Liputan Khusus
Lipsus - Debat Paslon Kepala Daerah Jadi Ruang Edukasi
Keempat pasangan calon diharapkan mampu berkolaborasi terkait dengan strategi penyelesaian masalah sehingga menjadi ruang informasi dan edukasi
Layanan kesehatan mental bagi perempuan dan anak menjadi perhatian pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Ende nomor urut 4, Laurentius Gadi Djou dan Damran Baleti (Paket Gadi Djou-Baleti).
"Paket Gadi Djou Baleti hadir dengan sebuah visi besar, mewujudkan Kabupaten Ende yang Sare Pawe melalui integrasi desa produktif dan kota kreatif yang mana akan membawa Kabupaten Ende menjadi kabupaten yang maju, berdaya saing dan berkelanjuta," kata Calon Wakil Bupati Ende nomor urut 4, Damran Baleti, Sabtu, 02/11/2024.
Dalam sektor pariwisata, kelautan, pertanian dan peternakan paket Gadi Djou-Baleti melihat kekayaan alam Ende sebagai anugerah yang siap dikembangkan dan dikelola melalui desa produktif dan kota kreatif.
"Kami akan menjadikan desa sebagai basis ekonomi lokal yang kokoh dengan pengembangan pariwisata berbasis komunitas serta sektor kelautan, pertanian dan peternakan yang berdaya saing.
Di bidang pengembangan koperasi dan UMKM kami memahami bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi Ende. Kami berkomitmen menyediakan akses modal, pelatihan serta jaringan pemasaran untuk memastikan koperasi dan UMKM tidak hanya tumbuh tetapi juga berdaya saing secara nasional," ujarnya.
Untuk penanganan kemiskinan dan lapangan kerja bersama program Kotaku, Paket Gadi Djou-Baleti akan menciptakan lapangan kerja dengan mendirikan pusat-pusat pelatihan dan bursa kerja sesuai dengan kebutuhan pasar.
"Dalam perlindungan perempuan dan anak kami percaya bahwa perempuan yang berdaya dan anak-anak yang terlindungi adalah masa depan yang kuat.
Melalui program ine pare dan sehat iwaku kami menyediakan dukungan ekonomi dan layanan kesehatan mental bagi perempuan dan anak-anak," jelasnya.
Dalam tata kota yang mencerminkan ikon kota bumi Rahim Pancasila, Paket Gadi Djou-Baleti berkomitmen menghadirkan wajah kota yang modern namun tetap menggambarkan semangat bumi Rahim Pancasila dengan program Kotaku.
Paket ini juga akan membangun fasilitas publik yang ramah dan nyaman didukung layanan kesehatan berkualitas.
"Kami percaya desa produktif dan kota kreatif adalah masa depan Kabupaten Ende yang Sare Pawe. Bersama kita dapat membangun Ende yang lebih baik, yang bangkit dengan sumber daya dan kearifan lokalnya, yang tumbuh dengan inovasinya, yang kuat karena kebersamaannya," tutupnya.
Saling Melempar Pertanyaan
Dalam setiap debat dilakukan tanya jawab antara pasangan calon yang diarahkan moderator. Tanya jawab dilakukan setelah pemaparan visi, misi dan program dari masing-masing paslon.
Setelah pemaparan dari paslon nomor urut 1 Yosep Benediktus Badeoda mendapat tanggapan dari calon Bupati Ende nomor urut 2, Erik Rede yang mengatakan, dirinya belum melihat strategi untuk meningkatkan produksi ikan agar swasembada ikan bisa terwujud.
"Ini yang belum disampaikan lebih terbuka dalam program-program yang konkret untuk bisa mendapatkan swasembada pangan khususnya di bidang kelautan dan perikanan, saya belum melihat strategi itu. Tadi yang disampaikan lebih kepada pengelolaan yang setelah panen tapi saat ini kita masih mengalami kekurangan produksi ikan," kata Erik Rede.
Sementara itu, Calon Bupati Ende nomor urut 3, Djafar Ahmad mengatakan, dirinya belum melihat strategi untuk menghidupi para nelayan.
"Dari nelayan ke papa lele. Terus belum adanya TPI dan saya belum melihat pembiayaan di sektor perikanan, karena itu sudah diambil Pemprov, maka saya belum melihat pembiayaan di sektor perikanan dan kelautan menuju peningkatan ekonomi masyarakat," tanggap mantan Bupati Ende ini.
Senada dengan dua calon bupati lainnya, Calon Bupati Ende nomor urut 4, Laurentius Dominicus Gadi Djou menyebut strategi dan program kerja paket Deo-Do di sektor perikanan dan kelautan belum booming.
"Karena karakter antara pantai utara dan selatan itu berbeda, nah program itu harus mampu meningkatkan produktivitas perikanan menuju swasembada ikan dan lebih bisa operasional," ujar Lori Gadi Djou.
Menanggapi pertanyaan dari ketiga paslon tersebut, Yosep Benediktus Badeoda yang kembali diberi kesempatan untuk memberikan jawaban mengatakan, apabila ketiganya mendengar pemaparan program dan strategi peningkatan sektor perikanan dan kelautan yang seharusnya sudah cukup jelas.
"Yang pertama untuk calon nomor urut 2, tadi sudah disampaikan bahwa peningkatan teknologi penangkapan ikan dan budidaya laut, karena kalau kita pakai teknologi ini sudah jelas akan meningkatkan produktivitas,” jelasnya.
Hal yang sama juga lanjut Yosef untuk paket nomor urut 3. Soal pemasaran ikan sudah disampaikan, pengembangan sistem pemasaran hasil laut terpadu berbasis digital.
“Di situ menjawab apa yang diragukan oleh calon bupati nomor urut 3, demikian juga untuk calon bupati nomor urut 4, bahwa program dan inovasi paket Deo-Do ini mempertimbangkan kondisi dan keadaan wilayah Kabupaten Ende secara terpadu," tandas Yosep.
Sementara calon Bupati Ende nomor urut 2, Erik Rede, bersama pasangannya Awalludin dalam paket "Era Milenial," berkomitmen menekan angka pengangguran terbuka yang terus meningkat di Kabupaten Ende.
Dalam pernyataannya, Erik menegaskan bahwa paket "Era Milenial" akan fokus pada pengembangan sektor-sektor potensial seperti kelautan dan perikanan, pertanian, serta peningkatan kualitas tenaga kerja melalui Balai Latihan Kerja (BLK).
Menanggapi pernyataan Erik Rede, calon bupati nomor urut 3, Djafar Ahmad yang pernah bergandengan dengan calon bupati nomor 2 memimpin Kabupaten Ende menyoroti soal meningkatkan kualitas pekerja melalui BLK dan subsidi pelatihan tenaga kerja ke luar negeri.
"Yang paling cepat itu sebenarnya membuka BLK untuk meningkatkan keterampilan calom pekerja migran ke luar negeri seperti di kapal pesiar kemudian ada subsidi pelatihan tenaga kerja yang mau berangkat ke luar negeri misalnya masyarakat yang berkompeten kita berikan bantuan untuk mempercepat perluasan tenaga kerja tentunya dengan membuka kawasan industri mini yaitu barang jadi tidak semua diekspor tapi barang setengah jadi kita olah disini dulu baru kita kirim ke Surabaya dan lain sebagainya," tandas Djafar.
Sementara itu, Lori Gadi Djou dengan tegas mengatakan dirinya belum melihat program ril dari paket Era Milenial Erik-Awalludin untuk mengurangi angka pengangguran.
"Karena bicara UMKM atau petani dalam bentuk apa itu belum dijelaskan apalagi kalau kita lihat pada kejenuhan pasar dari produk-produk itu belum dibahas sama sekali," ungkap Lori Gadi Djou.
Yosep Benediktus Badeoda yang diberikan kesempatan terakhir menanggapi penjelasan strategi paket Era Milenial Erik-Awalludin dalam mengurangi angka pengangguran mengatakan baru menemukan pada tataran kebijakan sedangkan untuk konkrit pelaksanaan strategi belum dijelaskan secara terperinci.
Menjawabi tanggapan ketiga calon bupati tersebut, Erik Rede mengatakan, hal pertama yang dilakukan yakni peningkatan SDM dan memastikan lulusan SMA/SMK sederajat memiliki akses ke setiap perusahaan yang ada di Kabupaten Ende melalui dukungan pelaksanaan bursa kerja khusus yang diprioritaskan untuk dilaksanakan di sekolah-sekolah.
"Sehingga para lulusan dapat segera memperoleh informasi layanan dan lowongan pekerjaan yang baik yang tersedia di dalam Kabupaten Ende maupun di luar Kabupaten Ende," jelas Erik Rede.
Disebutkan Erik, dengan modal jumlah badan usaha di Kabupaten Ende per Desember 2023 berjumlah 540 badan usaha akan memudahkan dalam pendistribusian tenaga kerja. Selain itu, digitalisasi satu sistem ketenagakerjaan yang bisa diakses dari tingkat desa guna mempermudah masyarakat mencari informasi lowongan kerja atau bursa kerja online dan informasi pelatihan kerja.
"Dengan akses digitalisasi ini masyarakat juga bisa melaporkan tawaran kerja ilegal ke luar negeri, ini ada kaitannya dengan TPPO dan uang berikutnya juga menjamin iklim investasi yang baik di wilayah Kabupaten Ende sehingga memudahkan investor yakni akan kesiapan wilayah dan pekerja yang mumpuni secara SDM," jelas Erik Rede.
Debat Kota Kupang Semarak
Debat kedua calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang berlangsung semarak di Hotel Kristal pada, Sabtu (2/11). Tema debat kedua ini mengusung "Kota Kupang Menuju Smart City dan Green City".
Kelima pasangan calon yang bertarung dalam pemilihan ini adalah Alexander Foenay-Isyak Nuka, Jonas Salean-Sukardan Aloysius, George Hadjoh-Theodora Ewalde Taek, Jefritson Riwu Kore-Lusia Adinda Dua Nurak, serta dr. Christian Widodo-Serena Francis.
Disaksikan, pengamanan ketat dilakukan oleh pihak kepolisian untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama acara berlangsung. Penjagaan dimulai pintu masuk hotel, di mana para simpatisan dan pendukung yang hendak mengikuti jalannya debat diperiksa identitasnya.
Acara dipandu moderator Brigita Manohara, sementara lima panelis terkemuka yang dihadirkan untuk memberikan pertanyaan adalah Suliha Neonufa, Prof. Paul Tamelan, Amir S. Kiwang, Dominggus Elcid Li, dan Dr. I Putu Yoga Bumi Pradana.
Ketua KPU Kota Kupang, Ismael Manoe, dalam sambutannya, mengapresiasi kelima pasangan calon atas lancarnya debat pertama. Ia berharap acara debat kedua ini berjalan serupa dan tetap kondusif.
Ismael menyatakan tema debat sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat Kupang dalam menghadapi era digital dan pentingnya menjaga lingkungan. Tema ini juga diharapkan dapat menggugah para calon untuk memaparkan visi dan strategi terkait pemanfaatan teknologi dan informasi, sambil menjaga keseimbangan alam dan lingkungan di Kota Kupang.
"Diharapkan masyarakat mendapat edukasi yang memadai dari debat ini sehingga bisa mempertimbangkan pilihannya dengan lebih baik," ujar Ismael. Seraya mengingatkan para calon agar tetap menjaga suasana debat dengan persaingan sehat.
Libatkan 1339 Warga
Debat Pilwalkot putaran kedua Paslon nomor urut 1 paket Asik alias Alex - Isyak memaparkan terkait konsep Kupang green dan clean melibatkan 1339 pemuda-pemudi Kota Kupang di setiap RT untuk menangani masalah sampah.
“Untuk penanganan sampah paket Asik punya konsep Kupang Clean, melibatkan 1.339 pemuda-pemudi di setiap RT. Mereka akan dibayar dan punya tugas untuk menjemput sampah rumah tangga. Penanganan dari hulu ke hili, dengan penambahan armada. Penanganan sampah bisa diselesaikan dan Kota Kupang bisa menjadi bersih kembali,” ujar Isyak Nuka pada Sabtu (2/11).
Menurut Isyak, Kota Kupang pernah meraih penghargaan Adipura, pihaknya memiliki misi agar piala Adipura bisa didapatkan lagi di Kota Kupang di tahun-tahun yang akan datang lewat konsep yang diusung Paket Asik.
Selain itu untuk mewujudkan Kupang Green, Isyak mengungkapkan akan menanam pohon mangga dan sukun di taman-taman kota.
“Kita giatkan reboisasi membuat Kota Kupang menjadi hijau. Taman yang sudah dibangun sebelumnya ditanami dengan pohon berbuah, kita tahu Kota Kupang penghasil mangga dan sukun terbesar. Ini bisa kita manfaatkan bukan hanya untuk menahan air dan sebagai peneduh, tetapi buahnya juga bisa dikonsumsi oleh masyarakat,” ungkap Isyak.
Pertanyakan Asal 1308 Pohon
Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota nomor urut 2, Jonas Salean dan Aloysius Sukardan atau Paket Sahabat menyampaikan pertanyaan kepada Paslon nomor urut 4 Jefri Riwu Kore-Adinda Lebur raya.
Yonas mempertanyakan asal 1308 pohon yang ditanam di Kota Kupang. Menurut Paslon ini pertanyaan ini sangat penting berkaitan dengan konsep Kupang Green City.
Pertanyaan ini menurut Jonas Salean sangat penting. Pasalnya, pada tahun 2020 Pemkot Kupang meluncurkan program penanaman batang pohon yang mencapai kurang lebih 1.308 pohon di 28 titik di Kota Kupang. Adapun jenis pohon yang ditanam antara lain pule, angsana, sepe, beringin, ketapang kencana, hingga trambesi.
Pagu Anggaran Program Kupang Hijau pada Dinas LHK Kota Kupang Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp3.081.500.420 dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp2.955.533.900.
Walikota Kupang periode 2017-2022 Jefri Riwu Kore yang menginisiasi penanaman batang pohon di seluruh wilayah Kota Kupang, Jefri mengatakan batang pohon itu menjadi urusan kontraktor.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Jefri Riwu Kore berujar seorang pemimpin harus memahami pentingnya untuk menghijaukan satu kota.
“Kalau kita mau yang kering-kering saja ya tak usah tanam pohon,” kata Jefri.
Menurut Jefri yang penting adalah bagaimana memastikan bahwa kota ini harus hijau dan harus menanam pohon-pohon tersebut.
“Kita pastikan pohon-pohon itu sesuai dengan perjanjian kita. Kita membeli pohon dari kontraktor, asalnya dari mana, kita tidak mengerti, yang penting bahwa pohon itu ada dan tumbuh. Dan saya percaya bahwa pohon itu sangat penting buat kita untuk mengurangi panas bumi,” tegas Jefri.
Kerja Sama dengan PLN
Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 3 George Hadjoh-Ewalde Taek (Paket GACOR) memaparkan visi smart and green city. Pada sub tema Kupang green dan clean city, Gacor menjanjikan pengelolaan sampah berbasis digital bekerjasama dengan PLN.
“Kami akan lakukan pengelolaan sampah berbasis digital, sehingga sampah bisa dikelola oleh masyarakat. Kami akan mendorong kerja sama dengan PLN yakni pembangkit listrik co-firing sampah. Saat ini di Kota Kupang ada pembangkit listrik co-firing biomasa. Kota Kupang sendiri memiliki produksi sampah yang tinggi sehingga kita perlu mendorong energi terbarukan lewat PLN co-firing sampah,” ujar Ewalde Taek.
Untuk smart ekonomi Paket Cagor menerapkan ekonomi hijau dan biru, untuk sistem perekonomian yang berkelanjutan.
“Smart ekonomi menampilkan penerapan ekonomi hijau dan biru, untuk menerapkan sistem pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. Ekonomi yang diwujudkan juga ramah lingkungan dan berkeadilan. Ekonomi biru, berdasarkan sumber daya laut. Beberapa yang sudah kami lakukan adalah urban farming sampai 70 persen. Kami juga sudah melakukan Kupang green and clean beberapa tahun lalu. Mengurangi emisi karbon, dan memberikan ruang terbuka hijau,” jelas Ewalde.
Gacor lanjut Ewalde, akan membangu kebun raya bekerja sama dengan akademisi. Tujuan untuk daerah tangkap air, hutan wisata, dan hutan pendidikan.
“Kami akan lakukan program Teluk Kupang bersih dari sampah. Selain itu kami juga akan menurunkan angka kemiskinan sampai 1,25 persen di tahun 2029. Mewujudkan program kota ramah anak, ramah difabel, dan perempuan,” ungkapnya.
Paket Gacor juga berjanji akan menyediakan intet gratis bagi semua warga Kota Kupang, untuk mendukung Kupang smart city dan green city.
Program Enam Pilar
Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore dan Dr. Lusia Adinda Lebu Raya (Jeriko-Adinda) memaparkan terkait smart city dan green city yang menjadi tema debat Pilkada putaran kedua.
Secara bergantian keduanya memaparkan program-program yang dilakukan Jeriko-Adinda untuk masa kepemimpinan 2024-2029, juga menyebutkan sejumlah karya yang telah dilakukan Jeriko saat memimpin Kota Kupang periode 2017-2022 lalu.
"Smart City merupakan program unggulan pemerintah, dalam rangka transformasi digital yang menghubungkan infrastruktur fisik, sosial dan ekonomi. Kami telah meletakkan fondasi yang kuat pada 6 pilar smart city, dalam rangka program pembangunan di Kota Kupang. Terbukti kami telah mendapatkan penghargaan terkait smart city," ujarnya Sabtu, 2 November 2024.
Jefri mengatakan fondasi utama smart city adalah terbangunnya ekosistem digital yang terdiri dari infrastruktur, suprastruktur, dan sumber daya manusia sesuai dengan panduan Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Enam pilar Smart City yang telah dikerjakan saat memimpin Kota Kupang, yakni Smart Governance, menghadirkan aplikasi Si Hebat, yang bisa menghemat penggunaan anggaran BBM mencapai Rp. 2 miliar setiap tahunnya.
"Kita juga mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian pertama kali sejak 24 tahun kota ini terbentuk dan berturut-turut selama tiga tahun juga menerapkan manajemen ISO," kata Jeriko.
Selanjutnya, Smart Branding meliputi penataan dan pembangunan 11 taman kota, menciptakan ikon Sepe yang telah mendapatkan HAKI. Kota Kupang bahkan mendapatkan penghargaan Smart City kategori Smart Branding.
Pada Smart Economy Jeriko menyatakan telah menerapkan program pembayaran non tunai lewat Perwali nomor 2 tahun 2020 dan juga lakukan pelatihan digital marketing bagi 6.000 pelaku UMKM di Kota Kupang.
Pilar keempat, yakni Smart Living Jeriko mengklaim telah memasang lebih dari 13 ribu titik lampu. “Kami memasang lebih dari 13 ribu titik lampu, serta kami juga membangun lebih dari seribu rumah untuk warga tidak mampu," ungkap Jeriko.
Untuk pilar Smart Society, Jeriko menyebut Pemkot telah membantu rumah ibadah dan komunitas, membangun SPAM Kali Dendeng, membantu beasiswa bagi anak-anak yang kurang mampu, serta baju seragam dan alat sekolah serta jalan khusus bagi kaum disabilitas.
Pilar keenam, adalah Smart Environment, telah dilakukan gerakan tanam air dan juga menanam lebih dari 7.500 pohon di berbagai ruas jalan di Kota Kupang.
Kedekatan dengan Jokowi
Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang nomor urut 5, dr. Christian Widodo dan Serena Francis menjawab pertanyaan yang dilontarkan Paslon nomor urut 3 George Hadjoh dan Ewalde Taek terkait survei dan kedekatan dengan Jokowi yang belakang ini viral di media sosial.
Pertanyaan yang dilontarkan ini berkaitan dengan memerangi hoax di media sosial yang mana beberapa waktu lalu, sempat ramai dengan dugaan manipulasi survei.
Menjawab pertanyaan tersebut, Christian Widodo mengatakan pihaknya tidak pernah mengetahui terkait survey tersebut.
“Saya sempat dengar soal survei indikator, saya tidak paham dengan pertanyaan survei ini, karena survei bukan saya yang buat, bukan kami yang buat. Ada survei indikator sudah beredar baik di Kota Kupang maupun di nasional. Kami pun tidak tau surveinya. Kami tidak membayar, kami tidak memesan survei itu. Kami dapat berita itu dari media nasional,” jelas Chris.
Chris mengungkapkan pihaknya setuju dengan memerangi hoax, atau berita bohong di media sosial namun menegaskan pihaknya tidak tahu-menahu survei tersebut.
Terkait kedekatan dengan Jokowi, Chris menuturkan bahwa mantan Presiden RI tersebut merupakan idola dan panutan.
“Kami dari partai PSI dan Pak Jokowi adalah panutan dan idola kami. Kami bisa dibilang anak ideologisnya Pak Jokowi, itulah kenapa Ketum kami anaknya Pak Jokowi. Soal video bertemu Pak Jokowi, apa salahnya Pak Jokowi sudah pensiun dan beliau mengenal saya dengan baik. Beliau panggil dokter Chris mari kita ngopi di rumah saya pribadi,” ujar Chris.
Meski demikian Chris menyampaikan terima kasih kepada Paket Gacor atau Paslon nomor 3 yang telah bertanya tentang hal tersebut. Menurut Chris lewat pertanyaan tersebut pihaknya mendapat kesempatan memberikan klarifikasi, kepada khalayak ramai tentang survei dan kedekatannya dengan Jokowi. (uzu/cr8/cr19/fan/rey)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Suasana-debat-kedua-Pilkada-Kabupaten-Ende-tahun-2024.jpg)