Lewotobi Erupsi
Janji Kamis ini ke Kewapante, Suster Nikolin Malah Pergi Tinggalkan Kami
Sosok Suster Nikolin yang dikenal punya komitmen kuat dan sangat baik membuat keluarga besar SSpS terpukul.
Penulis: Aris Ninu | Editor: Oby Lewanmeru
"Tadi pagi, para suster sudah membawa kembali anak-anak asrama, karyawati dan juga para suster sudah dievakuasi. Semua dibawa ke Kewapante. Hanya Suster Nikolin ketika dipantau ke kamar tidurnya, beliau sudah tidak ada lagi, sudah pergi. Dan tadi para suster masih menunggu lama, Basarnas dari Maumere untuk dievakuasi," ujarnya.
Suster Inez menjelaskan, jenazah Suster Nikolin sudah dibawa ke Kewapante lalu akan dilanjutkan dengan pemakaman pada Selasa, 5 November 2024 di Pekuburan Para Suster di Watumilok.
“Jenazah suster sudah dibawa ke Kewapante dan tiba di sini sekitar jam 13.30
Kami semua sudah menanti di sini bersama Romo Lorens Noi. Lalu rencananya sebentar jam 18.00 akan ada misa di Kapela SSpS dipimpin oleh Romo Lorens. Romo Lorens ini adalah keluarga dekat dari suster.Untuk pemakaman kami rencanakan terjadi besok pagi diawali dengan perayaan ekaristi pada pukul 9 pagi di Kapela SSpS Kewapante selanjutnya
dihantar ke pemakaman para suster di Watumilok,”
Suster Nikolin bertugas sebagai pemimpin komunitas tersebut sudah tiga tahun. Ia berumur 60 tahun dan sudah menjalani kaul kekal selama 35 tahun.
“Beliau bertugas sebagai pemimpin komunitas tersebut sudah tiga tahun. Umur suster 60 dalam kaul kekal 32 tahun," paparnya.
Ia mengungkapkan, ada seorang pegawai klinik asal Jawa yang sedang bekerja di Klinik Hokeng mengalami luka bakar akibat terkena batu api dan sudah dirawat di RS Kewapante.
“Ada satu pegawai dari Jawa dipanggil untuk Instalasi di lab karena ada di Hokeng. Alat dipasang laboratorium klinik Hokeng dan malam itu dia menginap di penginapan di biara kita. Lalu dia kena batu yang ada apinya. Batu ada luka bakar. Kena di kaki sehingga dia terluka. Dan sekarang sudah ada di RS Kewapante. Tapi bila dalam keadaan sehat-sehat saja, hanya mengalami luka bakar,” ungkapnya.
Baca juga: Gunung Lewotobi Erupsi, Mensos: Pemerintah Kirim Bantuan Logistik dari Kupang untuk Para Korban
Menurutnya, sosok Suster Nikolin adalah suster yang pekerja keras dan memiliki komitmen yang kuat.
“Beliau itu seorang yang bekerja karena punya komitmen yang kuat. Saya sempat kontak dengan almarhum agar bisa datang ke Kewapante pada Kamis ini. Lalu kami bertemu terakhir waktu kami retret di Hokeng tanggal 26-29 Oktober," tuturnya. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Sr-Nikolin.jpg)