Berita Kabupaten Kupang

Data Stunting di Kabupaten Kupang NTT Melonjak, Dinkes Salahkan Alat Akur dari Kemenkes

Kenaikan ini cukup memrihatinkan namun menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Yoel Laitabun malah menyalahkan alat ukur timbang

POS-KUPANG.COM/RYAN TAPEHEN
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Yoel Laitabun. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM- Ryan Tapehen

POS KUPANG.COM, OELAMASI- Meskipun upaya penurunan stunting terus dilakukan Pemkab Kupang, namun berdasarkan data bulan timbang Agustus 2024 prevalensi stunting justru naik menjadi 19,2 persen.

Sementara  sesuai data bulan timbang Februari 2024, stunting di Kabupaten Kupang pada angka 12,35 persen atau 3.574 balita.

Kenaikan ini cukup memrihatinkan namun menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Yoel Laitabun malah menyalahkan alat ukur timbang yang tidak baik.

"Alat ukur dan alat timbang yang merek miky ini kita dapat bantuan dari Kemenkes ada 515 buah tapi ada beberapa yang eror dimana tingkat sensifitasnya sangat rendah," ungkap Yoel Laitabun, Rabu 25 September 2024.

Rusaknya alat ukur dan timbang ini menjadi indikator utama melonjaknya stunting di Kabupaten Kupang sebab ketidaksensifitas alat tersebut meskipun sedikit akan berubah turun saat data dimasukan ke aplikasi EPPGBM.

"Kelihatan di luar tidak stunting tapi ketika datanya dimasukan ke aplikasi jadinya stunting," tambahnya.

Lalu ada faktor lain yakni sisi manusianya dimana saat anak dilakukan pengukuran dan penimbangan bila anak tak bisa diukur dalam posisi berdiri namun harus tidur maka data bisa berubah.

Hal tersebut membuat Pemkab Kupang mengambil sikap dengan mengadakan rapat dan menarik kembali alat tersebut untuk dikalibrasi ulang.

"Kita tarik ke RSUD Naibonat karena disana ada 3 tenaga elektromedik sehingga bila ada gangguan yang rusak kita perbaiki, dan yang penting itu kita kalibrasi," jelas Laitabun.(ary)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved