Berita Manggarai Barat
PAD Manggarai Barat Sektor Pariwisata per Januari-September 2024 Tembus Rp 2,3 Miliar
Adapun DTW di luar kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola Disparekrafbud Manggarai Barat antara lain Gua Batu Cermin, Puncak Waringin
Penulis: Engelbertus Aprianus | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu
POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Sektor pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat menyumbang Rp 2.366.770.000 untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) periode Januari hingga September 2024.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Manggarai Barat, Stefanus Jemsifori, Rabu 23 Oktober 2024, mengatakan uang Rp 2,3 miliar itu diperoleh dari pungutan tiket masuk kepada wisatawan di sejumlah destinasi wisata di Manggarai Barat.
"Angka ini diperoleh dari beberapa destinasi tujuan wisata (DTW) dan aktivitas di wilayah perairan di luar kawasan Taman Nasional Komodo," kata Stefan.
Adapun DTW di luar kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola Disparekrafbud Manggarai Barat antara lain Gua Batu Cermin, Puncak Waringin, Gua Rangko, air terjun Cunca Wulang, dan Agrowisata Ngalor Kalo.
Kemudian aktivitas snorkeling dan diving di perairan di luar kawasan Taman Nasional Komodo yakni Pulau Menjerite, Pulau Kelor, Pulau Sebayur, Pulau Kanawa, Pulau Bidadari, dan Pulau Sabolo.
Sejak 1 Januari 2023 Pemkab Manggarai Barat menghentikan pungutan retribusi daerah di TN Komodo sebagai tindak lanjut rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kepada Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK).
Rekomendasi BPK itu kemudian dilanjutkan oleh KLHK kepada Pemkab Manggarai Barat melalui Balai Taman Nasional Komodo (BTNK). Rekomendasi BPK RI kepada KLHK itu terkait adanya pungutan ganda pada setiap wisatawan yang masuk ke TN Komodo yaitu oleh KLHK melalui BTNK dan Pemkab Manggarai Barat.
"Dengan kebijakan pemerintah pusat terkait pendapatan asli daerah, saat ini Manggarai Barat tidak mendapatkan (PAD) di wilayah dalam kawasan TNK," jelasnya.
Baca juga: 2.000 Pelari Lokal-Internasional Ramaikan IFG Labuan Bajo Marathon 2024
Dengan dihentikannya pungutan retribusi di Taman Nasional Komodo, lanjut Stefan, Pemkab Manggarai Barat kini fokus pada peningkatan aksesibilitas dan sarpras pada desa-desa wisata di Manggarai Barat, sehingga banyak dikunjungi turis.
Pihaknya juga terus melakukan inovasi, adaptasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam pengembangan desa wisata.
"Kami mengajak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara tak hanya berkunjung ke TNK tetapi mereka juga kami ajak untuk berkunjung diluar kawasan. Karena kita punya desa wisata, punya atraksi budaya, punya kesenian tradisional, punya wisata alam yang tak kalah bagusnya dengan kawasan Taman Nasional Komodo," ungkapnya. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
PAD
sektor pariwisata
Dinas Pariwisata
Labuan Bajo
Manggarai Barat
destinasi tujuan wisata
POS-KUPANG.COM
Taman Nasional Komodo
| KSOP Labuan Bajo Larang Nyalakan Petasan-Kembang Api di Atas Kapal saat Malam Tahun Baru |
|
|---|
| Gerakan Wisata Bersih di Labuan Bajo, Manggarai Barat Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan |
|
|---|
| Dukung Ketahanan Pangan, Polres Manggarai Barat Tabur 1.500 Benih Ikan Nila |
|
|---|
| Kader Muhammadiyah Manggarai Barat NTT Diminta Jaga Persatuan dan Kesatuan |
|
|---|
| Sepanjang 2024 Imigrasi Labuan Bajo Manggarai Barat NTT Deportasi 5 Warga Asing |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pulau-Padar-TNK.jpg)