Jumat, 22 Mei 2026

Lewotobi Erupsi

Janji Kamis ini ke Kewapante, Suster Nikolin Malah Pergi Tinggalkan Kami 

Sosok Suster Nikolin yang dikenal punya komitmen kuat dan sangat baik membuat keluarga besar SSpS terpukul.

Tayang:
Penulis: Aris Ninu | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
Suster Nikolin, SSpS salah satu korban yang meninggal dunia akibat Gunung Lewotobi Laki-Laki meletus, Minggu, 3 November 2024 malam 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM, MAUMERE -- Kepergian Suster Nikolin, SSpS yang meninggal dunia karena terkena bongkahan batu besar saat Gunung Lewotobi Laki-Laki meletus, Minggu, 3 November 2024 malam mengisahkan duka mendalam di mata rekan-rekan suster-suster SSpS Flores Bagian Timur.

Pasalnya, kepergian Suster Nikolin asal Kabupaten Ngada sungguh mengejutkan keluarga besar SSpS Hokeng, Flores Timur dan Kewapante, Kabupaten Sikka.

Sosok Suster Nikolin yang dikenal punya komitmen kuat dan sangat baik membuat keluarga besar SSpS terpukul.

Bahkan sosok almarhum di mata Provinsial SSpS Flores Bagian Timur, Suster Ines sungguh tidak habis diungkapkan.

Kepada POS-KUPANG.COM di Kewapante, Senin, 4 November 2024 sore, Sr. Ines tampak sangat berduka. Bola matanya tampak terasa ia kehilangan sosok almarhum.

Saat ditemui Sr.Ines mengaku terkejut dan terpukul atas kepergian rekannya.

Ia menjelaskan, semua anggota komunitas di Hokeng telah dievakuasi dan dalam kondisi aman. 

 

 

Namun Ketika proses evakuasi Suster Nikolin berada di dalam kamar dan terkena musibah. Di mana ada bongkahan batu yang menindih kamar sang suster.

"Semua sudah berusaha cari perlindungan. Tapi saat mau mengevakuasi Suster Nikolin keadaanya tidak memungkinkan. Ada bongkahan batu besar sudah merobohkan kamarnya. Para suster, calon suster, perawat dan anak asrama semua sudah dievakasi saat kejadian. Suster Nikolin saat kejadian berada di kamarnya dan kami tidak menyangka ia akhirnya pergi meninggalkan kami selama-lamanya," papar Suster Ines.

Suster Ines mengungkapkan, setelah mendengar kabar ada letusan gunung. Ia lalu meminta truk dan pick up melakukan evakuasi semua penghuni di Hokeng guna dibawa ke Maumere.

"Tadi malam sekitar jam setengah satu kami mendapat informasi dari para suster di WA 
bahwa Gunung Lewotobi meletus dan para suster yang lain, anak-anak asrama sudah berkumpul semua. Hanya Suster Nikolin yang belum ada dan setelah mendengar berita ini, ada beberapa suster bawa dengan kendaraan termasuk ambulans, ke sana (Hokeng) untuk evakuasi,"ujarnya.

Akan tetapi saat para suster sudah kembali membawa anak-anak asrama, karyawati sudah dievakuasi ke Kewapante, begitu mau mengevakuasi Suster Nikolin, ia sudah tidak ada di dalam kamarnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved