Paspor Ganda Pemain Naturalisasi
Liputan Khusus - Ivar Jenner Bangga Punya Kewarganegaraan Ganda
Kesuksesan Timnas Indonesia juga tidak bisa dipungkiri karena hadirnya para pemain diaspora atau keturunan yang dinaturalisasi menjadi WNI.
Mengenai dugaan pemain diaspora dan naturalisasi memiliki double kewarganegaraan dan paspor ganda, Tribunnews mencoba menelusuri hal tersebut. Dari seorang sumber,
Tribunnews kemudian mendapat rekaman video wawancara Ivar Jenner dengan sebuah media di Belanda. Dalam wawancara tersebut, pemain berusia 20 tahun itu secara gamblang menyatakan dirinya bangga memiliki kewarganegaraan ganda.
"Saya keturunan Indonesia, nenek saya lahir di sana, dan ayah saya juga berdarah Indonesia. Tentu saja senang memiliki kewarganegaraan ganda," kata Ivar dalam cuplikan wawancara tersebut. Tak diketahui kapan dan di mana ia melakukan wawancara tersebut.
Tribunnews juga belum mendapat konfirmasi dari pemain klub Jong Utrecht itu. Namun pengamat sepak bola Indonesia, Akmal Marhali mengakui dirinya uga pernah melihat video wawancara itu.
“Ya, saya juga punya videonya Ivar Jenner diwawancarai di Belanda kemudian dia menyatakan 'bangga jadi warga negara Indonesia yang suporternya luar biasa dan sekarang saya punya paspor ganda,' kata dia begitu,” ujar Akmal kepada Tribunnews, Sabtu (21/9).
Maka itu, Akmal tak menampik adanya isu dobel kewarganaan dan paspor ganda para pemain naturalisasi. Kecurigaan itu ditambah ditambah dengan keberadaan pemain keturunan sebelumnya yang sesudah purnatugas dari Timnas Indonesia. Beberapa pemain naturalisasi seperti Sergio Van Dijk, Raphael Maitimo, Tonnie Cusell, Jhonny van Beukering dan Ruben Wuarbanaran bahkan kini sudah kembali ke negara asalnya dan dikabarkan sudah melepas Kewarganegaraan Indonesia. ”Mereka kembali ke negaranya seperti Sergio Van Dijk, Raphael Maitimo, Tonnie Cusell, Jhonny van Beukering, dan Ruben Wuarbanaran. Itu mereka kembali jadi warga negara awalnya lagi,” sambung Akmal.
Maka itu, apa yang disampaikan Peter F Gontha menurut Akmal harus dilihat sebagai otokritik dari pecinta sepakbola Indonesia. Ia mewajarkan karena masalah pemain naturalisasi ini bukan produk baru. Era PSSI sebelum-sebelumnya juga sudah dilakukan.
Baca juga: Indra Sjafri Minta Pemain Timnas Indonesia U20 untuk Waspadai Sosok Penyerang Yaman Ini
”Ya ini kan autokritik dari masyarakat yang kemudian berharap pemain berdarah keturunan itu bisa benar-benar menjadi WNI, karena pengalaman sebelumnya ketika 2011 kan itu banyak pemain-pemain keturunan yang berdarah Indonesia. Setelah purnatugas kan mereka kembali lagi menjadi warga negara awalnya. Artinya jangan sampai kita ini dalam tanda kutip dimanfaatkan untuk kepentingan karier si pemain bolanya. Bagaimanapun mereka kalau sudah jadi WNI ya harus jadi WNI. Ya saya pikir autokritik yang harus disikapi pemerintah. Jadi jangan sampai itu terulang lagi,” kata Akmal.
“Jangan sampai langkah shortcut ini juga melupakan pembinaan di bawah yang akhirnya sepakbola kita tidak mencapai apa yang diinginkan dari grasrootnya, sisi kompetisinya,” sambungnya.
PSSI Harus Buktikan ke Publik
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir sebelumnya menegaskan proses naturalisasi pemain dilakukan dengan cara yang sah secara aturan hukum negara. Para pemain naturalisasi itu kata Erick, juga sudah mendapatkan persetujuan dari FIFA untuk bisa membela skuat Garuda.
Soal paspor ganda, Dirjen Imigrasi Kemenkumham, Silmy Karim memastikan para pemain naturalisasi yang bergabung dengan Timnas Indonesia sudah menyerahkan paspor lamanya. Hal senada ditegaskan anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga. Ia menegaskan bahwa yang dinaturalisasi hanya memiliki paspor Indonesia. Arya pun menjamin PSSI menjalankan proses peralihan kewarganegaraan pada pemain naturalisasi dengan benar dan sesuai prosedur. Ia kemudian balik mempertanyakan pernyataan pihak-pihak yang menyebut pemain naturalisasi Indonesia memiliki paspor ganda.
”Saya jelaskan nih yang pasti pemain diaspora itu mereka itu punya darah Indonesia. Bahkan ada bapak atau ibunya itu orang Indonesia asli kok bisa-bisa mempertanyakan mereka gitu dan kebangsaan mereka,” katanya dikutip dari Kompas TV. “Mereka sudah kita urus sesuai dengan hukum kita, mereka mendapatkan kewarganegaraan kemudian mereka juga kita bawa nih ke FIFA untuk pindah federasi dari negara asalnya menjadi federasi Indonesia,” tambahnya.
Arya meminta agar semua pihak tidak membuat isu yang tidak benar dan memicu polemik. ”Dan ada tadi tanya paspornya (paspor lama belum dikembalikan)? Dan yang pasti ketika masuk Indonesia, mereka pakai paspor Indonesia dan ketika keluar mereka juga pakai paspor Indonesia,” imbuh Arya. “Jadi tolong, ayo kita bangga dengan timnas kita, bangga dengan Merah Putih. Jangan cari alasan dan mengaburkan sesuatu yang sudah baik bagi bangsa kita,” lanjutnya.
Meski ada bantahan dari imigrasi dan PSSI, pengamat sepak bola Indonesia Akmal Marhali menilai bantahan itu belumlah kuat. Maka, kata Akmal, wajar saja bila ada yang beranggapan para pemain naturalisasi masih memegang paspor lamanya dan apabila sudah tidak dipakai di Timnas Indonesia mereka kembali menjadi Warga Negara asalnya, seperti pemain naturalisasi sebelumnya.
Baca juga: AFC Umumkan Jadwal Baru Kualifikasi Piala Dunia 2026, Simak Jadwal Laga Timnas Indonesia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ivan-Jenner-ceria.jpg)