Berita Sabu Raijua
Dinas PU Sabu Raijua Dapat Dana Hibah Rp 1 M untuk Perbaikan Mesin Air
Dari sumber dinaikkan ke penampungan pusat di ketinggian sehingga operasionalnya hanya dari sumber air ke penampungan ini
Penulis: Agustina Yulian Tasino Dhema | Editor: Rosalina Woso
"Ini masih belum tersosialisasikan dengan baik sehingga pemahaman masyarakat belum optimal," lanjut Paul.
Untuk mengatasi ini, Dinas PU mengadakan program penguatan kelembagaan salah satunya melakukan sosialisasi terkait dengan keprioritasan air ini yang terbatas pada desa-desa atau wilayah yang memiliki SPAM. Agar program ini bisa berjalan dibutuhkan kolaborasi dengan bidang sumber daya air, PMD, dan melibatkan Dinas Pertanian agar bisa satu pemahaman mengenai prioritas penggunaan air.
"Biasanya sebelum padi mulai bunting kita smaa sekali tidak boleh ambil. Biasanya dua sampai tiga minggu. Kita memang dibatasi betul, jadi kita stok selama tiga minggu itu karena prioritas untuk sampai kapan padi menguning," jelas Paul.
Sejauh ini, ketersediaan air Ei Mada Bubu sudah mencukupi kebutuhan warga Menia dengan sistem pengaliran bergilir karena harus berbagi jatah dengan petani sawah. Untuk jadwal pengaliran air PAM ini biasanya dua kali seminggu.
Eren juga menyampaikan, estimasi perbaikan mesin air PAM dan perluasan perpipaan air minum ini akan selesai pada November 2024.(dhe)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.