehingga secara metodologi Melky-Johny sudah menang Pilgub NTT,” ujar Melki saat deklarasi kemenangan pada Rabu (27/11) di Gedung DPD 1 Golkar NTT.
Melki juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama masyarakat NTT, dan penyelenggara pemilu KPU dan Bawaslu dari berbagai tingkatan, TNI, Polri.
“Kami berterima kasih kepada dua sahabat yang bersama kami, Paslon 1 dan 3 yang sudah berkompetisi. Ini buat kami bisa bertanding dengan hebat dan bagus. Pertandingan ini bukan hanya milik kami, tetapi kami sekaligus pemenang,” jelasnya.
Menurutnya, pihaknya sudah berkompetisi dengan sehat. Oleh karena itu, pasangan Melky-Johny akan segera kerja.
“Meskipun belum dilantik, Kami akan terus bergerak ke seluruh NTT. kita bekerja bersama-sama sampai proses di tahun depan. Kita rencananya lusa akan ke Lewotobi dan Sikka memastikan bahwa seluruh bantuan pusat, sudah masuk dan diterima. Juga mengecek apa yang masih kurang untuk kami sampaikan kepada teman-teman di Jakarta,” tutur Melky.
Melky juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh partai pengusung, fraksi dan semua pihak yang telah mendukung dan berkontribusi selama proses Pilkada.
“Pilkada telah selesai. Tidak ada lagi NTT 1, 2, 3 dan seterusnya. Yang ada hanya kita satu NTT. Pak Jokowi juga telepon langsung dan sampaikan selamat buat Melky-Johny dan titip salam untuk semua tim pemenangan. Ada beberapa pimpinan parpol yang telepon dan pesan mereka satu Melky-Johny bersama masyarakat bahu-membahu membangun NTT,” pungkasnya.
Setelah ini lanjut Melky dan wakilnya bersama tim akan duduk bersama menentukan langkah selanjutnya.
SIAGA mengaku unggul
Sementara itu, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu (Paket SIAGA) mengklaim untuk sementara unggul atas dua pasangan calon lainnya dalam Pilgub NTT 2024.
Keunggulan mereka berdasarkan hasil rekapitulasi data C1 plano dari 65 persen TPS yang masuk, di mana Paket SIAGA meraih 40,41 persen suara.
Ketua Tim Pemenangan Paket SIAGA, Kristo Blasin, dalam konferensi pers di Kantor DPW NasDem NTT, Rabu (27/11) menyampaikan, untuk sementara Paket SIAGA unggul 40,41 persen atas dua paslon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT.
Sementara itu, kata dia pasangan nomor urut 1, Yohanes Fransiskus Lema dan Jane Natalia Suryanto, memperoleh 26,18 persen. Sedangkan pasangan Imanuel Melkiades Laka Lena dan Johni Asadoma meraih 32,42 persen.
Ketua Bappilu DPW NasDem NTT, Alex Ofong, menegaskan, hasil tersebut diperoleh dari data riil C1 plano yang telah difoto langsung oleh para saksi di TPS dan dikirimkan ke Sekretariat SIAGA.
"Hasil unggul sementara ini didasarkan pada data yang masuk hingga pukul 17.30 Wita. Untuk sementara, kita unggul dengan perolehan suara 40,41 persen," ujar Alex.
Ia mengimbau seluruh tim, relawan, dan simpatisan Paket SIAGA untuk tetap menjaga suara hingga proses perhitungan resmi selesai. "Kita menghormati hasil quick count, yang menentukan adalah hasil perhitungan resmi secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi," tambahnya.
Menurut dia, perolehan suara sementara menunjukkan dominasi Paket SIAGA di sejumlah wilayah, termasuk daratan Timor, Pulau Sumba, Flores, Manggarai Raya, Sabu, dan Rote.
Dia meminta untuk semua pihak agar terus mengawal dan menjaga suara paket SIAGA untuk memastikan hasil tetap sesuai harapan.
Kristo Blasin optimistis bahwa keunggulan ini akan terjaga hingga proses pleno final selesai. "Kepada semua pendukung, tetaplah tenang dan fokus mengawal hasil ini dengan menghormati setiap tahapan proses perhitungan suara," tutup Kristo.
Calon Gubernur Simon Petrus Kamlasi juga mengajak seluruh pendukung untuk terus mengawal suara rakyat. "Yakinlah, suara rakyat adalah suara Tuhan. Tuhan sudah tahu siapa yang menjadi Gubernur NTT," ucapnya.
Chris-Serena Unggul
Sementara untuk Pilkada Wali Kota Kupang, pasangan dr.Christian Widodo-Serena Francis mengklaim unggul di Kota Kupang. Oleh karena itu, pasangan anak muda ini menyampaikan beberapa hal kepada simpatisan pasangan yang dikenal dengan tagline CS-an ini pada Rabu (27/11) malam.
Para pendukung pasangan ini sudah memadati jalan Frans Lebu Raya di tuak daun merah TDM Oebufu tempat tinggal dr. Chris Widodo. Terlihat arus lalulintas di lokasi tersebut macet beberapa saat.
Pada kesempata itu, dr. Chris menyampaikan terima kasih yang tak terhingga atas kemenangan tersebut.
“Ini bukan kemenangan kami berdua tetapi kemenangan kita semua. Kita buktikan bahwa dengan sopan santun, etika dan tidak perlu saling menyerang kita menang. Kita tunjukkan orang muda bisa menunjukkan kualitas dan etikanya,” ujar Chris.
Chris perjalanan yang akan mereka lalui merupakan perjalanan yang cukup jauh yaitu 5-10 tahun ke depan. Oleh karena itu dibutuhkan kebersamaan dengan para pendukung dan semua warga Kota Kupang.
“Saat ini boleh merayakan dengan baik tetapi jangan buat ribut. Jangan mengejek mereka yang kalah tetapi harus kita dirangkul,” ujarnya.
Sementara calon Wakil Wali Kota, Serena Francis juga menyampaikan terima kasih kepada para pendukungnya karena sudah berjuang dan telah membuktikan kekuatan anak muda.
“Terima kasih sudah memberikan kepercayaan bahwa ada anak berusia 25 tahun dan anak muda yang memimpin Kota Kupang lima tahun ke depan,” ujarnya.
Chris juga menambahkan, pihaknya akan merangkul semua pendukung dari semua paslon. Sebab, menjadi pemimpin di Kota Kupang dan memimpin seluruh warga Kota Kupang merupakan kerja sama.
“Tidak perlu saling mengejek. Terima kasih kepada keempat paslon yang lain karena memberikan kesempatan kepada kami untuk bertanding bersama,” ujar Chris.
Pengungsi berdesakan
Sementara itu, ribuan penyintas bencana Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur berdesak-desakan saat mencoblos. Pos Kupang juga turut mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 001 Desa Hokeng Jaya, Kecamatan Wulanggitang, yang sebelumnya direlokasi ke Desa Bokang Wolomatang, Kecamatan Titehena.
TPS 001 dengan 585 Daftar Pemilih Tetap (DPT) sangat dekat dengan TPS 002 dengan jumlah 586 DPT. Dua TPS yang direlokasi ini dibangun di halaman rumah Agustinus Toni Daton.
Warga pemilih yang juga penyintas memadati halaman luar TPS. Proses pemungutan suara berjalan teratur di bawah kontrol para petugas KPPPS dan Pam TPS. Dengan membawa KTP dan surat C pemberitahuan ke TPS, para pemilih mengambil tempat duduk di bagian dalam hingga luar tenda darurat.
Satu per satu pemilih masuk ke bilik suara lalu menggunakan hak politiknya. Setelah memilih, mereka langsung keluar dengan tanda tinta di jari kelingkingnya.
"Semoga pemimpin kita jangan hanya janji tapi bekerja dengan tulus untuk masyarakat," ujar Yohanes Nandri usai mencloblos di TPS 001.
Seorang petugas KPPS di TPS 002, Anjelyna Sintiawati Bataona (21) nyaris pingsan karena kelelahan usai bekerja ekstra sejak Sabtu, 23 November hingga pemungutan suara 27 November 2024.
Anjelina adalah salah satu dari 14 KPPS di TPS Hokeng Jaya, Kecamatan Wulanggitang yang direlokasi ke Desa Bokang Wolomatang, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur. Anjelyna yang juga penyintas yang mengungsi ke Bokang Wolomatang terlihat pucat.
Anggota PPS Desa Hokeng Jaya, Emanuel Wilson Corebima (32), bersama salah satu warga membawakan makanan dan teh hangat untuk Anjelina yang duduk sembari memijit kepalanya.
Sudah tiga hari mereka bekerja, mulai dari mengedarkan surat C pemberitahuan, mencari pemilih yang tercecer, hingga turut membangun tenda darurat untuk sesama penyintas agar bisa mencoblos Pilkada.
"Adik Anjelina tadi sempat pusing, hampir pingsan. Sekarang keadaannya sudah lebih baik, dia lanjut melaksanakan tugasnya di TPS 002," ujar Wilson Corebima.
Sejak Senin, 25 November 2024, Anjelyna dan 13 petugas KPPS membangun tenda. Petugas di TPS 002 diisi oleh perempuan. Mereka juga ikut mengangkut meja dan kursi dari Kantor Desa Hokeng jaya yang berada dalam radius bahaya erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Desa Hokeng Jaya terpaut jarak 4 kilometer dari pusat letusan. Perkampungan itu sudah sepi usai ditinggal mengungsi ribuan warga, termasuk Anjelyna Bataona.
Kertas suara tanpa gambar
Seorang warga Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat mencoblos kertas suara kosong tanpa gambar pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur.
Kejadian itu dialami Sisilia Senung (64) di TPS 02 Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling. Sisilia mendapat dua kertas suara dari petugas TPS, yakni kertas suara warna biru untuk Bupati-Wakil Bupati, dan warna merah untuk Gubernur-Wakil Gubernur.
Saat masuk ke dalam bilik, Sisilia melihat kertas suara untuk Paslon Gubernur-Wakil Gubernur kosong, tak ada gambar sama sekali. Kendati begitu ia tetap mencoblos kertas suara yang kosong itu.
"Ada dua kertas suara yang saya terima, satu untuk bupati satunya Gubernur NTT, tapi untuk gubernur tadi tidak ada gambarnya. Sementara bupati ada gambarnya, saya tetap coblos dua-duanya," kata Sisilia.
Usai mencoblos Sisilia melaporkan kejadian itu ke Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) setempat. Namun ia belum mendapat penjelasan dari KPPS.
"Belum ada respon, saya harap untuk coblos gubernur tetapi tidak ada gambar. Semoga bisa coblos ulang saya," ujarnya.
Selain mencoblos tanpa ada gambar paslon, warga lainnya Hafriyani, mengaku kesal karena tak bisa memberikan hak suaranya pada Pilkada Serentak 2024. Hingga hari pencoblosan perempuan 26 tahun yang tinggal di Labuan Bajo itu belum mendapat undangan dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
"Saya agak heran juga, kemarin waktu Pemilu saya dapat kertas undangan untuk coblos dan saya ikut. Tapi pas Pilkada ini malah tidak dapat. Mama saya malah dapat dua kertas undangan di Wae Nahi sama di Kampung Ujung, dan dia sudah coblos," jelasnya.
Ketua KPU Manggarai Barat Ferdiano Sutarto Parman membenarkan sejumlah pemilih di Manggarai Barat tidak mendapat undangan memilih dari KPPS. Menurutnya itu disebabkan adanya pemilih yang tidak dikenal oleh KPPS.
"Karena itu kami minta beberapa pemilih tadi untuk datang ke TPS bawa KTP agar bisa dilayani," ujarnya.
Terkait kertas suara kosong yang terjadi di TPS 02 Desa Tondong Belang, pihaknya telah meminta Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tondong Belang untuk mengecek. "Kami cek dulu, PPK sedang mengecek," imbuhnya.
Tiga Lembaga Hitung Cepat
TIGA lembaga survei menyelenggarakan hitung cepat pada pelaksanaan Pilkada di Provinsi NTT. Sebetulnya, terdapat empat lembaga survei yang sudah melakukan pendaftaran ke KPU NTT sejak Oktober 2024 lalu. Namun, satu lembaga survei yakni Losta Institute mengundurkan diri.
"Tiga lembaga survei itu adalah Voxpol Center Research and Consulting, Charta Politika, Indikator Politik Indonesia," kata Komisioner KPU NTT, Baharudin Hamzah, Selasa (26/11) di kantornya.
Sementara itu, terdapat beberapa lembaga pemantau Pilkada yang berasal dari dalam dan luar negeri. Dia menyebut satu lembaga pemantau dalam negeri adalah Pusat Pemilihan Umum Akses Disabilitas (PPUAD). Sedangkan terdapat dua lembaga pemantau dari luar negeri.
Dua lembaga pemantau luar negeri itu adalah STAE dan CNE dari Timor Leste. Menurut Hamzah, pemantau luar negeri hanya akan melakukan observasi sekitar TPS dengan menunjukkan tanda pengenal dan sertifikat pemantau yang dikeluarkan KPU.
"Dia tidak masuk ke dalam TPS, dia tidak menyampaikan apapun. Hanya memantau jalannya pemungutan dan penghitungan suara di TPS," kata dia.
Sementara, kata dia, untuk lembaga survei akan melakukan hitung cepat untuk beberapa TPS yang digunakan sebagai sampel. Perlakuannya pun mirip dengan pemantau TPS.
Hamzah menyebut, kegiatan itu merupakan peluang yang disiapkan regulasi agar membuka partisipasi masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan Pemilu atau Pilkada.
Hamzah mengatakan, masyarakat juga bisa mengakses perkembangan penghitungan suara Pilkada melaui website KPU. Hasil penghitungan di TPS akan dimasukkan ke SiRekap.
"Masyarakat bisa mengakses dan melihat itu. Perhitungan pertama untuk surat suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT," kata dia.
KPU sendiri akan melakukan penghitungan manual atau real count dari tingkat TPS, Kecamatan, Kabupaten dan Provinsi. Jadwal itu telah ditetapkan dan akan berlangsung hingga bulan Desember 2024.
Pilkada 2024, KPU NTT menetapkan 9.877 TPS dengan jumlah pemilih sebanyak 3.988.372 yang tersebar di 3.442 Desa/Kelurahan di Provinsi NTT. (cr19/rey/cr6/uka/fan)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pasangan-Calon-Gubernur-NTT-dan-Wakil-Gubernur-NTT.jpg)