Berita NTT

DPD WKRI NTT Gelar Rakorda dan Ret-ret

Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) DPD NTT atau DPD WKRI NTT Gelar Rapat Koordinasi Daerah (Raporda) dan Ret-ret

Penulis: Rosalia Andrela | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ROSALIA ANDRELA
WKRI NTT - Pengurus dan anggota WKRI DPD NTT beserta DPC dan ranting berpose bersama usai kegiatan pembukaan Rakerda dan Ret-ret di Naka Hotel Kupang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Rosalia Andrela

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) DPD NTT menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Raporda) dan ret-ret yang berlangsung selama dua hari sejak Sabtu, 23 November hingga Minggu, 24 November 2024, mengusung tema “Wanita Katolik Berintegritas dan Berkomitmen Dalam Melayani”.

Ketua Panitia kegiatan, Yuliana Salosso menyampaikan tema ini diambil karena memiliki makna yang mendalam.

“Wanita katolik yang berintegritas, adalah pribadi yang mencerminkan nilai kristiani dan konsisten. Bukan hanya tuntutan di tengah keluarga, tetapi juga di masyarakat dimana kita dipanggil untuk melayani. WKRI adalah sebagai wujud nyata kasih kristus dalam pelayanan dan memberi diri bagi sesama,” ujarnya Sabtu, 23 November 2024 di aula Hotel Naka Kupang.

Lebih lanjut Yuli mengatakan retret dan Rakorda menjadi kesempatan yang berharga bagi WKRI DPD NTT dalam menyusun langkah strategis, agar misi pelayanan semakin relevan dengan kebutuhan zaman.

“Tujuan kegiatan Rakorda adalah untuk mengevaluasi program kerja, merancang, dan menyusun program baru sesuai visi misi WKRI. Selain itu untuk saling berkoordinasi mulai dari tingkat ranting, DPC, DPD, dan DPP. Sedangkan ret-ret bertujuan memperdalam spiritualitas dan komitmen iman, membina semangat spiritualitas, serta solidaritas dalam menjalankan peran di gereja dan masyarakat,” jelasnya.

Baca juga: WKRI DPD NTT Rayakan 100 Tahun Bersama Uskup dan Lintas Organisasi 

Sementara itu Ketua Presidium WKRI NTT, Yosefina Seran Gheta mengungkapkan terima kasih atas perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT yang telah memberikan bantuan dana hibah bagi organisasi perempuan. Terdapat 10 organisasi perempuan salah satunya WKRI, yang mendapatkan dana tersebut.

Menurut Evie sapaan akrab Yosefina, tema kegiatan ini mau mengajak WKRI DPD NTT berkomitmen, ditengah banyaknya tantangan yang harus dihadapi.

“Kita sangat terbatas oleh waktu, tetapi saat kita diambil janjinya bergabung dalam organisasi ini harus benar-benar berkomitmen. Di tangan ibu-ibu sekalian inilah agen perubahan kaum perempuan ada. Bukan hanya lewat profesi tetapi menjadi satu dalam organisasi WKRI,” ungkapnya.

Evie juga mengajak pengurus dan anggota WKRI melakukan aksi nyata, dengan program peningkatan pendidikan dan tumbuh kembang anak yang berkolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satu aksi nyata yang telah dilakukan adalah memberi makanan tambahan untuk peningkatan gizi anak. Aksi ini sejalan dengan program pemerintah, dalam upaya mengatasi stunting.

“WKRI tidak hanya tulus melayani tetapi harus memberikan dampak positif di tengah masyarakat, keluarga, dan gereja. Semoga kita diberi kekuatan untuk terus melangkah, dalam panggilan hidup kita, memegang integritas, dan berkomitmen dalam pelayanan,” ucapnya.

Evie juga menambahkan menjelang Pilkada, dia mengajak WKRI turut memberikan sumbangsih lewat haknya sebagai warga negara dengan bijak dan bertanggungjawab, di pesta demokrasi yang akan berlangsung serentak di seluruh tanah air.

Baca juga: WKRI DPD NTT Gelar Jalan Santai dan Senam Sehat 

Sementara itu Kepala Dinas DP3AP2KB Provinsi NTT, Ruth Laiskodat diwakili oleh Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan DP3AP2KB Provinsi NTT, dr. Theresia Sarlyn Ralo menuturkan tidak bisa disangkal WKRI merupakan suatu kekuatan dalam wadah organisasi yang berkomitmen mendukung program-program pemerintah.

“Pemberian dana kepada 10 organisasi perempuan tingkat provinsi salah satunya adalah WKRI, merupakan dukungan Pemprov NTT. Kami senang pemerintah bisa berkontribusi dan memberikan penguatan terhadap organisasi perempuan,” tuturnya.

Bagi Theresia, tema yang diangkat ini adalah bagaimana organisasi bisa bersama pemerintah mengatasi berbagai isu dan tantangan pembangunan, disamping itu ada refleksi rohani dan aksi-aksi nyata yang sudah dilakukan oleh WKRI.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved