Senin, 11 Mei 2026

Liputan Khusus

Lipsus - Debat Paslon Kepala Daerah Jadi Ruang Edukasi

Keempat pasangan calon diharapkan mampu berkolaborasi terkait dengan strategi penyelesaian masalah sehingga menjadi ruang informasi dan edukasi

Tayang:
Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/ALBERT AQUINALDO
Suasana debat kedua Pilkada Kabupaten Ende tahun 2024, Sabtu, 2 November 2024 di Aula Paroki Onekore. 

Program strategis pertama, era cinta petani, era cinta nelayan, pedagang kecil dan buruh, pupuk gratis, bajak gratis, bantuan alsintan, pemberian bantuan alat tangkap ikan bagi nelayan pesisir dan lepas pantai, pembinaan dan pemberian bantuan modal dan peralatan bagi usaha mikro kecil menengah, menjamin pelaksanaan perlindungan tenaga kerja buruh.

Dua, era peduli pendidikan, peningkatan sumber daya tenaga pendidik dan kependidikan yang berkualitas, peningkatan kesejahteraan guru honorer, honor komite sekolah dengan pemberian insentif, menghadirkan perguruan tinggi negeri di Kabupaten Ende.

Tiga, era peduli kesehatan masyarakat, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan penyandang disabilitas. Empat, era membangun infrastruktur berbasis lingkungan dan tata ruang, membangun dan meningkatkan akses jalan dan jembatan penghubung antar desa, kecamatan, kabupaten, serta jalan lingkungan dan pengembangan kawasan pemukiman, penataan drainase kota.

Lima, era membangun pariwisata, mengembangkan ekonomi kreatif dan lestarikan budaya daerah, pengembangan kawasan geopark, pengembangan potensi sektor-sektor ekonomi kreatif berbasis potensi lokal, pemberian insentif, anggaran, komunitas adat se-Kabupaten Ende untuk penyelenggaraan upacara adat.

Enam, era peduli kaum muda dan olahraga, peningkatan kapasitas stadion Marilonga dan membangun gedung olahraga. Tujuh, era mewujudkan pemerintahan yang baik, efektif, efisien, transparan dan bertanggung jawab.


Verifikasi Data Kemiskinan

Pasanan nomor urut tiga Djafar Ahmad - Yustinus Sani (JaSa) menyebutkan, pada tahun 2022, Kabupaten Ende termasuk dalam 18 kabupaten yang merupakan kabupaten dengan kemiskinan ekstrem.

Data BPS tahun 2020 menunjukkan, tingkat miskin ekstrem di Kabupaten Ende sebesar 13,53 persen dengan besaran jumlah penduduk miskin ekstrem sebanyak 37,17 ribu jiwa. Tingkat kemiskinan ekstrem di Kabupaten Ende tersebut merupakan bagian dari penduduk miskin sebesar 23,76 persen atau 65,22 ribu jiwa.

Calon Bupati Ende nomor urut 3 yang juga merupakan petahana dalam paparannya mengatakan angka kemiskinan di Kabupaten Ende Djafar Ahmad menyebutkan, pada tahun 2021 sebanyak 66 ribu lebih dan menurun pada tahun 2022 menjadi 62 ribu lebih sedangkan kemiskinan ekstrem berada pada angka 32 ribu lebih jiwa.

Untuk mengatasi kondisi kemiskinan ekstrem ini, Djafar Ahmad menyebut langkah pertama yang akan dilakukan adalah melakukan verifikasi dan validasi data kemiskinan terutama terhadap PNS, pekerja migran dan penduduk yang sudah meninggal dunia yang masih terdata dalam kategori kelompok masyarakat miskin.

Selain itu, Djafar mengatakan Paket JASA juga akan memperkuat bantuan sosial melalui program pemberdayaan ekonomi keluarga, membantu modal usaha, pelatihan keterampilan, pembinaan pola bapa angkat melalui CSR baik perusahaan swasta maupun BUMN.

"Kemudian kepala desa dan lurah itu harus melakukan eliminasi bagi masyarakat yang sudah dapat bantuan selama enam atau tujuh tahun. Itu harus diganti kedalam modal kerja, misalkan kalau pedagang ikan keliling, kita kasih motor dengan cool boxnya, petani kita kasih traktor supaya tidak minta bantuan terus selama enam atau tujuh tahun," tegas Djafar Ahmad.

Dia juga menegaskan akan berkoordinasi dengan lintas sektor guna menangani masalah kemiskinan di Kabupaten Ende.  Meski demikian, Djafar menyebut data kemiskinan di Kabupaten Ende belum valid sehingga angka kemiskinan di wilayah itu terlihat tetap tinggi walaupun pertumbuhan ekonomi Kabupaten Ende naik sekitar 3 persen namun angka penurunan angka kemiskinan belum signifikan.

"Kita ingin pertumbuhan ekonomi Kabupaten Ende tumbuh 5 persen sehingga angka kemiskinan turun signifikan," tutup Djafar Ahmad.


Desa Produktif

Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved