Berita NTT

Penjabat Gubernur NTT Minta Pendeta Bersinergi dengan Pemerintah

Pada sambutan Penjabat Gubernur yang dibacakan oleh Stefanus, Andriko meminta agar pendeta yang baru ditahbiskan tersebut bersinergi dengan pemerintah

|
Penulis: Rosalia Andrela | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/ROSALIA ANDRELA
Penjabat Gubernur NTT, Andriko Noto Susanto diwakili oleh Plt. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTT, Stefanus F. Halla membacakan sambutan saat penahbisan 109 pendeta GMIT di Gereja Kaisarea BTN-Kolhua, Kota Kupang Minggu, 24 November 2024. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Rosalia Andrela

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Sinode GMIT melaksanakan penahbisan nagi 109 pendeta GMIT. Penahbisan ini berlangsung pada Minggu, 24 November 2024 di GMIT Kaisarea Kota Kupang. 

Penjabat Gubernur NTT, Andriko Noto Susanto diwakili oleh Plt. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTT, Stefanus F. Halla.

Pada sambutan Penjabat Gubernur yang dibacakan oleh Stefanus, Andriko meminta agar pendeta yang baru ditahbiskan tersebut bersinergi dengan pemerintah.

Menurutnya omentum ini membawa sukacita syukur bagi jemaat, untuk berjuang mengembangkan kualitas iman dan mengaktualisasikannya secara sinergis dan jujur melalui pikiran, perkataan, dan perbuatan.

“Saat ini kita menghadapi tantangan dalam membangun kehidupan yang religius, dan pola hidup sesuai ajaran agama. Salah satunya kemajuan teknologi dan informasi. Menyikapi kondisi tersebut diharapkan peran dari lembaga sosial maupun pribadi, sebagai pemimpin umat beragama terkhususnya pendeta dan gereja,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan Stefanus, Pendeta akan menjadi menjadi mitra yang saling menopang dengan pemerintah dalam pembangunan kehidupan masyarakat, agar memiliki nilai moral dan etika yang baik. 

“Kekuatan Yesus Kristus sebagai hikmat, harus menjadi inspirasi utama bagi setiap umatnya. Pendeta harus menjadi prioritas dan tujuan utama pembangunan pendidikan berkarakter, melalui pendidikan sekolah minggu. Saya berharap pendeta terlibat langsung dalam sekolah minggu,” ungkapnya.

Gelar pendeta lanjutnya, adalah tentang tanggung jawab moral, tanggungjawab pada jemaat, dan tanggungjawa pada Allah sebagai pemberi kehidupan.

Baca juga: Penjabat Gubernur NTT Minta Pendeta Terlibat Langsung dalam Pengajaran Iman Anak

Andriko juga memberi tiga pesan penting bagi para pendeta yang baru ditahbiskan yaki pertama, melayani dengan hati karena hati yang damai memberi kekuatan. Kedua, semangat hidup mengungkapkan sinergitas antara iman, perkataan, dan perbuatan. Ketiga berbagi damai.

“Ini adalah tindakan sederhana, namun memiliki dampak luar biasa bagi kehidupan kita yang semakin kompleks dan penuh tantangan. Kepada para pendeta mari kita hidup dalam kerukunan, persaudaraan, dan keberagaman yang kita miliki. Kita menjaga kedamaian, kerukunan, serta harga diri kita sebagai nusa terindah toleransi,” imbuhnya. (cr19)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved