Berita Flores Timur

Keluarga Kecewa, Guru SMAN 1 Wulanggitang Tonjok Perut Siswa Gegara Kesalahan Kecil

Oknum guru yang melakukan pembinaan secara kasar kepada siswa SMA Negeri 1 Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, menuai kekecewaan

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/HO-Yuven d'Soge
PEMBINAAN - Tangkapan layar perihal pembinaan kejam seorang guru di SMA Negeri 1 Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Oknum guru yang melakukan pembinaan secara kasar kepada siswa SMA Negeri 1 Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, menuai kekecewaan pihak keluarga khususnya orang tua.

Siswa bernama, Yohanes Lanang Uran masih duduk di bangku kelas X. Sementara gurunya belakangan diketahui bernama, Yohanes Pelan da Silva.

Pembinaan yang disesalkan keluarganya itu terungkap saat salah seorang siswa merekam aksi guru yang menonjok perut siswa hingga terjatuh, Senin, 30 September 2024.

Rekaman berupa dua video itu kini viral di media sosial facebook usai dibagikan akun bernama Yuven d'Soge.

Ayah kandungnya, Ignasius Uran, menyebut anaknya dibina karena terlambat masuk ke sekolah. Hingga kini, siswa kelas X itu masih mengeluh nyeri pada bagian perutnya.

"Bilang karena terlambat. Perut masih rasa sakit. Sudah laporkan ke kepala sekolah, saya mau langsung labrak tapi diarahkan untuk omong baik-baik," kata Ignasius, Senin, 30 September 2024.

Ignasius menjelaskan, saat bertemu dengan pihak sekolah, Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 1 Wulanggitang akan memanggil guru itu untuk membicarakannya di rumah.

"Pak kepsek kasih tahu bahwa nanti beliau bawa (guru) ke rumah, omongnya di rumah," ujarnya.

Baca juga: Pemdes dan Warga di Pantai Oa Wulanggitang Promosi Wisata Laut,Tagih Janji Jalan Hotmix

Hingga kini, masalah itu sedang dalam proses mediasi melibatkan Pemerintah Desa Hewa, orang tua, serta guru-guru SMA Negeri 1 Wulanggitang.

Paman kandung Yohanes Uran, Jinu Liwu, kecewa dengan pembinaan yang menyakiti siswa. Apa lagi, jelasnya, kondisi fisik siswa berbanding jauh dengan postur guru yang meninjunya dengan keras.

"Dia itu pernah sakit, kakinya agak cacat, jadi kalau kena pukul sedikit dia jatuh, apa lagi jika tinju kuat model begitu. Saya kirim video itu ke mereka, saya bilang kalau bina tolong yang wajar, kalau sampai begini kami pasti kecewa dan kesal," ungkapnya.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Wulanggitang, Anton Kedang, belum memberikan tanggapan terkait persoalan di lingkungan sekolah yang sedang viral itu.

Upaya konfirmasi sejak Senin, 30 September 2024 malam, kemudian siang ini, Selasa, 1 Oktober 2024. Pesan tertanda centang dua atau berhasil terkirim, namun belum ada jawaban balik. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved