Amerika Serikat

Benjamin Netanyahu, Zelensky, Modi dan Macron Ucapkan Selamat kepada Donald Trump

Ketika hasil sementara penghitungan suara dalam Pilpres AS mulai berpihak pada Donald Trump, pejabat China mengatakan, mereka berharap hidup damai

|
Editor: Dion DB Putra
TANGKAPAN LAYAR FOX 9
Donald Trump pidato di hadapan pendukung yang bersorak sorai atas kemenangannya di Pilpres AS, Rabu 6 November 2024. 

POS-KUPANG.COM - Para pemimpin sejumlah negara telah mengucapkan selamat kepada Donald Trump yang mengklaim kemenangan di Pilpres Amerika Serikat 2024.

Para pemin itu antara lain Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu,Presiden Prancis, Emmanuel Macron, PM India Narendra Modi dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.  Ucapan selamat juga datang  dari Sekjen NATO Mark Rutte. 

Berikut adalah reaksi pertama para pemimpin dunia atas hasil Pilpres AS 2024 yang pengumuman resmi baru terjadi beberapa hari lagi.

China 

Ketika hasil sementara penghitungan suara dalam Pilpres AS mulai berpihak pada Donald Trump, pejabat China mengatakan, mereka berharap hidup berdampingan secara damai dengan Amerika Serikat. 

“Kami akan terus melakukan pendekatan dan menangani hubungan Cina-AS berdasarkan prinsip-prinsip saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, dan kerja sama yang saling menguntungkan,” kata juru bicara kementerian luar negeri Mao Ning dalam sebuah pengarahan rutin. 

“Kami menghormati pilihan rakyat Amerika," tambahnya. 

Prancis

Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengucapkan selamat kepada Donald Trump

Ia menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan Trump "dengan rasa hormat dan ambisi” seperti yang telah Prancis lakukan selama empat tahun. 

Dalam sebuah posting di X, Macron mengatakan hubungan dengan Trump, yang memimpin dalam Pilpres AS ini, akan "mempertimbangkan keyakinan Anda, dan keyakinan saya untuk menciptakan lebih banyak perdamaian dan kemakmuran". 

Israel  

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyebut kemenangan Trump sebagai kembalinya mantan pemimpin AS yang bersejarah dan sebuah awal baru dalam aliansi AS-Israel. 

“Selamat atas kembalinya Anda dalam sejarah! Kembalinya Anda yang bersejarah ke Gedung Putih menawarkan awal yang baru bagi Amerika dan komitmen baru yang kuat terhadap aliansi besar antara Israel dan Amerika. Ini adalah kemenangan besar!” kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya, dikutip dari AFP. 

Ukraina 

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengucapkan selamat kepada Donald Trump atas “kemenangannya yang mengesankan". Ia berharap kepresidenan Trump akan membawa perdamaian yang adil di Ukraina.

 “Saya menghargai komitmen Presiden Trump terhadap pendekatan 'perdamaian melalui kekuatan' dalam urusan global. Ini adalah prinsip yang secara praktis dapat membawa perdamaian yang adil di Ukraina lebih dekat,” kata Zelensky dalam sebuah pernyataan di media sosial. 

NATO 

Sekjen NATO Mark Rutte mengucapkan selamat kepada Trump dan mengatakan, kembalinya Trump ke tampuk kekuasaan akan membantu menjaga aliansi ini tetap kuat.

“Kepemimpinannya akan kembali menjadi kunci untuk menjaga aliansi kita tetap kuat. Saya berharap dapat bekerja sama dengannya lagi untuk memajukan perdamaian melalui kekuatan NATO,” kata Rutte.

India 

Perdana Menteri India Narendra Modi memuji “kemenangan pemilu” Trump. “Selamat kepada teman saya @realDonaldTrump atas kemenangan pemilu Anda yang bersejarah,” tulis Modi di platform media sosial X. 

”Ketika Anda membangun kesuksesan dari masa jabatan Anda sebelumnya, saya menantikan untuk memperbaharui kerja sama kita," jelasnya. 

Pasar keuangan 

Donald Trump telah berjanji untuk menjadikan Amerika Serikat sebagai “ibu kota bitcoin dan mata uang kripto dunia” dan menempatkan miliarder teknologi Elon Musk sebagai penanggung jawab atas audit yang luas terhadap pemborosan pemerintah. 

“Pasar berebut untuk mencari tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tetapi untuk saat ini, pasar memperkirakan pertumbuhan yang lebih tinggi dan prospek inflasi yang lebih tinggi,” kata Peter Esho, ekonom dan pendiri di Esho Capital.   

Pesta di Florida 

Sementara itu, para pendukung Donald Trump siap berpesta di Florida pada malam pemilihan, setelah ia mengeklaim kemenangan di pemilihan presiden Amerika Serikat atau pilpres AS, Selasa (5/11/2024) waktu setempat. 

Para pria mengenakan jas formal, sedangkan perempuan memakai gaun. Mereka berbaur di acara Palm Beach County Convention Center bersama penggemar berat yang mengenakan rompi kulit bertuliskan "Trump". 

Banyak peserta juga memakai topi bisbol merah khas Trump bertuliskan, "Make America Great Again".

"Saya merasa Trump memenangi pemilihan ini. Ini sudah berakhir, dan saya rasa dunia akan menjadi jauh lebih hebat," kata Moses Abraham (22), dikutip dari kantor berita AFP. 

"Ini seperti 2016. Saya merasa kita berada di jalan yang sama untuk menang. Saya merasa sangat optimis tentang malam ini," ujar Jo Ann Poly Calvo. "Donald Trump sangat cocok untuk Amerika." 

Negara Bagian Florida yang terletak di tenggara AS menjadi rumah kedua yang nyaman untuk Donald Trump, setelah ia dijatuhi serangkaian masalah hukum di kampung halamannya di New York. 

Di negara bagian basis Partai Republik ini, Trump memiliki rumah di Mar-a-Lago yang juga berfungsi sebagai klub anggota. 

Sejauh ini baru Fox News yang mengumumkan Trump memenangi pilpres AS, sedangkan penghitungan di Associated Press menunjukkan taipan real estat itu nyaris menang dengan 267 suara elektoral, berbanding 224 milik Kamala Harris

Capres di AS membutuhkan minimal 270 dari 538 suara elektoral agar bisa melenggang ke Gedung Putih. 

Di kalangan basis pendukung Trump, Rocco Talarico (68) mengenakan topi "MAGA" dan rompi kulit bertuliskan kata-kata "Born to Ride" dan "Donald Trump." Ia merasa yakin Partai Republik yang diwakili Trump-JD Vance akan menang. 

"Kita membutuhkannya karena negara kita sekarang tidak memiliki batas, kejahatan kita buruk, pasar saham kita buruk, harga gas dan makanan kita tinggi. Kamala (Harris) tidak melakukan apa pun selama empat tahun," ucap dia. 

Pendukung Trump lainnya, Mike McCormack (50), bahkan lebih keras mengkritik Harris saat menunggu momen pidato kemenangan Trump. 

"Saya tidak merasa Donald Trump bisa banyak dipengaruhi oleh pihak luar, dan saya sangat merasa Harris sebenarnya dikendalikan dan dimanipulasi. Saya tidak percaya padanya," katanya kepada AFP. 

Sumber: Kompas.com 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved