Sabtu, 16 Mei 2026

Amerika Serikat

Daftar Anggota Kabinet Donald Trump, Mungkin Lebih Galak Terhadap China

Donald Trump telah menunjuk kepala staf Gedung Putih, Direktur CIA, Menteri Pertahanan, dan Penasihat Kemanan Nasional. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Dion DB Putra
CNN
Susie Wiles 

POS-KUPANG.COM - Presiden Terpilih Amerika Serikat, Donald Trump mulai menunjuk para tokoh yang masuk dalam komposisi kabinet pemerintahannya.

Sampai saat ini Donald Trump telah menunjuk kepala staf Gedung Putih, Direktur CIA, Menteri Pertahanan, dan Penasihat Kemanan Nasional. 

Presiden terpilih dari Partai Demokrat tersebut juga telah mengangkat sejumlah duta besar.

Berdasarkan profil para tokoh tersebut, pemerintahan kedua Presiden Donald Trump kemungkinan akan bersikap lebih galak terhadap China di berbagai bidang, termasuk keamanan nasional dan perdagangan.

Elon Musk akan segera berbicara kepada karyawan Twitter
Elon Musk  (BLOOMBERG)

Pada hari Selasa 12 November 2024), Donald Trump mengumumkan penunjukan mantan Direktur Intelijen Nasional, John Ratcliffe sebagai kepala CIA.

Pembawa acara Fox News sekaligus veteran Angkatan Darat Pete Hegseth sebagai Menteri Pertahanan, dan anggota Kongres Michael Waltz sebagai Penasihat Keamanan Nasional.  

Semua tokoh ini memiliki pandangan hawkish atau keras terhadap China.

Dilansir Reuters, Langkah Donald Trump itu bisa diartikan sebagai indikasi bahwa pemerintahan baru akan mengambil posisi lebih agresif terhadap Beijing, terutama dalam aspek militer, perdagangan, dan kebijakan luar negeri. 

Donald Trump memilih anggota Kongres Elise Stefanik sebagai Duta Besar AS untuk PBB dan mengisyaratkan bahwa Senator Florida Marco Rubio kemungkinan besar akan diangkat sebagai Menteri Luar Negeri.  

Kedua tokoh ini dikenal memiliki pandangan kuat yang menganggap China sebagai ancaman utama bagi stabilitas global dan keamanan AS.  

Rubio, yang pernah disanksipemerintah China karena kritiknya terhadap pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang dan Hong Kong, juga merupakan pendukung vokal bagi Taiwan dan diyakini akan memperkuat hubungan AS-Taiwan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Beijing. 

Pilihan-pilihan ini sejalan dengan retorika Trump saat kampanye, yang berjanji akan menurunkan ketergantungan ekonomi AS terhadap China dan memperketat kebijakan perdagangan.  

Donald Trump bahkan menunjuk mantan perwakilan dagang AS Robert Lighthizer sebagai czar perdagangan, yang dikenal karena perannya dalam perang dagang AS-China selama masa jabatan pertama Donald Trump 2017-2021. 

Lighthizer telah lama menyerukan decoupling atau pemisahan dari China dan mengadvokasi tarif yang lebih tinggi untuk produk-produk asal China. 

Penguatan tim hawkish ini mendapat perhatian dari para sekutu AS di Asia Timur, seperti Jepang dan Korea Selatan, yang cenderung mendukung pendekatan keras terhadap China, terutama karena kekhawatiran akan keamanan regional.  

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved