Lewotobi Erupsi
SMPK Sanctissima Trinitas di Kaki Lewotobi Ditutup Permanen, Tersisa Seminari dan Biara SSpS
Sekolah Katolik ini terletak di Desa Klatanlo dan hanya terpaut jarak beberapa meter dari Biara SSpS dan SMA Seminari San Dominggo Hokeng
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen
POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - SMP Katolik (SMPK) Sanctissima Trinitas Hokeng, satu dari tiga aset berharga di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, NTT, ditutup permanen lantaran terdampak parah letusan dahsyat Gunung Lewotobi Laki-laki pada tanggal 3 November 2024.
Sekolah Katolik ini terletak di Desa Klatanlo dan hanya terpaut jarak beberapa meter dari Biara SSpS dan SMA Seminari San Dominggo Hokeng di Desa Hokeng Jaya, Kecamatan Wulanggitang.
Dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, tiga aset penting ini hanya terpaut jarak sekira 4 kilometer. Masuk dalam zona bahaya erupsi termasuk permukiman Lembah Hokeng, nama bagi Desa Hokeng Jaya dan Klatanlo sebelum terpisah administrasi pemekaran desa.
Penyampaian penutupan SMPK Sanctissima Trinitas tertuang dalam surat Nomor : 001/ST-SMP/XI/2024. Surat tertera cap dan tanda tangan Sr. Lidwin Maria, SSpS selaku kepala sekolah itu sudah tersebar luas, Sabtu, 23 November 2024.
Sr. Lidwin Maria, SSpS membenarkan surat penutupan sekolah tersebut. Ia juga bersedih, namun bencana yang telah merusak sekolah dan menewaskan seorang suster pemimpin komunitas mengharuskan mereka untuk pergi ke tempat aman.
"Selamat malam. Benar. Sedih tapi harus pasrah. Bencana ini sangat sadis," katanya, membalas pesan wartawan via Whatsapp pukul 19.50 Wita.
Salah satu alumni, Imelda Kwuta, menyebut SMPK Sanctissima Trinitas seperti rumah kedua yang penuh dengan kenangan. Sekolah itu menjadi identitas masyarakat, sama seperti Seminari dan Biara SSpS yang kemungkinan direlokasi ke tempat lain.
"Sedih sekali. Hilang harapan untuk mulai kembali dari nol, setelah lihat satu per satu mulai menghilang dari Hokeng," katanya
Imel adalah siswi angkatan tahun 2006/2007. Banyak anak-anak Lembah Hokeng menimbah ilmu selama tiga tahun, begitu pula rekannya yang datang dari segala penjuru daerah.
Baca juga: Menteri PPPA RI Goreng Ikan di Dapur Pengungsi Gunung Lewotobi
Merajut pendidikan menengah pertama di SMPK Sanctissima, Imelda mengaku para guru dan suster (Sr) layaknya orangtua kedua pada sekolah yang juga rumah kedua.
"Menimbah ilmu di situ, dirangkul guru-guru dan para suster dengan ramah layaknya orang tua sendiri. Punya teman-teman yang sudah seperti saudara. Pokoknya Sanctissima itu rumah kedua, kami semua alumni pasti kehilangan yang sangat mendalam," tuturnya. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Keluarga Baru Berhak Dapat Huntap Lewotobi, Kepala BNPB Minta Jangan Dipersulit |
![]() |
---|
500 Huntap Penyintas Lewotobi Dibangun di Noboleto, Penerima Tak Berpatok Kepala Keluarga |
![]() |
---|
Gunung Lewotobi Laki-laki Belum Stabil, Dapat Tekanan dari Dalam |
![]() |
---|
Pemkab Sikka Harus Siapkan Program Pemulihan Ekonomi Untuk Warga Terdampak Erupsi Lewotobi |
![]() |
---|
Imbas Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Delapan Sekolah di Sikka Terdampak |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.