Paspor Ganda Pemain Naturalisasi
Liputan Khusus - Ada Jaminan Uang hingga Pekerjaan Bagi Pemain Naturalisasi
Naturalisasi merupakan diksi yang akhir-akhir ini menjadi sorotan masyarakat saat membicarakan Timnas Indonesia.
Ia tidak menutup mata bahwa naturalisasi pemain untuk skuad Garuda tengah menjadi sorotan publik. Sebab, naturalisasi juga masih tergolong hal baru bagi Indonesia, walaupun telah berlangsung sebelum PSSI era kepemimpinannya.
"Bagi kita (Indonesia) ini (naturalisasi) baru. Karena tren baru. Bagi negara-negara Eropa, negara Asia lainnya ini sudah lama dikerjakan. Kita pun pada masa itu sudah ada naturalisasi. Jadi ini tidak masalah besar," ucap Djohar.
Naturalisasi pemain juga pernah dilakukan Edy Rahmayadi ketika menjabat sebagai Ketua Umum PSSI tahun 2016-2019 lalu. Kala itu, Edy Rahmayadi pernah menaturalisasi satu pemain, yakni Ezra Walian. Proses naturalisasi itu berlangsung pada Agustus 2017.
Ketika ditemui di Tribun Medan pada Senin (23/9) lalu. Edy Rahmayadi menjelaskan bahwa proses naturalisasi terhadap Ezra Walian di masa kepemimpinannya di PSSI berjalan cukup panjang.
Ia mengatakan ada beberapa tahapan proses yang harus dilakukan PSSI untuk menjadikan Ezra Walian sebagai warga negara Indonesia.
Baca juga: Hasil Kualifikasi Piala Asia U20, Timnas Indonesia U20 vs Yaman Skor Sementara 1-1
"Ya suruh menyanyikan lagu Indonesia Raya, habis itu ucapkan Pancasila. Dia beberapa kali main dilihat tim yang dibentuk oleh Menpora, sehingga sah lah naturalisasi di urus ke Kemenkumham. Panjang prosesnya pada zaman saya. Sampai ke DPR. DPR juga menanyakan, apa, bagaimana, dan itu saya jelaskan ke DPR," kata Edy Rahmayadi.
Berbeda dengan era Djohar Arifin yang membuat kontrak dengan calon pemain naturalisasi, Edy Rahmayadi mengatakan tidak ada pendekatan khusus yang dilakukan PSSI ketika menaturalisasi pemain di era kepemimpinannya.
"Menurut saya, selaku Ketua PSSI saat itu, naturalisasi itu butuh hubungan emosional, bukan hanya secara fisik dia ahli di dalam persepakbolaan, tetapi emosional dia terhadap negara ini," ungkap Edy.
Edy juga menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan PSSI memilih menaturalisasi Ezra Walian sebagai pemain Indonesia. "Kenapa Ezra Walian?, Dia ibunya seorang warga Indonesia, ayahnya orang Belanda. Dasar itu kita berkeyakinan, dia akan mempunyai rasa emosional ke tim Indonesia, sehingga dia memperkuat PSSI saat itu," jelas eks Gubernur Sumatera Utara tersebut.
Selain itu, Edy juga mengatakan bahwa pada era kepemimpinannya, pemain naturalisasi tidak diperbolehkan memiliki dua paspor kewarganegaraan.
"Tidak bisa, Walian itu namanya ayahnya, dan paspornya saat itu menjadi Indonesia. Karena dia pergi ke Indonesia, dan sampai saat ini dia jadi warga Indonesia," tutup Edy Rahmayadi.(tribun network/riz/apr/dod)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Maarten-Paes-secara-resmi-telah-menjadi-Warga-Negara-Indonesia.jpg)