Pilkada 2024

Lembaga Survei Indikator Membantah Hasil Survei Pemilihan Walikota Kota Kupang

Pendiri sekaligus Peneliti Indikator, Burhanuddin Muhtadi secara daring dari Jakarta, Senin 14 Oktober 2024 membantah Hasil Survey Pilkada Kota Kupang

Penulis: Elisabeth Eklesia Mei | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/HO
TANGKAPAN LAYAR- Pendiri sekaligus Peneliti Indikator, Burhanuddin Muhtadi   

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Lembaga Survei Indikator membantah hasil survei Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kupang.

Pendiri sekaligus Peneliti Indikator, Burhanuddin Muhtadi secara daring dari Jakarta, Senin 14 Oktober 2024 mengaku kaget terkait dengan beberapa media yang memberitakan hasil survei pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kupang. Padahal, pihaknya sebagai lembaga Survei Indikator belum mengeluarkan hasil survei.

“Ada tujuh media nasional dan lokal yang memberitakan bahwa pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang yaitu Christian Widodo dan Serena teratas yang katanya dirilis oleh Indikator, tentu saja kami kaget karena kami belum merilis hasil surveinya,” kata Burhanuddin Muhtadi.

Dia mengatakan bahwa memang benar, Indikator telah melakukan survei untuk calon-calon Kepala Daerah untuk Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota di Kota Kupang, namun hasil survei itu belum diumumkan ke publik dan tiba-tiba hasilnya ditulis oleh pemberitaan media nasional dan lokal yang mengatakan survei indikator itu sudah diriis ke publik.

Baca juga: Pilkada Kota Kupang, KPU Akan Gelar Tiga Kali Debat Paslon Pilwalkot 2024

Kemudian, lanjutnya, dirinya juga sempat kaget dengan kiriman sejumlah slide yang hampir sama persis dengan yang dimiliki oleh Indikator, apalagi juga tertera logo indikator.

“Ada 25 slide dengan logo Indikator kemudian grafik yang mirip sekali dengan yang biasa  kami punya di Indikator yang lagi-lagi menegaskan bahwa seolah-olah dr Christian-Serena unggul dalam survei yang diklaim berasal dari Indikator,” ujarnya.

Dia menyebut, apa yang disampaikan dalam slide-slide palsu tersebut berbeda dengan apa yang akan dirilis langsung oleh pihak Indikator.

“Slidenya mirip sekali dengan punya Indikator tetapi aslinya palsu. Ini survei abal-abal bukan atas nama indikator meskipun memakai masterslide Indikator. Ini popularitas dan kesukaan jadi betul-betul hasil pemalsuan dan manipulasi grafik yang mengatasnamakan Indikator," ujarnya.

Burhanuddin mengingatkan semua pihak agar tidak lagi menggunakan cara-cara manipulatif seperti yang sudah dilakukan.

"Kejadian seperti ini  bukan baru pertama kali dialami Indikator, tetapi sudah beberapa kali. Kami menyayangkan kenapa kejadian seperti ini terus berulang," ucapnya.

Baca juga: Projo Resmi Dukung Pasangan Christian Widodo-Serena Francies di Pilkada Kota Kupang 2024

Dia menambahkan, hasil survei palsu tersebut tentu menjadi masalah tersendiri bagi Kota Kupang karena manipulatif yang dilakukan oleh oknum-oknum.

"Dulu kami pernah mengalami hal serupa, Calon Gubernur (di luar Jawa) melakukan manipulasi dan ketika beliau mendaftarkan diri sebagai pimpinan pada salah satu lembaga tinggi terkemuka, kami melakukan protes dan mengirim rekam jejak yang bersangkutan karena pernah memanipulasi hasil survei kami. Namun, sayangnya hal itu diabaikan oleh pemeriksaa etika. Akhirnya dia terpilih di lembaga terkemuka tersebut tetapi beberapa tahun kemudian orangnya tersangka korupsi," ungkapnya.

Dia pun meminta agar siapapun tidak menggunakan cara manipulatif seperti yang telah dilakukan tersebut, karena dalam dunia digital akan mudah sekali terdeteksi.

"Mungkin buat pelaku tidak menyangka kami bisa deteksi karena base kami ada di Jakarta. Tapi karena yang bersangkutan mempublikasikan ke media nasional dan media lokal maka kami bisa tahu," pungkasnya. (cr20)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved