Berita NTT
Senator AWK Dorong Pengembangan Sorgum untuk Percepatan Green Energy di NTT
Angelo menekankan perlunya percepatan itu untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang sejalan dengan komitmen Indonesia dalam Paris Agreeme
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Angelo Wake Kako atau AWK mendorong percepatan pembangunan energi terbarukan di Provinsi NTT.
Angelo menekankan perlunya percepatan itu untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang sejalan dengan komitmen Indonesia dalam Paris Agreement.
Indonesia, kata Angelo, sudah meratifikasi Paris Agreement sehingga negara ini wajib ikut serta dalam menurunkan emisi karbon.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan pemerintah adalah memperkenalkan bauran energi melalui program seperti B5 dan B10, yang menggabungkan energi fosil dengan energi nabati.
"Saat ini, bahan bakar yang digunakan adalah campuran solar dan CPO (minyak sawit), nah itu adalah bauran energi dari energi fosil ke energi nabati," ujar Angelo dikutip dari KBRN.
Angelo melihat potensi besar di NTT dalam pengembangan bioetanol dari tanaman sorgum, yang cocok dengan kondisi lahan di wilayah tersebut. Ia menekankan bahwa pengembangan sorgum di NTT tidak hanya relevan untuk energi hijau, tetapi juga bisa meningkatkan ekonomi lokal.
"NTT harus segera mengambil peluang ini. Lahan kita sangat cocok untuk ditanami sorgum, yang bisa menghasilkan bioetanol," ujar Angelo.
Angelo juga menyoroti bahwa konsep energi hijau ini memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat, terutama petani kecil. Selain itu, Angelo menggarisbawahi hubungan erat antara peningkatan ekonomi masyarakat dan pengurangan stunting di NTT.
"Dengan energi nabati ini masyarakat bisa menjadi bagian dari rantai produksi, ketika masyarakat memiliki penghasilan yang cukup, mereka akan mampu membeli makanan bergizi, yang otomatis akan membantu mengurangi stunting," ungkapnya.
Namun, ia menegaskan bahwa tantangan utama terletak pada kurangnya respons dari pemerintah daerah, Angelo juga mengkritik kurangnya pemanfaatan investasi pemerintah pusat di NTT, Ia menyebut adanya banyak proyek infrastruktur yang mubazir di NTT.
"Kerja kami di DPD akan sia-sia jika pemerintah daerah tidak merespons dengan baik. Pemerintah daerah adalah eksekutor di lapangan, dan kolaborasi lintas stakeholder sangat penting untuk memastikan inisiatif ini berjalan, problem utama NTT bukan kurangnya perhatian dari pemerintah pusat, melainkan bagaimana daerah memanfaatkan bantuan yang sudah diberikan," kata Angelo.
Angelo mengajak semua pihak untuk bekerja sama mengatasi masalah ini dan memastikan bahwa program-program pemerintah pusat tidak sia-sia, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat NTT. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.