Rabu, 3 Juni 2026

Pilkada Sabu Raijua

Pilkada Sabu Raijua, Paket Solid Pastikan Pertanian Lahan Kering Buka Lapangan Kerja di Sabu Raijua 

kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu yang diprioritaskan pada sektor pertanian, sektor kemaritiman dan sektor industri. 

Tayang:
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI 
Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua nomor urut 3, Simon Petrus Dira Tome dan Dominikus Dadi Lado (Paket Solid)  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua nomor urut 3, Simon Petrus Dira Tome dan Dominikus Dadi Lado (Paket Solid) memastikan program pertanian lahan kering yang menjadi program unggulan mampu membuka lapangan kerja bagi ratusan anak di Sabu Raijua

Paket Solid sendiri mengusung visi "Menjadikan Sabu Raijua kabupaten maju mandiri inklusif dan kompetitif". 

Visi ini kami rumuskan bertolak dari pemikiran bahwa kondisi daerah Sabu Raijua hari ini kita tidak sedang baik-baik saja. Kesulitan masyarakat yang mencari lapangan kerja telah menyebabkan daerah ini sangat lambat pertumbuhan ekonominya menyebabkan akhirnya kita ditetapkan menjadi sebuah daerah termiskin.

"Karena itu sebagai calon Bupati yang akan memimpin daerah ini lima tahun kedepan kami coba merumuskan program dan kegiatan itu dengan berpijak pada tiga hal penting. Pertama, percepatan pemerataan ekonomi. Kedua, peningkatan pendapatan. Ketiga, penciptaan lapangan kerja baru bagi semua masyarakat Sabu Raijua," kata Simon Petrus. 

Terkait visi besar ini ada sejumlah program dan kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu yang diprioritaskan pada sektor pertanian, sektor kemaritiman dan sektor industri. 

Baca juga: KPU Batasi Peserta Hadir Saat Tarik Nomor Urut Paslon Pilkada Sabu Raijua

Pada sektor pertanian, kami pastikan tidak boleh ada lahan pertanian dan lahan-lahan tidur milik para petani yang harus menganggur karena bicara tentang kesejahteraan adalah bicara tentang ketersediaan pangan di daerah ini. Untuk itu, akan kami pastikan serial kelompok Tani wajib memiliki peralatan dan mesin pertanian.

"Bibit, pupuk dan pestisida harus disiapkan cukup bagi semua petani kita. Selanjutnya kami pastikan ketersediaan air bagi para petani kita dengan cara memperbanyak embung besar dan embung kecil termasuk dengan pembangunan embung atau waduk besar DP, ini akan kami perjuangkan secepatnya," jelas Simon Petrus.

Di sektor pertanian ini pun terkait dengan daerah kita sebagai daerah semi arit maka kami pastikan kami akan luncurkan program budidaya pertanian lahan kering dengan pendekatan teknologi irigasi tetes. 

"Di pertanian lahan kering ini kami pastikan tidak hanya para petani yang bisa bekerja tetapi ada tercipta lapangan kerja baru bagi kurang lebih 819 anak-anak Sabu Raijua Di setiap desa kami pastikan harus tersedia lahan minimal sepuluh hektar per desa sehingga akan ada 13 tenaga kerja di sana, sepuluh tenaga kerja dua tenaga pendamping atau penyuluh ditambah satu mekanik," tambahnya.  

Selanjutnya di sektor kemaritiman, saat  ini, menurut Simon, sebagai orang Sabu hanya bangga melihat birunya laut Sabu Raijua.

Karena itu pihaknya akan mengeksploitasi laut baik laut dangkal maupun laut dalam dengan cara semua nelayan akan difasilitasi dengan peralatan tangkap yang jauh lebih memadai dari saat ini mulai dari pukat, ketinting, lampara, akan disiapkan bagi para nelayan. 

Demikian juga dengan upaya eksploitasi laut dalam dipastikan  akan mengadakan kapal tangkap yang bobotnya mencapai 200 ton sehingga baik laut dangkal maupun laut dalam semua bisa  dieksploitasi.

Di sektor kemaritiman ini pun di bagian pesisir kita akan mendorong budidaya rumput laut agar kembali bergairah di Sabu Raijua karena rumput laut ini merupakan salah satu komoditi unggula dari Sabu Raijua

"Untuk itu bantuan-bantuan bagi para petani rumput laut juga mesti disediakan termasuk kami akan memperkenalkan budidaya rumput laut di air dalam dengan sistem long line. Selanjutnya kita juga akan mengupayakan sektor industri. Kita sudah memiliki dua pabrik. Ada pabrik air minum dalam kemasan dan ada pabrik pengolahan rumput laut. Dua pabrik ini merupakan aset daerah yang menggunakan uang daerah miliaran rupiah tetapi sayang dibiarkan menganggur oleh pemerintah," ujarnya. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved