Jumat, 5 Juni 2026

Lewotobi Erupsi

Janji Kamis ini ke Kewapante, Suster Nikolin Malah Pergi Tinggalkan Kami 

Sosok Suster Nikolin yang dikenal punya komitmen kuat dan sangat baik membuat keluarga besar SSpS terpukul.

Tayang:
Penulis: Aris Ninu | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
Suster Nikolin, SSpS salah satu korban yang meninggal dunia akibat Gunung Lewotobi Laki-Laki meletus, Minggu, 3 November 2024 malam 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM, MAUMERE -- Kepergian Suster Nikolin, SSpS yang meninggal dunia karena terkena bongkahan batu besar saat Gunung Lewotobi Laki-Laki meletus, Minggu, 3 November 2024 malam mengisahkan duka mendalam di mata rekan-rekan suster-suster SSpS Flores Bagian Timur.

Pasalnya, kepergian Suster Nikolin asal Kabupaten Ngada sungguh mengejutkan keluarga besar SSpS Hokeng, Flores Timur dan Kewapante, Kabupaten Sikka.

Sosok Suster Nikolin yang dikenal punya komitmen kuat dan sangat baik membuat keluarga besar SSpS terpukul.

Bahkan sosok almarhum di mata Provinsial SSpS Flores Bagian Timur, Suster Ines sungguh tidak habis diungkapkan.

Kepada POS-KUPANG.COM di Kewapante, Senin, 4 November 2024 sore, Sr. Ines tampak sangat berduka. Bola matanya tampak terasa ia kehilangan sosok almarhum.

Saat ditemui Sr.Ines mengaku terkejut dan terpukul atas kepergian rekannya.

Ia menjelaskan, semua anggota komunitas di Hokeng telah dievakuasi dan dalam kondisi aman. 

 

 

Namun Ketika proses evakuasi Suster Nikolin berada di dalam kamar dan terkena musibah. Di mana ada bongkahan batu yang menindih kamar sang suster.

"Semua sudah berusaha cari perlindungan. Tapi saat mau mengevakuasi Suster Nikolin keadaanya tidak memungkinkan. Ada bongkahan batu besar sudah merobohkan kamarnya. Para suster, calon suster, perawat dan anak asrama semua sudah dievakasi saat kejadian. Suster Nikolin saat kejadian berada di kamarnya dan kami tidak menyangka ia akhirnya pergi meninggalkan kami selama-lamanya," papar Suster Ines.

Suster Ines mengungkapkan, setelah mendengar kabar ada letusan gunung. Ia lalu meminta truk dan pick up melakukan evakuasi semua penghuni di Hokeng guna dibawa ke Maumere.

"Tadi malam sekitar jam setengah satu kami mendapat informasi dari para suster di WA 
bahwa Gunung Lewotobi meletus dan para suster yang lain, anak-anak asrama sudah berkumpul semua. Hanya Suster Nikolin yang belum ada dan setelah mendengar berita ini, ada beberapa suster bawa dengan kendaraan termasuk ambulans, ke sana (Hokeng) untuk evakuasi,"ujarnya.

Akan tetapi saat para suster sudah kembali membawa anak-anak asrama, karyawati sudah dievakuasi ke Kewapante, begitu mau mengevakuasi Suster Nikolin, ia sudah tidak ada di dalam kamarnya.

"Tadi pagi, para suster sudah membawa kembali anak-anak asrama, karyawati dan juga para suster sudah dievakuasi. Semua dibawa ke Kewapante. Hanya Suster Nikolin ketika dipantau ke kamar tidurnya, beliau sudah tidak ada lagi, sudah pergi. Dan tadi para suster masih menunggu lama, Basarnas dari Maumere untuk dievakuasi," ujarnya. 

Suster Inez menjelaskan, jenazah Suster Nikolin sudah dibawa ke Kewapante lalu akan dilanjutkan dengan pemakaman pada Selasa, 5 November 2024 di Pekuburan Para Suster di Watumilok.

“Jenazah suster sudah dibawa ke Kewapante dan tiba di sini sekitar jam 13.30 
Kami semua sudah menanti di sini bersama Romo Lorens Noi. Lalu rencananya sebentar jam 18.00 akan ada misa di Kapela SSpS  dipimpin oleh Romo Lorens. Romo Lorens ini adalah keluarga dekat dari suster.Untuk pemakaman kami rencanakan terjadi besok pagi diawali dengan perayaan ekaristi pada pukul 9 pagi di Kapela SSpS Kewapante selanjutnya 
dihantar ke pemakaman para suster di Watumilok,”

Suster Nikolin bertugas sebagai pemimpin komunitas tersebut sudah tiga tahun. Ia berumur 60 tahun dan sudah menjalani kaul kekal selama 35 tahun.

“Beliau bertugas sebagai pemimpin komunitas tersebut sudah tiga tahun. Umur suster 60 dalam kaul kekal 32 tahun," paparnya. 

Ia mengungkapkan,  ada seorang pegawai klinik asal Jawa yang sedang bekerja di Klinik Hokeng mengalami luka bakar akibat terkena batu api dan sudah dirawat di RS Kewapante.

“Ada satu pegawai dari Jawa dipanggil untuk Instalasi di lab karena ada di Hokeng. Alat dipasang laboratorium klinik Hokeng dan malam itu dia menginap di penginapan di biara kita. Lalu dia kena batu yang ada apinya. Batu ada luka bakar. Kena di kaki sehingga dia terluka. Dan sekarang sudah ada di RS Kewapante. Tapi bila dalam keadaan sehat-sehat saja, hanya mengalami luka bakar,” ungkapnya.

Baca juga: Gunung Lewotobi Erupsi, Mensos: Pemerintah Kirim Bantuan Logistik dari Kupang untuk Para Korban

Menurutnya, sosok Suster Nikolin adalah suster yang pekerja keras dan memiliki komitmen yang kuat. 

“Beliau itu seorang yang bekerja karena punya komitmen yang kuat. Saya sempat  kontak dengan almarhum agar bisa datang ke Kewapante pada Kamis ini. Lalu kami bertemu terakhir waktu kami retret di Hokeng tanggal 26-29 Oktober," tuturnya. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved